Flashback

2.9K 293 16
                                        

"Mina!"

"Eh? Momo?!"

"Mina aku sangat rindu padamu!"

Gadis yang dipanggil dengan nama Momo oleh Mina itu langsung memeluk Mina dengan erat. Mina pun membalasnya dengan erat pula.

"Momo, kapan kau sampai di Korea?" tanya Mina saat pelukan mereka sudah terlepas.

"Aku baru sampai kemarin malam. Aku sengaja tidak memberitahumu agar menjadi kejutan. Selamat ya atas kemenanganmu! Aku sangat bangga padamu, Mina. Aku menonton pertunjukkanmu sejak tadi di bagian pojok sana." Momo menunjuk ke bagian ujung tempat penonton.

"Terima kasih, Momo. Kau benar-benar sahabat terbaikku." Mina kembali memeluk Momo sekilas.

"Eh, ngomong-ngomong, dimana Jeongyeon?" tanya Momo saat ia baru menyadari sejak awal Mina hanya sendiri.

Wajah Mina tiba-tiba menjadi suram. Terlihat kilatan kesedihan di pancaran mata Mina.

"Mina, Jeongyeon dimana? Apa kalian sedang bertengkar?" tanya Momo khawatir melihat wajah Mina.

"Ah, t-tidak, Momo. Hanya saja, sejak pagi tadi aku tidak mendapatkan kabar apapun dari Jeongyeon." jawab Mina dengan lesu.

"Kau sudah mencoba meneleponnya?"

"Sudah, tapi nomornya tidak aktif. Padahal, ia tau hari ini aku ada kejuaraan balet." Mina kini sudah memeluk Momo kembali. Ia kini membiarkan air matanya jatuh begitu saja.

"Sstt.. Mina, jangan menangis. Sini, duduk dulu. Tenangkan dirimu, ya." Momo menarik Mina ke salah satu bangku penonton. Ia mengusap-usap punggung Mina agar Mina merasa lebih tenang.

"Jeongyeon berubah, Momo. Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya. Tapi aku tau bahwa dia berubah. Ia menjadi lebih tertutup akhir-akhir ini. Bahkan, sangat jarang menghubungiku. Dan sejak tadi pagi, ia benar-benar seperti menghilang ditelan bumi," Mina menangis sesenggukan di pelukan Momo. Sedangkan Momo hanya setia mendengarkan cerita Mina agar hati Mina menjadi lebih lega.

"Aku tidak tau lagi harus apa. Aku benar-benar mencintainya. Masalah antara orang tua kami saja sudah cukup membuatku menderita. Sekarang, sikap dia yang seperti ini membuatku semakin menderita."

"Aku tau, Mina, aku tau. Bersabarlah. Aku tau ini sulit untuk dirimu dan untuk kalian,"

Drrtt.. Drrtt..

"Mina, handphonemu berdering. Coba lihat, siapa tau itu Jeongyeon." ucap Momo melepas pelukannya.

Mina mengusap air matanya terlebih dahulu sebelum mengambil handphonenya. Ia melihat nama pemanggil di layar handphonenya.

Hanya sebuah nomor tidak dikenal.

"Tidak ada di kontakku. Siapa ya?" ucap Mina bertanya-tanya.

"Angkat saja, siapa tau penting." balas Momo.

Mina pun mengangkat panggilan tersebut.

"Halo?"

°°°

"Jeongyeon!"

"Ah, Anda Mina Noona, bukan?"

"I-iya. Aku Mina. Kenapa Jeongyeon bisa menjadi seperti ini?!"

"Sebelumnya, perkenalkan, namaku Chaeyoung. Aku yang meneleponmu tadi. Aku juniornya Jeongyeon Hyung di tempat kursus musik." laki-laki mungil berwajah manis itu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri pada Mina.

"Ah, i-iya. Aku Mina, kekasih Jeongyeon," ucap Mina sambil membalas uluran tangan Chaeyoung.

"Chaeyoung, kenapa Jeongyeon bisa seperti ini? Dan kenapa kalian bisa masuk ke club seperti ini?!" tanya Mina sambil teriak. Musik yang menggema di ruangan tersebut sangat keras.

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang