"Bagaimana kabarmu pagi ini, Yoo? Apakah tidurmu nyenyak bersama anakku?" Tuan Myoui yang sedang menghisap cerutunya memulai pembicaraan. Di ruangan itu terdapat Tuan Myoui, Jeongyeon, dan Jihyo tentunya. Mereka akan melanjutkan pembahasan kerja sama perusahaan mereka.
Kalimat pembuka yang dilontarkan oleh Tuan Myoui terdengar seperti sindiran untuk Jeongyeon. Jihyo yang mendengarnya pun menjadi heran sendiri. Ia masih berusaha menerka-nerka apa maksud di balik semua ini.
"Tidak usah berlama-lama, Tuan Myoui. Saya akan langsung ke intinya. Jadi dugaan saya benar, Anda membuat kontrak kerja sama sepihak seperti ini karena Anda sedang dililit hutang. Benar, bukan?" ucap Jeongyeon dengan tegas.
Melihat tidak ada jawaban dari Tuan Myoui, Jeongyeon kembali melanjutkan perkataannya.
"Saya akan membantu perusahaan Anda agar bisa melewati masa sulit ini. Tapi, dengan satu syarat."
"Syarat? Berani kamu memberi saya syarat?! Saya tidak membuka aib kamu saja seharusnya kamu sudah bersyukur!" suara Tuan Myoui mulai meninggi. Jihyo yang melihat perdebatan kedua pria di depannya hanya bisa diam.
"Aib saya? Bukankah Anda sendiri yang mengasingkan Mina ke sini karena Anda malu dengan kenyataan bahwa Mina hamil?"
"Tutup mulutmu!"
"Anda yang seharusnya tutup mulut!" Jeongyeon membalas perkataan Tuan Myoui dengan lebih tinggi. Suasana di ruangan itu benar-benar mencekam.
"6 tahun Anda memisahkan saya dengan Mina, bahkan dengan anak saya sendiri. Anda memisahkan saya dengan Mina karena mementingkan ego Anda. Dan sekarang, dengan egoisnya Anda memanfaatkan Mina dan Leo untuk mengikat saya. Saya tidak menyangka Anda selicik ini, Tuan Myoui." Jihyo sangat terkejut mendengar penuturan Jeongyeon.
Tuan Myoui tidak mampu menjawab perkataan Jeongyeon karena ia sadar betul perkataan Jeongyeon benar. Dia memang licik.
"Baiklah. Katakan, apa syarat darimu?" ucap Tuan Myoui. Kali ini suaranya sudah tidak meninggi.
Hening.
Hening terlebih dahulu sampai beberapa saat kemudian Jeongyeon mengucapkan kalimat yang membuat Tuan Myoui sangat murka.
"Aku ingin hak asuh Leo menjadi milikku."
Brak!
"Kau gila, ya?!" Tuan Myoui menggebrak meja dengan sangat kencang. Ia menujuk wajah Jeongyeon dengan tegas.
"Terserah Anda ingin bicara apa tentang saya. Kalau Anda ingin bermain licik dengan saya, saya bisa lebih licik dengan Anda! Turuti kemauan saya, atau kontrak perjanjian ini akan saya bawa ke jalur hukum," Jeongyeon bangkit dari duduknya. Ia mengisyaratkan Jihyo untuk mengikutinya keluar ruangan.
Sebelum keluar ruangan, Jeongyeon menyempatkan diri berbalik dan mengucapkan sesuatu yang membuat Tuan Myoui tersentak.
"Ah, saya lupa bilang hal ini pada Anda. Saya tidak pernah menganggap kehamilan Mina sebagai sebuah aib. Saya tidak peduli pada citra saya di masyarakat karena saya lebih peduli pada perasaan orang yang saya sayangi. Tapi saya rasa, prinsip Anda berbeda. Ego Anda lebih penting daripada kebahagiaan Mina. Saya permisi, Tuan Myoui."
Jeongyeon dan Jihyo keluar ruangan tersebut. Saat pintu sudah tertutup, air mata Tuan Myoui langsung jatuh.
"Maafkan daddy, Mina.."
°°°
"Jeongyeon, apa maksud semua ini?! Siapa Mina? Dan siapa Leo?!" Jihyo mulai menginterogasi Jeongyeon saat mereka telah di kamar Jeongyeon.
Jeongyeon menunduk lesu. Dengan lemah ia menceritakan semuanya pada Jihyo. Ia butuh teman cerita saat ini. Dan Jihyo adalah pilihan yang tepat. Jihyo selalu menjadi sahabat yang setia mendengarkan dan memberikan saran untuk Jeongyeon.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married Life [✓]
Fanfiction2Yeon Fanfiction Bercerita tentang rumah tangga seorang pria kaya raya yang menikah dengan wanita yang sangat sederhana. Mampukah rumah tangga mereka berjalan lancar saat sang pria masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya?
![Married Life [✓]](https://img.wattpad.com/cover/151025610-64-k264156.jpg)