Pada akhirnya...
Aku memilih untuk tak beranjak dari sisimu
Tetap bersandar pada pundakmu
Dan masih terus setia bercerita banyak hal padamu
Meski diriku pun sadar
Kamu takkan mendengarkan aku lagi
Kamu hanya diam mengikuti alur cerita kita
Aku memilih untuk tetap berjalan di sampingmu
Menemanimu setiap waktu
Meski diriku pun yakin
Kau takkan pernah lakukan hal yang sama padaku
Aku memilih untuk tetap menunggu tanpa kejelasan
Semuanya masih terlihat buram
Kamu dengan hatimu masih teramat jauh
Jauh untuk ku raih
Pada akhirnya...
Kamu memilih pergi dariku
Beranjak dari sisiku
Tak memperdulikan hadirku
Mensia-siakan rasaku
Kamu memilih duduk dengan gadis lain
Dengan mereka para perempuan yang tak pernah ada puasnya
Terus-menerus minta kau temani
Kamu memilih melayani mereka
Para gadis yang pernah merasakan setiap jengkal bagian dari dirimu
Ah, apa kabar denganku?
Yang sejak dulu masih saja malu-malu
Menyentuhmu saja aku masih ragu
Menatap matamu membuatku tersipu
Mendengar suaramu membuatku bersemu
Oh, merah jambu..
Warna itu setia menemani nasa remajaku
Menghiasi setiap mimpi-mimpiku
Menjadikan setiap malamku bagai surga
Dan kini...
Ketika ku lihat kau pergi dengan mereka
Ada yang hancur dariku
Ada yang patah di dalam sini
Ada yang menangis
Tergores
Terluka
Berdarah
Kenapa patah hati harus sesakit ini?
Tidakkah ada patah hati yang menyenangkan?
Sepertinya tidak
Tapi entahlah..
Mungkin saja ada patah hati yang menyenangkan..
Aku hanya belum tau
Juga belum pernah merasakannya
Ada satu yang sampai kini
Masih dapat ku banggakan
Aku.
Diriku ini nyatanya, lebih beruntung dari mereka
Mereka hanya pernah merasakan kecupmu
Merasakan bagaimana sentuhan manismu
Mendengar desah demi desah yang keluar dari bibirmu
Tapi aku,
Aku pernah jadi bagian dari hidupmu, meski hanya sekejap
Aku pernah kau dekap dengan janji yang kau tepati, meski akhirnya kau pergi
Aku pernah kau sentuh dengan kata-katamu, meski pada akhirnya kau menyakitiku
Aku pernah mencecap setiap jengkal kehidupanmu
Sedih, tangis, canda dan tawa
Segalanya! Segalanya masih terus ku ingat sampai saat ini
Dan aku masih bisa merasakan euforia perasaanmu
Aku jelas lebih beruntung berkali-kali lipat dari mereka
Yang sangat kusayangkan adalah satu tanyaku yang tak pernah kau jawab
Kenapa kau pergi tanpa alasan yang pasti?
Harusnya kau bisa menjawabnya semudah kau meninggalkan aku
Semudah kau membuat hatiku menangis
Semudah kau mengukir luka di hatiku
Semudah kau menghempaskan perasaanku
Cukup semudah itu
Tapi kau sepertinya tak mampu
Apakah kau takut?
Takut alasanmu tak ku terima?
Oh, sayangku
Jangan merasa pesimis begitu
Aku sangat-sangat senang
Bila kamu memilih jujur kepadaku secara langsung
Tanpa perlu ku ketahui dari orang lain
Sudahlah!
Bicara denganmu nyatanya membuatku membuang setiap detik waktu berhargaku
Sumpiuh, 24 Juni 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Poetry
PoesiaBaca aja dulu, kali aja suka. Kasih bintang biar gelap rada terang. Hai sayang♡ Kapan pulang? 10 Jun - 3 August 2018
