2Yeon Fanfiction
Bercerita tentang rumah tangga seorang pria kaya raya yang menikah dengan wanita yang sangat sederhana.
Mampukah rumah tangga mereka berjalan lancar saat sang pria masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya?
Nayeon sekarang sedang memasak makan malam untuk dirinya dan suaminya, Jeongyeon. Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari Nayeon setelah kepulangan mereka dari bulan madu di Paris.
Hubungan Nayeon dan Jeongyeon pun sudah semakin akrab. Walaupun mereka masih menganggap satu sama lain sebagai teman, tapi mereka tidak melupakan tugas mereka sebagai suami ataupun isteri.
Nayeon sebagai isteri dengan sigap menyiapkan segala perlengkapan kerja dan kebutuhan Jeongyeon. Sejak menikah dengan Nayeon, Jeongyeon menjadi lebih sering makan malam di apartemennya karena sekarang Nayeon selalu memasakkan makanan untuk mereka. Jeongyeon juga tidak pernah melewatkan sarapannya lagi karena Nayeon selalu marah-marah jika Jeongyeon tidak sarapan. Karena bagi Nayeon, sarapan adalah hal terpenting di pagi hari dan tidak boleh dilewatkan.
Jeongyeon sekarang juga sudah tidur di kasur bersama Nayeon, tidak lagi tidur di sofa. Tapi, jangan berpikir mereka melakukan hal yang aneh-aneh. Mereka hanya sekedar tidur bersama di kasur. Hanya tidur. Bahkan tidurnya pun berjauhan dan dibatasi oleh sebuah bantal guling. Yup, sampai di 1 bulan pernikahan mereka sekarang ini, Jeongyeon masih belum menyentuh Nayeon sedikitpun dengan alasan menghargai Nayeon. Ia juga tidak berniat menyentuh isterinya itu saat dirinya sendiri masih dibayang-bayangi oleh sang mantan, yaitu Mina.
Pintu apartemen terbuka dan nampaklah seorang pria dengan setelan jas yang sudah tidak rapih lagi dengan wajahnya yang menunjukkan aura lelah. Pria itu tidak lain adalah Jeongyeon.
"Aku pulang!" teriak Jeongyeon sambil menghampiri Nayeon yang sedang sibuk memasak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nayeon menengok sekilas melihat Jeongyeon yang dengan lesu mengambil air di kulkas lalu duduk di kursi meja makan.
"Mandi dulu sana! Sebentar lagi makan malamnya siap." kata Nayeon sambil sibuk memindahkan makanan yang sudah matang ke piring.
"Huaaaa Nayeon!! Aku sangat lelah!!" Jeongyeon meletakkan kepalanya di atas meja makan.
Nayeon yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Ia menata piring-piring di meja makan. Sampai selesai Nayeon menata piring, Jeongyeon masih belum berpindah posisi. Ia masih menidurkan kepalanya di atas meja. Nayeon tidak dapat melihat wajah Jeongyeon karena wajahnya menghadap ke arah yang berlawanan.
"Jeong, cepat mandi dulu, setelah itu kita makan malam bersama," kata Nayeon sambil mengusap pundak Jeongyeon, namun tidak ada jawaban. "Jeong?" Nayeon menggoyangkan pundak Jeongyeon kali ini, namun tetap tidak ada jawaban. Saat Nayeon berpindah posisi menghadap ke arah wajah Jeongyeon, dapat ia lihat sekarang suaminya ternyata sudah terlelap.
"Astaga ternyata dia tertidur. Apa selelah itu bekerja sebagai CEO?" batin Nayeon.
Nayeon mulai membangunkan Jeongyeon dengan lembut. Ia mengusap-usap dan menepuk kecil pipi Jeongyeon.
"Jeongyeon, ayo bangun! Mandi, lalu makan malam. Setelah itu kau bisa beristirahat."
"Hmm.. iya." Jeongyeon merenggangkan otot-otot tubuhnya lalu bangkit menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.