19 condition

329 28 13
                                        


"pertarungan kita belum selesai" bisik Rigie didekat telinga Elyzabeth.

Badan Elyzabeth menegang, tangan dan kakinya bergetar, rasa takut mulai menelusuk dalam dirinya. Tenaganya sudah terkuras dengan pertarungan tadi, namun Riegie masih belum bisa dikalahkan, tapi dia tidak mungkin kalah. Dia adalah seorang Princess yang disegani dan terkenal kuat. Bagaimanapun caranya dia harus menang.

"aku tau, tidak semudah itu untuk mengalahkanmu" kata Elyzabeth

"Baguslah kau mengerti"

Dengan sigap Elyzabeth menjauh dari Riegie dan mengeluarkan sihir terahir yang dia bisa.

"tidak ada cara lain, aku harus melakukannya"

"segel kelima terbukalah" teriak Elyzabeth

Langit yang tadinya cerah tertutup oleh awan hitam dan merubah suasana hutan yang sudah gelap menjadi semaakin gelap. Bayangan hitam melingkupi seluruh area hutan, semua pohon yang dilewatinya berubah menjadi layu dan kering. Semua daunnya berguguran.

"apa ini?" kata Rigie dalam hati.

"kau telah berlaku sombong dan membunuh banyak manusia tidak berdosa. Manusia sepertimu tidak layak mendapatkan pengampunan" kata Elyzabeth, namun bukan seperti suara Elyzabeth. Matanya berubah menjadi merah menyala.

"siapa kau?" Tanya Riegie penasaran

"aku adalah Raja Hitam yang bersemayam ditubuh gadis ini" jawab Elyzabeth

"akan aku beri pilihan padamu, bunuh dirimu sendiri atau akan kubunuh sampai ragamu tidak tersisa" lanjut sosok dalam tubuh Elyzabeth.

Rigie mulai panik, lukanya yang tadi masih terasa sakit, pergerakannya melemah akan terasa sulit untuk mengalahkan sosok didepannya. Riegie mengambil langkah untuk kabur, namun bayangan gelap menyelimuti dirinya. Bayangan itu semakin menggumpal mengelilingi tubuh membentuk badai topan yang berputar sangat kuat. Riegie berteriak keras didalam bayangan tersebut sampai rembesan darah yang keluar deras dari bayangan itu. Perlahan bayangan itu kembali menghilang, tidak terlihat adanya tubuh Riegie. Dia menghilang tanpa bekas kecuali bekas darah yang menempel dibatang pohon dan diatas tanah. Dia telah kalah.

Sosok Raja Hitam yang ada dalam diri Elyzabeth tersenyum puas.

"aku butuh lebih banyak darah" gumamnya.

Raja hitam melihat kearah Clara yang terbaring lemah. Seringaiannya muncul kembali. Perlahan bayangan hitam menyelimuti tubuh Clara. Bayangan itu semakin menggelap membentuk seperti badai topan yang siap melahap tubuh lemah Clara seperti Riegie.

"jangan sentuh dia!"

Raja hitam mengalihkan pandangannya dari Clara. Kesal dengan orang yang telah berani mengganggu aktivitasnya. Dia melihat tubuh pria yang dipenuhi luka dan darah dimana-mana. Nathan. Dengan susah payah Nathan mencoba untuk bangkit menghalau bayangan yang menyelimuti tubuh Clara. Dia berjalan dengan gontai kearah Raja hitam. Sorot matanya yang tajam berbanding terbalik dengan kondisi fisiknya.

Raja Hitam tertarik melihat semangat Natahan yang mengebu. dia tertawa dengan suara yang menggelegar. Dilihatnya Nathan yang tidak menunjukkan rasa takut pada dirinya.

"kau cukup menarik bocah" ungkapnya sambil menampilkan seringaian yang menyeramkan

"jangan sentuh dia!" ulang Natahan lagi

"kenapa aku harus mendengarmu?"

"karena kau Elyzabeth, temannya" jawab Nathan dengan tegas

Raja Hitam yang berada didalam tubuh Elyzabeth tertawa menggelegar.

Behind The EyesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang