"Noona! Kau sudah datang. Silahkan masuk." Chaeyoung menyambut kedatangan Nayeon di apartemennya dengan semangat.
"Terima kasih, Chaeyoung." ucap Nayeon saat Chaeyoung menyuguhkan segelas jus untuk Nayeon.
"Wajahmu kali ini terlihat lebih bahagia, Noona. Apa ada yang aku lewatkan?" goda Chaeyoung. Nayeon hanya tersenyum simpul.
"Aku rasa perkataan kau benar." jawab Nayeon.
"Tentang?" Chaeyoung menaikkan satu alisnya pertanda bingung.
"Tentang cara terbaik memperjuangkan cinta. Kau bilang bahwa cara terbaik memperjuangkan cinta kita saat ini adalah dengan menunjukkan cinta kita sepenuhnya pada orang tersebut. Dan aku rasa, cara itu berhasil. Jeongyeon termakan dengan akting kita kemarin."
"Hahaha. Benarkah? Hyung ternyata benar-benar tipe pria pencemburu." Chaeyoung tertawa membayangkan ekspresi kesal Jeongyeon kemarin saat dirinya memuji-muji Nayeon.
"Tapi Chaeyoung, dari mana kau tau cara ini akan berhasil?"
Chaeyoung membenarkan posisi duduknya untuk berbicara lebih serius.
"Sederhana saja, hyung dan Mina sebenarnya tidak benar-benar saling mencintai seperti dulu. Aku bisa lihat itu di mata mereka. Tatapan hyung ke Mina mungkin memang masih ada rasa, tapi aku lebih melihat rasa bersalah di dalam tatapan itu. Dan aku rasa, hyung salah menafsirkan perasaannya ini. Rasa bersalah yang bersarang di hatinya salah ditafsirkan menjadi perasaan cinta. Aku tau, hyung hanya berusaha menebus kesalahannya di masa lalu. Namun, hyung menggunakan cara yang salah. Kau tau bukan, suamimu memang ceroboh dan terkadang sulit mengambil keputusan," Nayeon tertawa kecil dan mengangguk-anggukkan kepalanya menyetujui perkataan Chaeyoung.
"Dan sekarang, kita hanya perlu memainkan peran kita sebagai pasangan mereka. Kita tidak perlu memergoki hubungan mereka lalu mengumbar-umbar tentang kekecewaan kita. Kita cukup simpan rasa kekecewaan sesaat itu, lalu kita tunjukkan pada mereka bahwa kitalah pasangan yang pantas untuk mereka. Pastinya mereka akan merasa bersalah telah mengkhianati kita. Ya walaupun hubungan mereka tidak sampai sejauh itu."
"Kau benar-benar cerdas, Chaeyoung!" Nayeon memberikan 2 jempol tangannya pada Chaeyoung membuat Chaeyoung tersenyum penuh percaya diri.
"Jadi, kita harus terus berusaha meyakinkan mereka bahwa kitalah yang sebenarnya mereka cintai. Dan aku yakin, hyung sangat mencintaimu mengingat ia sangat tidak suka kau dekat dengan pria lain. Kekeke. Fighting, Noona!"
"Fighting!"
Drrtt.. Drrtt..
"Halo?" Chaeyoung mengangkat panggilan teleponnya. Nayeon hanya menatap Chaeyoung sambil meminum jusnya.
"Benarkah?! Ah, baiklah. Segera kirimkan data tersebut ke emailku, ya,"
"Ya, terima kasih." Chaeyoung menutup panggilannya dengan wajah gusar.
"Ada apa, Chaeyoung?"
"Noona, aku sebenarnya tidak ingin memberitahumu saat ini karena bukti-bukti belum sepenuhnya aku temukan. Tapi, ini benar-benar mengejutkan bagiku."
"Ada apa, Chaeyoung? Beritahu aku." tanya Nayeon penasaran.
"Aku sedang menyelidiki tentang kedatangan tiba-tiba hyung ke Jepang menemui ayah Mina. Dan aku menemukan bukti bahwa perusahaan hyung dan ayah Mina baru saja melakukan kerja sama. Ini sungguh sebuah kejanggalan. Mengingat, keluarga mereka adalah musuh bisnis sejak dulu."
"Jadi maksudmu, pertemuan Jeongyeon dan Mina di Jepang telah direncanakan?"
"Aku tidak tau. Tapi bisa jadi seperti itu. Aku akan terus mencari fakta tentang ini. Aku mencium sesuatu yang aneh disini."
KAMU SEDANG MEMBACA
Married Life [✓]
Fanfiction2Yeon Fanfiction Bercerita tentang rumah tangga seorang pria kaya raya yang menikah dengan wanita yang sangat sederhana. Mampukah rumah tangga mereka berjalan lancar saat sang pria masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya?
![Married Life [✓]](https://img.wattpad.com/cover/151025610-64-k264156.jpg)