"Ini, minum dulu." Chaeyoung memberikan segelas teh untuk Nayeon. Mereka kini sedang berada di apartemen Chaeyoung.
"Terima kasih." Nayeon menyesap teh hangat itu, memberikan kehangatan untuk tubuhnya.
Chaeyoung hanya menatap Nayeon yang ada di hadapannya dengan tersenyum. Mereka duduk di sofa yang saling berseberangan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Nayeon yang mulai risih ditatap seintens itu oleh Chaeyoung.
"Kau cantik, Noona. Hyung sangat beruntung selalu mendapatkan wanita cantik di dalam hidupnya. Tapi, tetap yang paling cantik bagiku adalah Mina. Hehehe." Nayeon hanya memutar bola matanya malas mendengar kalimat terakhir Chaeyoung.
"Chaeyoung, bisa kau ceritakan tentang hubungan kau dengan Jeongyeon? Sepertinya kau sangat tau tentang masa lalu Jeongyeon."
"Aku bukan hanya tau, Noona. Tapi, aku merupakan salah satu bagian dari masa lalu hyung." Chaeyoung tersenyum menjawab pertanyaan Nayeon.
Setelah itu, Chaeyoung mulai menceritakan masa lalu dirinya dengan Jeongyeon. Mulai dari hubungan persahabatan dirinya dengan Jeongyeon, mereka yang merupakan junior-senior di tempat kursus musik, hingga terkadang menjadi rekan kerja di club malam sebagai pekerja paruh waktu.
"Kerja paruh waktu? Kenapa Jeongyeon harus melakukan itu? Bukankah ia berasal dari keluarga kaya? Dan aku rasa, kau juga berasal dari keluarga yang berkecukupan."
Chaeyoung tertawa kecil mendengar pertanyaan Nayeon. Ia lalu menjawab, "Kau memang benar, Noona. Aku dan hyung berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ada satu kesamaan antara aku dan hyung yang membuat kami sangat dekat, yaitu kami sama-sama berjuang untuk mendapatkan kebebasan."
"Aku tidak mengerti maksudmu, Chaeyoung." Nayeon membenarkan posisi duduknya. Ia semakin penasaran dengan masa lalu suaminya yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.
"Hyung dipaksa oleh orang tuanya untuk meneruskan pendidikan kuliah jurusan bisnis yang mana sangat tidak disukai oleh hyung. Ia bermimpi sebagai pemusik, sama sepertiku. Tapi, orang tua kami tidak peduli. Aku juga dipaksa untuk meneruskan bisnis rumah sakit keluarga. Aku dipaksa untuk mengambil sekolah kedokteran. Oleh karena keadaan kami yang sama itu, akhirnya kami menjadi sangat dekat. Kami sering melakukan hal-hal gila untuk berusaha mencari kebebasan kami sendiri." jelas Chaeyoung sambil tersenyum. Ia seperti memutar kembali kenangan lamanya bersama hyung-nya.
"Lalu, apa yang terjadi antara Jeongyeon, kau, dan Mina?" tanya Nayeon kini mulai penasaran kenapa Jeongyeon putus dengan Mina dan sekarang Chaeyoung menjadi tunangan Mina.
"Sampai detik ini, aku masih menyesalkan keputusanku saat meninggalkan mereka hanya berdua waktu itu," jawab Chaeyong sambil tersenyum getir.
"Kalau saja aku tidak meninggalkan mereka malam itu, mungkin saat ini hubungan kau dan hyung, atau hubungan hyung dan Mina tidak akan serumit ini."
"Chaeyoung, tunggu dulu, apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti."
"Akulah penyebab Mina akhirnya mengandung anak hyung sampai akhirnya lahirlah Leo, anak dari hyung dan Mina."
Bagai tersambar petir, Nayeon yang mendengar perkataan Chaeyoung benar-benar terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Semua suara yang ada di sekitarnya seakaan hilang meredup. Yang dapat ia rasakan sekarang seperti dunianya telah hancur begitu saja.
"Aw!" tiba-tiba Nayeon meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Chaeyoung yang melihat hal tersebut refleks langsung menghampiri Nayeon.
"Noona, kau kenapa?" belum sempat Nayeon menjawab pertanyaan Chaeyoung, Nayeon sudah terlebih dahulu pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married Life [✓]
Fanfiction2Yeon Fanfiction Bercerita tentang rumah tangga seorang pria kaya raya yang menikah dengan wanita yang sangat sederhana. Mampukah rumah tangga mereka berjalan lancar saat sang pria masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya?
![Married Life [✓]](https://img.wattpad.com/cover/151025610-64-k264156.jpg)