Hai, Son Chaeyoung!

3K 298 19
                                        

"Leo, daddy sudah membelikanmu banyak mainan. Nanti kita bermain bersama, ya."

Tidak ada jawaban.

Jeongyeon, Mina, dan Leo kini sedang berada di mobil Jeongyeon. Mina dan Leo baru saja dijemput oleh Jeongyeon dan mereka akan diantar ke apartemen milik Mina.

Leo yang duduk di bangku penumpang belakang hanya diam sambil menatap jalanan. Ia sedang kesal dengan kedua orang tuanya.

"Mina, ada apa dengan Leo?" bisik Jeongyeon pada Mina yang duduk di sebelahnya.

"Dia kesal karena harus menunggu terlalu lama untuk bertemu denganmu. Ditambah, aku selalu melarangnya saat ia ingin menghubungimu kemarin-kemarin." jawab Mina. Jeongyeon hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Leo, bagaimana jika hari ini kita pergi ke toko es krim dan bermain seharian dengan mainan yang daddy belikan?" Jeongyeon berusaha membujuk anak laki-lakinya agar ia kembali bersemangat.

"Benarkah?! Daddy akan menemaniku bermain seharian?!" Leo sepertinya mulai terbujuk dengan rayuan Jeongyeon. Buktinya, ia kini kembali bersemangat mendengar penawaran Jeongyeon.

"Iya, Sayang. Sekarang, kita menuju ke toko es krim dulu, ya."

"Asyik! Aku mau es krim cokelat yang banyak, Daddy."

"Iya-iya." Jeongyeon tersenyum menatap Leo dari kaca spion depan. Ia juga melirik ke arah Mina dengan tersenyum. Tentu saja Mina juga membalas senyuman tersebut.

°°°

"Hai, Jihyo!"

"Astaga! Nayeon?!" Jihyo yang tadi sedang fokus ke laptopnya kini terlonjak kaget saat di depan wajahnya tiba-tiba muncul wajah Nayeon.

"Aku mengagetkanmu, ya? Hehe maaf, Jihyo."

"Ah, tidak apa-apa, Nayeon. Ngomong-ngomong, untuk apa kau kesini?"

"Tentu saja ingin bertemu Jeongyeon. Aku membuatkan makan siang untuknya." jawab Nayeon sambil menunjukkan sebuah kotak bekal makanan.

"Jeongyeon? Hari ini ia tidak masuk kerja, Nayeon. Aku pikir Jeongyeon pergi bersamamu karena ia membatalkan semua jadwal meetingnya tadi pagi." ucap Jihyo dengan polosnya.

Nayeon tertegun mendengar perkataan Jihyo. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Jeongyeon tidak ada di kantor saat ini sedangkan tadi pagi, Jeongyeon pamit untuk pergi bekerja.

Saat melihat Nayeon yang sedang diam berpikir, Jihyo tiba-tiba menyadari sesuatu. Jika Nayeon datang ke kantor untuk menemui Jeongyeon dan membawakan bekal makan siang, itu artinya Nayeon mengira Jeongyeon pamit pergi untuk bekerja. Sedangkan baru saja Jihyo berkata bahwa Jeongyeon tidak masuk hari ini.

"Astaga! Kau bodoh sekali, Jihyo!" rutuk Jihyo dalam hati.

"Ah, Nayeon, maksudku-" belum sempat Jihyo menyelesaikan kalimatnya, Nayeon sudah melangkahkan kakinya meninggalkan Jihyo yang sedang merutuki dirinya sendiri.

"Maafkan aku, Jeongyeon. Aish! Jihyo pabo!"

°°°

"Leo, makan dulu es krimnya, baru bermain." Jeongyeon menegur Leo karena anaknya kini sedang sibuk memainkan mainan baru pemberian Jeongyeon dan es krim di hadapannya hanya didiamkan.

"Mommy, bolehkah Leo meminta untuk disuapi?" tanya Leo kepada Mina sambil tersenyum manis. Mulutnya yang belepotan es krim cokelat kini membuat wajah Leo semakin lucu.

"Tentu saja, Sayang." Mina mengelus rambut anaknya dengan lembut lalu mulai menyuapi es krim favorit Leo tersebut. Jeongyeon tersenyum melihat pemandangan di depannya.

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang