PART 17

47 5 1
                                        

Langkah panjang Haera mebuat seisi Hanshin menatapnya. Dia berjalan seolah hanya dia seorang yang memiliki kaki, belum lagi karena paras cantiknya yang berhias make up tipis. Ini baru beberapa menit setelah Haera meihat Junhyung dengan gadis tadi. Bajunya sudah berganti, membuat tubuh rampingnya terlihat indah.

Haera memasuki sebuah ruangan dengan tulisan president itu tanpa izin. Seketika wajahnya berubah menjadi sumringah saat mengetahui Taewoo berada di dalam sana dan menatapnya. Haera menampilkan senyumnya yang paling menawan.

"anyeonghaseyo sajangnim," sapa Haera sambil mendekati pria itu.

"ada apa kau repot repot kemari? Apa kau ingin menyampaikan sesuatu?" tanya Taewoo dengan wajah yang juga tersenyum.

"ini tentang pernikahannya. Saya menyetujuinya dan akan sangat senang jika dipercepat," Taewo hanya tersenyum riang mendengar pernyataan Haera yang berarti sebuah keuntungan bagi perusahaannya.

"hanya saja... saya bertemu dengan Junhyung belum lama ini dan dia bersama seorang wanita," seketika raut muka Taewoo berubah begitu mendapat tatapan tajam dari Haera.

"entah kenapa saya jadi tidak yakin,"

"ehm, tidak. Mereka tidak memiliki hubungan apapun. Mereka hanya teman," jelas Taewo dengan nada sedikit gugup. Dia-lah yang menikahkan Junhyung dengan Hani, bukan?

"ah, hanya teman? Kalau begitu saya akan mengurusnya. Serahkan perihal pernikahan ini pada saya. Saya undur diri," Haera membungkuk sesaat dan berjalan keluar dari ruangan itu.

Sebuah masalah sudah selesai baginya, namun di dalam ruangan itu Taewoo masih saja terdiam. Dia memikirkan bagaimana caranya untuk menyingkirkan Hani? Junhyung akan membuat onar jika Taewoo menyentuh Hani dan itu sebuah hal buruk bagi perusahaan. Membuat Haera marah untuk saat ini bukanlah sebuah hal yang baik.

Taewoo mengambil ponselnya dan menghubungi putranya itu. Seperti biasa, Junhyung susah dihubungi dan perlu beberapa kali menelepon sampai dia mengangkatnya.

"Junhyung-ah," Taewoo tahu jika panggilan itu sudah diterima oleh Junhyung, hanya saja Junhyung tidak mengeluarkan suara apapun. Itu bukan masalah, yang terpenting, Taewoo harus menyampaikan perihal pernikahan ini agar keuangan perusahaanya segera stabil.

"kau harus menikahi Haera. Aku tidak akan segan memisahkanmu dengan gadis bodoh itu jika kau membuat onar. Hanshin akan segera bangkrut jika kau tidak menikahi Haera," panggilan itu terputus.

Junhyung yang mendengar ucapan ayahnya itu bergdik ngeri. Dia menatap Hani yang sedang tertidur pulas di atas kasur. Dia sudah tertidur sejak Junhyung menggendongnya tadi. Mengingat hal itu, Junhyung paham jika dia tidak mungkin bisa lepas dari sosok Hani. Namun, mengingat bagaimana ucapan ayahnya, sebaiknya dia tidak bermain-main. Mengurung anaknya sendiri di rumah sebesar ini saja dia mampu, apalagi hanya menyingkirkan Hani.

Bukan sebuah ide yang bagus untuk bermain-main dengan ayahnya saat ini. Dia tidak ingin Hani berurusan dengan Taewoo namun dia juga tidak ingin menikahi gadis itu. Hani bisa sangat sakit nantinya. Hanya hal itu yang bisa melindungi Hani dari Taewoo, dan dengan hal itu Junhyung akan sangat menyakiti Hani. Ini semua memusingkan.

Junhyung mencoba memikirkan sesuatu, sebuah jalan yang terbaik untuk melindungi Hani. Junhyung tidak akan mampu membiarkan Hani berada dekat-dekat dengan Taewoo. Namun, semua terasa serba salah. Junhyung tidak mungkin menikahi Haera namun dia juga tidak mungkin mebiarkan Hani terluka.

MineWhere stories live. Discover now