2Yeon Fanfiction
Bercerita tentang rumah tangga seorang pria kaya raya yang menikah dengan wanita yang sangat sederhana.
Mampukah rumah tangga mereka berjalan lancar saat sang pria masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya?
Waktu pernikahanku dengan Nayeon tinggal menghitung jam. Aku tidak bisa tidur semalaman menantikan momen tersebut. Bukannya aku gugup, tapi ada pikiran lain yang mengganguku, yaitu Mina, cinta pertamaku. Entah kenapa, hatiku tiba-tiba gelisah mengingat Mina. Padahal, kami sudah tidak pernah bertemu lagi sejak aku kuliah di luar negeri 6 tahun yang lalu.
Saat ini, aku sedang menatap langit-langit kamarku, mengenang semua kenangan antara aku dan Mina. Yap, di apartemenku saat ini hanya ada aku sendiri. Nayeon sementara menginap di rumahku bersama appa dan eomma. Kata mereka, aku tidak boleh bertemu Nayeon sampai nanti pernikahan dimulai.
Entah kenapa hatiku gelisah. Kemarin aku sudah yakin untuk menikahi Nayeon, namun saat tadi aku melihat berita tentang Mina di tv, hatiku tiba-tiba menjadi ragu. Sepertinya aku harus menemui Mina secepatnya setelah pernikahanku selesai. Aku merasa ada sesuatu yang sebenarnya belum terselesaikan.
Author POV
"Yak! Yoo Jeongyeon! Cepat bangun! Ini hari pernikahanmu!"
Seorang wanita berpakaian rapih memasuki kamar Jeongyeon. Ia memukul-mukul pipi Jeongyeon untuk membangunkannya.
Jeongyeon langsung bangkit dari kasur dan segera menuju kamar mandi. Wanita yang membangunkan Jeongyeon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah biasa baginya membangunkan Jeongyeon yang selalu telat bangun disaat momen-momen penting.
Hanya butuh waktu 5 menit bagi Jeongyeon untuk mandi. Ia bergegas memakai setelan pernikahannya yang serba putih, sangat mempesona.
"Jihyo, bisakah kau memakaikan aku make up di mobil saja? Aku akan meminta supir untuk mengendarai mobilku."
Jeongyeon melihat arlojinya, waktunya tinggal 15 menit lagi, tidak akan cukup bila memakai make up terlebih dahulu. Akhirnya ia meminta Jihyo untuk memakaikannya make up di mobil yang dibalas dengan Jihyo dengan hembusan napas malas.
"Kamu memang kebiasaan seperti ini. Ya sudah ayo cepat!"
Sesampainya di sana, sudah banyak tamu yang hadir. Jeongyeon bersiap untuk memulai pernikahan. Ia menunggu sang mempelai wanita untuk masuk ke gereja.
Jeongyeon sangat tampan hari ini. Banyak para pengusaha muda yang tampan maupun dari kalangan selebriti yang hadir, namun tetap tidak mampu mengalahkan pesona Jeongyeon sebagai mempelai pria saat ini.
Saat Nayeon memasuki gereja, semua mata tertuju padanya. Ia memasuki gereja didampingi oleh paman dan bibi yang datang dari kampung halamannya. Ia sudah tidak punya keluarga lagi selain tetangganya, yaitu paman dan bibi yang sudah dianggapnya sebagai keluarga.
Nayeon melangkah dengan penuh senyuman. Ia sudah yakin dengan pernikahannya dengan Jeongyeon. Walaupun tidak ada sedikitpun rasa cinta di antara mereka, ia cukup yakin bahwa Jeongyeon adalah orang yang baik, ditambah dengan keluarga Jeongyeon yang sangat menyayanginya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.