Pengorbanan Seorang Anak

3.5K 142 1
                                        

              Beberapa Saat Kemudian.
Ali berjalan mencari pekerjaan dan Ali melihat di depan Pintu Club Malam sedang mencari pelayan bar.
Ali tersenyum senang walaupun jadi pelayan.Tapi setidaknya dapat bekerjaan.Ali membuka pintu Club Malam itu dan Berjalan masuk ke dalam Club.Tante Tante dan Para Kupu Kupu Malam terpesona memandang Ali.Ali jadi takut karena Melihat Tante tante menatapnya begitu nafsu.Tapi Ali berusaha untuk berani.Ali menuju Ke Bar.
"Permisi,Saya tadi lihat di depan ada Lowongan kerja sebagai Pelayan Bar" Ucap Ali.
"Oh silahkan hadap Pemilik Club Malam,Itu orangnya" Ucap Pelayan Bar itu menunjuk seorang.
              Ali mengikutin Arah tunjuk Orang itu.Ke seorang Wanita yang seusia dengan dia memakai pakaian sangat seksi dan Sedang mengisap rokok dan menghembuskan Asap Rokoknya.Ali berjalan menuju orang itu dengan Gugup.
"Permisi Bu" Ucap Ali.
              Wanita itu memandang dari Atas ke bawah.Ali bingung dengan arah pandang wanita itu.
"Iya ada apa" Tanya Wanita itu.
"Saya lihat di depan Pintu ada lowongan Untuk bekerja sebagai Pelayan Bar dan Saya kesini mau lamar kerja sebagai pelayan Bar" Ucap Ali sopan.
              Wanita itu berdiri dan Memandang Ali.
"Kamu terlalu tampan untuk bekerja sebagai Pelayan Bar" Ucap Tante Itu membelai Wajah Ali dengan Jarinya.
              Ali terkejut dan Menghindar dari tangan Wanita itu.Wanita itu tersenyum miring dan melempar Putung Rokoknya ke lantai.Wanita itu menginjak putung rokok itu dengan High Heels.
"Saya ada pekerjaan yang lebih menarik dan Gajinya lebih dari Pelayan Bar,Satu hari Bisa dapat 50 juta Atau lebih" Ucap Wanita.
"Kerja apa" Tanya Ali.
"Kamu masih Perjaka" Tanya Wanita itu.
"Masih Tante,Emang kenapa" Tanya Ali.
"Jual keperjakaan kamu dan Tubuh kamu,Kamu bakal bekerja sebagai Pria Pengoda atau Bisa di bilang Pria Pemuas Nafsu para wanita Seperti Tante tante dan Gadis kaya raya" Ucap Tante itu.
"Saya emang lagi cari pekerjaan saya bukan Pria rendahan yang menjual diri dan Masa depan Saya,Selama anda Wanita kalau Laki laki sudah saya habisin,Permisi" Ucap Ali marah.
"Tunggu" Ucap Tante itu menahan Tangan Ali.
"Tante lepasin tangan saya,Jangan sampai saya main kekerasan" Ucap Ali Marah.
"Kamu galak juga ya,Ini Kartu Nama saya,Kalau kamu berubah Pikiran kamu bisa hubungin saya" Ucap Wanita itu menaruh Kartu Nama itu di tangan Ali.
             Ali mengenggam Kartu itu dan Berjalan pergi meninggalkan Mereka dengan penuh Amarah.Setelah berjalan keluar dari Club Malam.
"Dia pikir Gue Pria murahan apa yang jual diri,Kenapa sich gue nggak bisa dapat pekerjaan yang benar" Ucap Ali Geram.
              Beberapa Saat Kemudian.
Ali sampai di depan rumah.Ali berjalan memasukin rumah dan berjalan menuju kamarnya.
"Brak"
            Ali terkejut mendengar suara jatuh.Ali berjalan menuju kamar Mandi.Dia melihat ibunya Pingsan.
"Mama" Teriak Ali.
            Ali berlari menghampiri Imel.
Ali mengendong tubuh Imel dan berjalan menuju kamar Imel.Ali membaringkan tubuh Mamanya di kasur.Ali menangis dan mengenggam tangan Imel.
"Ali,Mohon Bangun Ma" Ucap Ali menangis.
                Tiba tiba Imel sadar dari pingsannya.Imel melihat Putranya menangis.Imel Mengusap Air mata putranya.Ali terkejut melihat Imel tersadar dari pingsannya.
"Ma,Kita ke Bidan periksa,Soalnya Mama sering batuk batuk dan Muka mama juga pucet,Mama juga sering Pingsan karena kecapean" Ucap Ali.
"Tapi nak" Ucap Imel.
"Ali,Masih ada uang sedikit" Ucap Ali.
           Ali membopong mamanya berjalan menuju keluar rumah.
             Beberapa Saat Kemudian.
Imel sudah di periksa oleh Dokter dan Imel duduk di sebelah Ali.
"Mama,Saya sakit apa Dok" Tanya Ali.
"Penyakit paru paru,Jadi dia harus melakukan Pemeriksaan Rawat Inap dan Operasi Paru paru,Kalau tidak di lakukan segera mungkin takutnya penyakitnya semakin parah" Ucap Dokter.
               Ali dan Imel terkejut.
"Ali,Mama mau pulang" Ucap Imel.
"Tapi Ma" Ucap Ali.
"Mama,Bilang mau pulang" Ucap Imel.
             Beberapa Saat Kemudian.
Imel berjalan membelakangin sambil menangis mengetahui Penyakitnya sangat parah dan butuh biaya yang besar.
            Ali menahan tangan Mamanya dan Berlutut di hadapan Mamanya.
"Mama harus ikut pengobatan ini biar mama bisa sembuh" Ucap Ali menangis.
"Nggak,Mama nggak mau Ali,Mama nggak mau bikin beban buat kamu,Kamu pikir nak uang Biaya operasi dan rawat inap itu sangat mahal" Ucap Imel menangis.
              Ali berdiri dan memeluk Mamanya.Imel menangis.
"Ali,Bakal ngelakuin apapun untuk kesembuhan Mama,Karena Ali nggak akan bisa hidup tanpa mama" Ucap Ali menyandarkan kepalanya di bahu Imel.
"Ali rela menjual Diri Ali dan Menjadi Pria pemuas nafsu para wanita asal mama bisa sembuh,Ali rela kehilangan Keperjakaan Ali dan Harga diri Ali demi Mama,Asalkan Mama bisa sembuh" Ucap Batin Ali menangis.
            

BERSAMBUNG.


                  Vote And Comment.

ALI (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang