The Meeting

3.8K 339 38
                                        

"Aku berangkat, ya. Jaga dirimu baik-baik nanti di sana. Kabari aku jika sudah sampai." Jeongyeon mengecup kening isterinya sekali lagi sebelum ia berangkat pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan.

"Iya, Jeongyeon, pasti. Kau juga kabari jika sudah sampai. Jaga dirimu dan jaga kesehatanmu. Jangan sampai telat makan." Nayeon memeluk suaminya sekali lagi lalu melepas kepergian suaminya dengan senyuman hangat.

"Ayo, Jeongyeon, nanti kita bisa terlambat jika tidak segera berangkat." ucap Jihyo. Jeongyeon mengangguk. Ia lalu mulai melangkahkan kakinya keluar dari apartemen.

Nayeon yang sudah melihat kepergian suaminya, langsung bersiap diri untuk pergi. Tak lupa ia membersihkan apartemen terlebih dahulu agar saat ditinggal tidak terlalu kotor dan berantakan. Setelah itu, ia bergegas mandi dan membereskan beberapa pakaian yang akan dibawanya.

Nayeon akan pulang sementara ke kampung halamannya. Ia rindu bertemu paman dan bibinya, juga sahabatnya. Ia pikir, ia sudah cukup lama tidak berkunjung sejak terakhir bertemu mereka di pernikahannya.

Sedangkan Jeongyeon, ia akan terbang ke Jepang bersama Jihyo untuk waktu yang belum ditentukan. Bisa seminggu, ataupun lebih. Nayeon memaklumi keadaan tersebut asal Jeongyeon terus memberinya kabar agar tidak khawatir.

°°°

Jeongyeon dan Jihyo saat ini sedang berada di pesawat pribadi keluarga Yoo. Jeongyeon harus segera terbang ke Jepang untuk urusan pekerjaan. Pekerjaan yang dimaksud ini sama dengan apa yang kemarin diperdebatkan oleh Jeongyeon dan appanya.

Setelah kepulangan Jeongyeon dari rumah orang tuanya kemarin, ia langsung menyuruh Jihyo menyiapkan segala berkas dan transportasi untuk berangkat ke Jepang keesokan harinya. Ia harus mencari tau dan menyelesaikan semua masalah ini secepatnya.

"Jeongyeon, sebentar lagi kita sampai." ucap Jihyo memecah lamunan Jeongyeon. Jeongyeon hanya membalas mengangguk.

Pesawat yang ditumpangi Jeongyeon dan Jihyo mendarat dengan mulus di bandara Tokyo. Tanpa membuang waktu, Jeongyeon dan Jihyo langsung menuju ke tempat pertemuan kerjasama ini. Mereka tentunya menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh pihak yang akan bekerjasama dengan perusahaan keluarga Yoo.

Tak lupa, Jeongyeon tentunya memberi kabar pada Nayeon terlebih dahulu bahwa ia telah mendarat dengan selamat di Jepang.

°°°

"Selamat datang, Yoo Jeongyeon." ucap seorang pria paruh baya menyambut kedatangan Jeongyeon di mansionnya. Jeongyeon menunduk hormat kepada pria itu.

"Selamat datang di mansionku. Senang bisa bertemu kembali denganmu, Yoo junior." pria itu mengulurkan tangannya dan bibirnya membentuk sebuah senyum miring yang membuat Jeongyeon sangat kesal. Namun, Jeongyeon harus bersikap profesional dan berusaha menahan amarahnya.

"Terima kasih sudah menyambut kami. Saya juga senang bisa bertemu kembali dengan Anda, Tuan Myoui." ucap Jeongyeon sambil membalas jabatan tangan pria itu. Tatapan keduanya seperti menyiratkan sebuah kebencian satu sama lain.

Ya, tempat yang saat ini Jeongyeon pijaki adalah sebuah mansion dari keluarga Myoui, yang tidak lain, adalah keluarga dari Mina, cinta pertamanya.

Setelah penyambutan yang penuh aura mencekam, sekarang mereka sudah berkumpul di ruang makan. Jeongyeon dan Jihyo akan dijamu makan siang terlebih dahulu oleh Tuan Myoui.

Makan siang kali ini hanya ditemani suara dari sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Baik Jeongyeon ataupun Tuan Myoui tidak ada yang ingin memulai percakapan. Bahkan Jihyo, hanya diam membisu karena nyalinya menciut melihat pemandangan di depannya yang sangat penuh aura dingin dan mencekam.

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang