Jika memikirkan perihal temu denganmu.
Pipiku masih saja bersemu.
Kamu memang tidak bisa disamakan dengan lelaki yang ku puja dalam dunia jingga.
Kamu dengan sejuta rahasiamu selalu jadi kejutan termanis untukku.
Jadi, tetaplah seperti ini.
Aku pernah menggenggam lembut tanganmu meski sesaat.
Percayalah saat itu, debar jantungku kian tak menentu.
Rona pipiku kian menyatu dengan warna langit senja.
Dan aku benci bila harus mengakui, bahwa aku jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya, pada orang yang sama.
Dan aku dengan terpaksa kembali menahan senyumku.
Karena salah tingkah di depanmu itu memalukan.
Terlebih kamu itu menyebalkan. 🍃Sumpiuh, 20 Juli 2018

KAMU SEDANG MEMBACA
Poetry
PoetryBaca aja dulu, kali aja suka. Kasih bintang biar gelap rada terang. Hai sayang♡ Kapan pulang? 10 Jun - 3 August 2018