Air Mata

35 5 1
                                    

Namanya air mata
Ia turun tanpa sebuah kabar nyata
Hadir ketika rasa sesak mendera dada
Menggantikan bibir yang tak mampu berkata
Menjelaskan segala yang tak bisa terucap

Ujaran air mata tak selalu sama
Ia bisa hadir kapan saja
Di mana saja
Kepada siapa saja
Namun dengan alasan yang berbeda

Perihal waktu yang kian tiada untuk saling bicara
Abaikan lah, kamu cukup selesaikan segala perkaramu
Percayalah, yang kamu jalani saat ini
Adalah salah satu dari jutaan jalan menuju kebaikan

Tak perlu khawatir perihal jarak yang kian nyata
Toh sebelum kita bersama
Jarak itu memang sudah ada
Kini jarak ini hanya semakin menebal saja

Tenanglah, tak usah khawatir dengan diriku
Dengan rinduku yang kian menggebu
Dengan tangisku yang kian menyendu
Dengan lukaku yang kian memilu

Abaikan saja aku sesukamu
Aku dengan duniaku sudah terbiasa tanpamu
Jadi tak usah khawatir aku akan menangis tersedu-sedu di hadapanmu
Tak usah khawatir aku akan meminta temu padamu

Buang jauh-jauh segala asumsi bodohmu
Aku bukan gadis lemah yang frustasi hanya karena rindu tanpa temu
Aku gadis kuat yang mampu berlari tanpa tarikan tanganmu
Aku gadis kuat yang mampu bercahaya tanpa bantuanmu

Jangan jadikan air mataku sebagai alasanmu untuk tetap tinggal
Jangan jadikan lukaku sebagai alasanmu untuk tetap mengenggam

Karena segala yang kau lakukan karena rasa bersalahmu
Hanya akan menambah luka baru di dinding hatiku

Hadirmu tak memberikan obat bagi rinduku
Hadirmu tak memberikan obat penenang bagi resahku
Hadirmu hanya jadi benalu dalam hidupku
Hadirmu mengganggu waktuku untuk melupakanmu

Hadirmu tak lagi menghadirkan tawa
Hadirmu hanya memberikan derai air mata

Sumpiuh, 11 Juli 2018

PoetryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang