Sweet Lies

3K 295 14
                                        

"Jeongyeon.." Nayeon kini sedang sibuk menggoyang-goyangkan tubuh Jeongyeon, berusaha membuatnya bangun dari tidur. Semalam, Jeongyeon ketiduran di sofa karena kelelahan saat memikirkan masalah yang sedang ia hadapi.

"Jeongyeon, ayo bangun.." ucap Nayeon dengan lembut.

"Kiss dulu.." Jeongyeon yang matanya masih terpejam menyahuti panggilan Nayeon sambil bibirnya ia kerucutkan. Hal itu sontak membuat Nayeon tersenyum.

"Aku tidak mau kasih kiss. Kau masih bau. Wlee!!" ledek Nayeon. Kini Nayeon berpindah posisi naik ke atas tubuh Jeongyeon.

"Huh! Sudah tidak dikasih kiss, dikatai bau, sekarang ditibani pula." Jeongyeon semakin mengerucutkan bibirnya. Matanya kini sudah terbuka dan menatap Nayeon yang sedang menatapnya dengan jahil.

"Kau akan memberikan aku apa jika aku memberimu kiss pagi ini?" tanya Nayeon menantang.

"Hmm, apa ya?" Jeongyeon terlihat berpikir. Sedetik kemudian, senyum jahil terlukis di wajahnya.

"Akan aku kasih.. kelitikan!" Jeongyeon kini menarik tubuh Nayeon dan membalikkan posisi mereka. Tubuh Nayeon kini ditindih oleh Jeongyeon sambil jari-jari Jeongyeon sibuk mengelitiki pinggang Nayeon.

"Hahaha, Jeongyeon, lepaskan! Haha, sangat geli."

"Sayangnya aku tidak mau melepaskanmu, My Bunny." Jeongyeon semakin gencar mengelitiki pinggang Nayeon. Membuat tubuh Nayeon bergerak agresif berusaha lepas dari jari-jari nakal Jeongyeon.

"Ampun, Jeongyeon. Hahaha, aku tidak kuat."

"Sekarang sudah mau memberikan aku morning kiss?" tanya Jeongyeon saat melepaskan tangannya di pinggang Nayeon. Dada Nayeon terlihat naik turun berusaha mengatur napas.

"Iya-iya. Sini." Nayeon yang sudah teratur napasnya kini menarik tengkuk Jeongyeon untuk mendekatkan wajah mereka. Sebuah ciuman lembut kini telah mendarat sempurna di bibir Jeongyeon.

Jeongyeon melepaskan ciuman tersebut lalu menatap wajah Nayeon yang berada di bawahnya.

"Aku mencintaimu, Nayeon." lirih Jeongyeon.

"Aku juga mencintaimu, Jeongyeon," jawab Nayeon.

"Walaupun aku tau kau juga mencintai wanita lain." kalimat terusan ini hanya mampu Nayeon ucapkan di dalam hatinya.

Sungguh miris melihat Nayeon yang berusaha baik-baik saja di depan Jeongyeon dan Jeongyeon yang bersikap seakan tidak terjadi apa-apa di depan Nayeon.

°°°

"Untuk apa ingin bertemu denganku? Seingatku, waktu itu kau mengusirku saat aku berusaha memberikan nasihat." ucap Jihyo dengan nada dingin dan menyindir.

Jeongyeon dan Jihyo kini sedang berada di sebuah kafe di pusat kota. Jeongyeon meminta Jihyo menemuinya karena ia ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Jihyo. Selain itu, ia juga sedang butuh teman cerita dan butuh masukan atas permasalahannya.

"Jihyo, aku minta maaf soal waktu itu. Aku mohon tidak usah diungkit lagi. Saat itu aku bertindak ceroboh dengan membentakmu." Jeongyeon mengatakan permintaan maafnya dengan sangat tulus.

"Baiklah, aku maafkan. Sekarang, ceritakan semuanya, Jeongyeon. Aku tau, kau memintaku ke sini karena butuh teman cerita." ucap Jihyo langsung kepada intinya.

"Kau benar-benar sahabatku, Jihyo! Kau tau apa yang aku butuhkan." senyum Jeongyeon kini mulai mengembang mendengar Jihyo sudah memaafkannya.

Jeongyeon mulai menceritakan semuanya dengan jelas, kecuali tentang niat utamanya mengambil hak asuh Leo. Jeongyeon menceritakan masa lalunya dengan Mina sampai kabar kehamilan Nayeon.

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang