Kringg!! Kringg!!
Bel pulang berbunyi, membuat seluruh siswa otomatis berteriak senang.
"Oke, kita lanjutkan tugas ini hari Rabu nanti, ya," ujar Bu Fira selaku guru IPS mereka.
"Iya, Bu," jawab mereka.
"Ya sudah, saya duluan. Assalamualaikum," pamitnya.
"Waalaikumsalam."
Tanpa aba-aba, semua murid langsung membereskan bukunya masing-masing termasuk Naila dkk.
"Eh, shalat Ashar dulu, yuk!" ajak Naila.
Kayla mengernyit. "Shalat?"
"Iya, masa kamu gak tau arti shalat, sih?" balas Naila.
"Bukan gak tau, cuma gue jarang shalat berjamaah," jawabnya.
"Nah, justru itu harus belajar mulai dari sekarang. Kita gak tau kapan ajal menjemput, loh."
Kayla berpikir cukup lama, sebelum ia menjawab, "Oke, gue ikut, deh."
Naila tersenyum mendengarnya. "Alhamdulillah. Yaudah, ayo!"
Ketiga sahabat itu pergi ke masjid untuk menuaikan ibadah. Namun, ketika sudah sampai di teras masjid, Naila ingin buang air kecil.
"Kenapa, Nai?" tanya Salma heran.
"Erm, aku kebelet, nih." Lalu ia menaruh tasnya asal. "Aku ke toilet dulu, ya!"
Ia langsung pergi begitu saja meninggalkan Kayla dan Salma di teras masjid.
"Mau nungguin Naila?" tanya Kayla.
Salma mengangguk.
Mereka berdua memutuskan untuk menunggu Naila terlebih dulu.
***
Sementara itu, tampak seorang siswi menuruni tangga sembari mengeluh.
"Cih, si Kayla sok pahlawan banget. Udah bagus-bagus tadi ada pelampiasan buat gue, malah diganggu sama anak itu," kesal siswi itu.
Ketika sampai di ujung tangga, ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Eh, itu si anak baru, kan? Bukannya pulang, ngapain dia ke toilet?"
Dan muncullah ide jahat di otak siswi itu.
Ia menyeringai. "Hehe, gue kerjain, ah."
Ia diam-diam menghampiri toilet yang disambangi oleh Naila, dan dengan iseng mengganjalnya menggunakan bangku yang terbuat dari besi.
"Hehe, mampus lu! Emang enak gue kerjain! Semoga betah disana, ya."
Lalu siswi itu meninggalkan Naila dalam keadaan terjebak.
***
"Alhamdulillah, lega akhirnya," ujar Naila.
Ia berusaha membuka pintu. "Eh? Kok gak bisa?"
"Kayaknya ada yang ganjel dari luar, nih," ujarnya menduga.
Ia berusaha mendorongnya. "Duh, didorong juga berat lagi."
Akhirnya terpaksa ia meminta tolong. "TOLONG!! TOLONG!!"
Di sisi lain, tampak seorang siswa berjalan di lorong dengan wajah berseri.
"Hehe, untung udah gak jabat jadi ketua basket lagi. Gue jadi bisa pulang cepet, deh," ujar siswa itu bahagia.
"TOLONG!! TOLONG!!"
Ia menghentikan langkahnya. "Suara apaan itu?"
Ia melihat ke arah sekitar. "Mana gak ada orang lagi, jangan-jangan ...."

KAMU SEDANG MEMBACA
Sahabat Dunia Akhirat [SUDAH TERBIT] ✔
Novela Juvenil(Beberapa part dihapus untuk kepentingan proses terbit) [Teenfiction - Spiritual] Hanya kisah tentang 4 remaja yang berproses untuk menjadi lebih baik. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, mereka memiliki satu tujuan. Yakni, bersahabat baik di...