Sweet Jeongyeon

5.1K 342 7
                                        

Cup cup cup cup cup

"Hmm.."

Nayeon sedang menatap suaminya yang sedang tidur dengan lelap di sampingnya dengan wajahnya bertumpu pada tangannya. Ia mencoba membangunkan Jeongyeon dengan memberikan ciuman kecil di pipi, kening, ataupun hidung Jeongyeon. Namun, yang dicium tetap setia dengan mimpinya.

"Jeongyeon~"

"Hmm.."

"Jeongyeon, ayo bangun! Katamu pagi ini ada meeting penting," sekarang Nayeon mulai mencubit-cubit pipi Jeongyeon dengan gemas. Namun tetap tidak ada respon.

"Jeongyeon, ayo bangun, sayang.."

"Eh? Apa katamu barusan?" tiba-tiba Jeongyeon langsung membuka matanya saat ia mendengar ucapan Nayeon tadi.

"Tidak ada. Aku tidak bicara apa-apa." Nayeon menggeleng dan tersenyum menggoda.

"Bohong ya.. cepat ulangi perkataanmu tadi." Nayeon masih bersikukuh tidak menjawab. Bahkan, sekarang lidahnya ia julurkan untuk meledek Jeongyeon.

"Tidak mau! Wlee!"

Jeongyeon yang melihatnya menjadi semakin gemas. Tangannya kini mulai masuk ke dalam selimut dan mulai mengelitiki pinggang Nayeon yang terekspos. Ya, mereka sama-sama tidak memakai pakaian sehelaipun. Maklum, mereka terlalu lelah setelah semalam 'berolahraga'.

"Nakal ya.. sini aku hukum!"

"Hahaha, Jeongyeon, ampun! Lepaskan! Hahaha." Nayeon yang tidak kuat geli langsung meronta meminta lepas. Kakinya bahkan kini sudah menendang-nendang selimut yang mereka pakai sehingga tubuh mereka kini semakin terekspos jelas.

"Masih berani nakal lagi, hmm?" Jeongyeon kini sudah berada di atas tubuh Nayeon. Tangannya mengunci tubuh Nayeon hingga tidak bisa kemana-mana. Nayeon yang menyadari keduanya masih belum berpakaian ditambah tatapan Jeongyeon yang mulai nakal, pipinya mulai merona sekarang.

"Yak! Menyingkir kau!" Nayeon mendorong tubuh Jeongyeon kuat-kuat sehingga Jeongyeon terhempas ke samping Nayeon. Kesempatan itu digunakan Nayeon untuk mengambil lagi selimutnya dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut tersebut.

Jeongyeon yang melihat Nayeon malu-malu menjadi tertawa kecil. "Kenapa ditutupi, Nay? Toh aku sudah pernah melihatnya. Bahkan mencicipinya. Kekeke."

"Yak! Jaga mulutmu!" Nayeon berusaha memukul kepala Jeongyeon namun tidak kena karena ditepis Jeongyeon yang akhirnya menyebabkan tangan itu malah menyenggol suatu 'benda' yang menempel di antara paha Jeongyeon.

"Ahh.." Jeongyeon menggoda Nayeon dengan mengeluarkan suara desahan yang dibuat-buat.

Nayeon yang menyadari hal itu langsung berteriak dan masuk bersembunyi ke dalam selimut.

"Aaakk!! Jeongyeon gila!" teriak Nayeon dari dalam selimut. Jeongyeon semakin tertawa terbahak-bahak. Ia semakin bernafsu untuk menggoda Nayeon.

"Loh? Kok aku yang gila? Kau yang jahat, Nayeon. Kau sudah menyentuhnya, namun tidak mau bertanggungjawab. Kekeke."

"DASAR GILA! CEPAT MANDI SANA!" kali ini Nayeon tidak main-main. Ia mengambil bantal dan memukul Jeongyeon bertubi-tubi dengan bantal tersebut sampai Jeongyeon menyerah dan masuk ke kamar mandi.

"Awas ya kalau nanti kau meminta untuk menyentuhnya atau bahkan meng-" teriak Jeongyeon yang mengintip kecil dari pintu kamar mandi. Belum sempat Jeongyeon selesai bicara, Nayeon sudah kembali berteriak dan melemparkan bantal yang hanya mengenai pintu tersebut.

"MATI SAJA KAU, YOO JEONGYEON!"

°°°

Nayeon kini sedang sibuk menyiapkan bekal sarapan untuk Jeongyeon. Dirinya kini hanya menggunakan kaus putih kebesaran milik Jeongyeon. Ia belum sempat mandi, hanya mencuci muka dan menyikat gigi. Ia harus segera menyiapkan bekal sarapan untuk Jeongyeon karena Jeongyeon ada meeting penting pagi ini.

Married Life [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang