Drama Tzuyu

4.3K 388 17
                                        

"Jeongyeon! Aku sudah menyiapkan pakaian kerjamu di kasur!" teriak Nayeon dari luar kamar mandi. Jeongyeon membalasnya dengan meneriakkan kata 'iya'.

Setelah mandi, Jeongyeon langsung terburu-buru memakai pakaian kerjanya. Pagi ini, Jeongyeon dan Nayeon kompak bangun kesiangan. Hal ini dikarenakan keduanya sama-sama tidak bisa tidur semalam. Untung saja, Jihyo, sekretaris Jeongyeon menelepon Jeongyeon berkali-kali untuk segera datang ke kantor untuk meeting.

"Nayeon, maaf aku terburu-buru. Aku lupa jika jadwal meetingku hari ini dimajukan. Bisakah sarapanku dibekali saja? Aku akan memakannya nanti di kantor." kata Jeongyeon menghampiri Nayeon yang sedang sibuk di dapur. Ia juga sambil terburu-buru memakai kaus kaki dan sepatunya.

Nayeon yang mendengarnya langsung saja menyiapkan bekal sarapan untuk Jeongyeon. Setelah itu, ia menghampiri Jeongyeon yang sedang sibuk di ruang kerjanya menyiapkan berkas-berkas. Ia mengamati Jeongyeon dari pintu ruang kerja.

"Kau ini selalu saja terburu-buru dan berantakan." kata Nayeon dalam hati. Ia pun menghampiri suaminya.

"Ini bekal sarapanmu." Nayeon menaruh kotak makan di atas meja lalu ia kembali mengamati Jeongyeon.

"Terimakasih, Nayeon." jawab Jeongyeon tanpa melihat ke arah Nayeon.

Nayeon yang tidak ingin merecoki Jeongyeon yang sedang sibuk akhirnya memilih untuk kembali ke ruang makan. "Aku ke ruang makan ya." Jeongyeon hanya membalasnya dengan anggukan.

Nayeon sedang sibuk membereskan dapur setelah memasak saat tiba-tiba Jeongyeon datang menghampiri Nayeon. "Nayeon, aku jalan ya. Terima kasih bekalnya. Maaf tidak bisa sarapan bersama."

Cup!

"Eh?" Nayeon terkejut saat tiba-tiba Jeongyeon mengecup keningnya dan langsung bersiap pergi.

"Jeongyeon, tunggu!" panggil Nayeon tiba-tiba sambil menahan lengan Jeongyeon.

"Hmm?" Jeongyeon berbalik badan menatap Nayeon. Nayeon langsung mendekat ke arah Jeongyeon.

Deg deg deg

Jantung Jeongyeon berdegup sangat cepat saat wajah Nayeon sangat dekat dengannya. Nayeon mengusap pundak Jeongyeon sebelum tangannya bergerak ke arah dasi Jeongyeon.

"Kau ini selalu saja berantakan. Lihat, bahkan dasimu tidak terpasang dengan benar." Nayeon merapikan dasi Jeongyeon yang berantakan. Mata Jeongyeon tidak mampu berkedip. Ia seperti terhipnotis saat melihat Nayeon sedekat ini.

"Sudah rapih. Sekarang cepat pergi sebelum terlambat." Nayeon menepuk pundak Jeongyeon sekali lagi sambil tersenyum manis. Jeongyeon membalasnya dengan senyuman yang tidak kalah manis.

"Terima kasih, Nayeon. Aku jalan ya." Nayeon menjawabnya denyan anggukan. Jeongyeon segera meninggalkan apartemennya dengan terburu-buru.

Setelah Jeongyeon pergi, Nayeon langsung mandi dan sarapan. Setelah itu, ia membersihkan apartemen. Memang, apartemen Jeongyeon termasuk bersih dah rapih, namun tetap saja barang-barang di sana harus dibersihkan dari debu.

Saat sedang membersihkan barang-barang di meja ruang kerja Jeongyeon, Nayeon melihat sebuah map yang terselip di antara map lainnya dan terdapat sebuah note yang bertuliskan sebuah nama perusahaan yang tidak asing bagi Nayeon.

"Ini bukankah nama perusahaan yang akan menjalin kerjasama bersama Jeongyeon hari ini?" Nayeon berusaha mengingat-ingat tentang perusahaan tersebut dan akhirnya teringat tentang cerita Jeongyeon yang akan melakukan proyek besar bersama perusahaan ini.

"Ah! Pasti Jeongyeon lupa dan meninggalkan berkas penting ini,"

"Apa aku harus mengantarkan berkas ini ke kantor Jeongyeon?"

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang