Teruntuk Ayah..
Aku mungkin banyak salah
Ah, ralat
Aku memang banyak salah
Dan aku mengakuinya
Ayah..
Aku meminta maaf
Untuk segala kata yang menyakiti hatimu
Untuk segala bantah yang menggores luka di hatimu
Untuk segala perilaku yang membuat tangis di hatimu
Ayah..
Dengarlah aku
Dengarkan sejenak saja, sebuah kejujuran dariku
Aku memang sering membuatmu marah
Kecewa dan nelangsa
Aku mengakuinya
Tapi di balik segala yang ku lakukan
Aku menyimpan tangisku juga
Aku menyimpan lukaku juga
Aku menyimpan cerita-ceritaku juga
Cerita-cerita dari masa laluku yang teramat kelam
Yang ku sembunyikan dengan sangat aman
Dan kau pun tak mengetahuinya sedikit pun
Bukan
Bukan semata-mata karena aku sudah tak percaya
Namun karena aku sengaja
Sengaja bersembunyi di balik penutup wajah
Berlindung dari segala amarah
Aku tak ingin
Benar-benar tak ingin engkau tau
Betapa rapuhnya aku kali ini
Betapa bodohnya aku saat ini
Betapa cengengnya aku sekarang ini
Aku tak ingin
Benar-benar tak ingin engkau tau
Betapa aku teramat sangat hancur
Betapa aku teramat sangat terpekur
Aku tak ingin
Benar-benar tak ingin engkau tau
Betapa rusaknya putri sulungmu
Betapa bejadnya putri pertamamu
Ayah..
Untuk pertama dan mungkin untuk yang terakhir kalinya
Aku akan benar-benar memohon padamu
Ayah..
Ampuni aku
Ampuni segala dosaku
Segala salah kata dan tindakku
Karena aku tak ingin hidup seperti ini lagi
Di kejar perasaan dengki
Di selubungi rasa iri
Di selimuti rasa sepi
Ayah..
Aku sudah lelah
Lelah untuk terus hidup seperti ini lagi
Di hantui pilunya tangis
Di kerubuti pisau yang mengiris
Pelan namun pasti
Aku hidup dalam goncangan psikis
Ayah..
Karena kau adalah cintaku
Cinta pertamaku
Sosok lelaki tangguh
Dengan keteguhan hati yang penuh
Penuh akan kasih sayang
Kau lelaki terbaik
Lelaki yang tak pernah menyakitiku
Lelaki yang di balik sikap tegasnya menyimpan sebuah pilu
Lelaki yang di balik sikap kasarnya menyimpan tangis sendu
Kau lelaki terbaik
Meski tak sesempurna Rasulullah
Ayah..
Aku tau, dalam hatimu kau masih dan akan selalu menyayangiku
Aku tau, dalam hatimu kau masih dan akan selalu menyimpan khawatir
Meski berkali-kali ku ucap, aku bisa sendiri
Meski berkali-kali ku bentak, aku tak butuh dirimu
Meski berkali-kali ku abaikan, aku tak butuh di bantu
Engkau tetaplah engaku
Pemuda yang gurat wajahnya mulai termakan usia
Pemuda yang menimangku penuh suka cita
Pemuda yang merawatku penuh kasih sayang
Pemuda yang setia menemaniku kala sedih datang
Engkau tetaplah engkau
Pemuda yang sibuk bekerja keras
Pemuda yang sibuk mencari nafkah
Pemuda yang sibuk membahagiakan tanpa pernah meminta untuk di bahagiakan
Engkau tetaplah engkau
Sosok yang ku cinta
Sosok yang ku sayang
Sosok yang ku sebut dalam doa
Panjang umur dan sehat selalu untukmu, Ayah
Tetaplah seperti itu
Mengasihiku tanpa bosan
Mengecupku tanpa alasan
Memelukku tanpa keraguan
Sumpiuh, 30 Juni 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Poetry
PoetryBaca aja dulu, kali aja suka. Kasih bintang biar gelap rada terang. Hai sayang♡ Kapan pulang? 10 Jun - 3 August 2018
