Sinb menghela nafas. Yein tidak datang ke sekolah dan membuatnya khawatir habis - habisan. Pasalnya gadis itu juga tidak bisa dihubungi.
"Sinb, jadi gak pulang sekolah?" Tanya Umji, gadis berpipi tembem yang berponi itu.
"Jadi Ji, tapi kita ke toko buku bentar ya? Setelah itu baru shopping." Umji mengangguk antusias lalu kembali berkutat pada bukunya.
"Kenapa dia ga bisa dihubungin ya?" Gumam Sinb. Sinb menghela nafas pasrah lalu duduk sambil menggoyangkan kakinya.
"Kenapa cemberut gitu?" Tanya Wooseok yang baru saja dari kantin. Ia menghisap minumannya lalu memandangi Sinb dengan raut kebingungan.
"Yein nggak bisa dihubungin. Padahal kayaknya kemarin dia baik- baik aja."
"Iya! Tadi Kak Jungkook juga nyariin dia tuh! Katanya line Yein gabisa dihubungin..." celetuk Wooseok.
"Hm? Kak Jungkook?"
"Hm-eum..." Sinb mengerutkan keningnya.
"Mereka pacaran, Seok?" Wooseok hampir memuntahkan minumannya dari mulut.
"Ih!! Wooseok joroook!!" Wooseok meminta maaf berulang kali lalu menatap Sinb dengan penuh minat.
"Masa sih Yein pacaran sama playboy kayak gitu??"
-
Saat pelajaran berakhir, Jungkook langsung saja melesat pergi ke rumah Yein. Pria itu kelewat khawatir jika Yein sakit atau semacamnya. Padahal hari ini ia berencana untuk mengajak Yein ke tempatnya semasa kecil dulu.
"Jungkook!" Panggilan itu membuat langkah Jungkook yang tadinya terburu - buru kini memelan. Ia mengangkat kedua alisnya ketika seorang gadis mungil berambut pendek berlari kecil ke arahnya.
"Hari ini kamu kosong, nggak?" Jungkook yang tengah dilanda buru - buru pun menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku harus ke rumah temen. Ada urusan. Kalo penting chat aja, Eun!" Ujarnya sambil berlalu. Namun Eunha tidak menyerah begitu saja. Gadis itu mengikuti langkah Jungkook yang terburu - buru.
"Kamu mau kemana? Ada masalah?" Tanya Eunha. Jungkook menggeleng.
"Aku mau ke rumah temen aku, Eun. Nggak ada tapi aku khawatir aja," jawab Jungkook. Eunha mengerutkan keningnya dan memberhentikan langkah kakinya.
"Cewek atau cowok, Kook?" Jungkook menoleh.
"Cewek. Udah ya, Eun! Aku balik duluan!"
Sepeninggal Jungkook, Eunha mengerutkan keningnya.
"Selain ke rumah Chaeyeon, kira - kira Jungkook ke rumah siapa ya?"
-
Jungkook baru saja sampai di rumah Yein. Pria itu berkali - kali mengetuk pintu sang pemilik rumah namun nyatanya nihil tak ada yang menyahut. Ia juga sempat berpikir untuk mendatangi tetangga Yein, si cowok kasar yang pernah memukulnya. Namun niat itu ia urungkan karena masih merasa gengsi dengan keadaan yang ada.
Akhirnya ia memilih untuk menunggu Yein di depan pintu rumah gadis itu sambil bermain game.
Jungkook sama sekali tidak keberatan untuk menunggu Yein pulang. Sebenarnya ia hanya ingin memastika bahwa Yein baik - baik saja. Jungkook lumayan khawatir mengingat Yein yang menangis di pelukannya tanpa ada berbicara. Kesannya gadis itu menyenbunyikan sesuatu yang Jungkook tidak akan pernah boleh tahu.
Jungkook cukup tahu diri bahwa Yein tidak menganggapnya lebih dari sekedar adik-kakak. Tapi ia harap gadis itu mengerti kenapa Jungkook bisa menyatakan perasaannya secara tak langsung.
KAMU SEDANG MEMBACA
To Bad but So Good
FanfictionSebenarnya ini cerita klise romansa yang sering di temui orang - orang. Tentang si berandal yang jatuh cinta pada si rapuh. "saya tau. Saya terlalu buruk untuk anda dan anda terlalu baik untuk saya." "Tapi saya harap, dengan perbedaan itu kita bi...
