9+9=18

732 67 0
                                        

Dan dari arah kanan terdapat mobil yang sedang melaju kencang

Dan..

TINNN!!!

. . . . . . . . . . . . . . .××++××. . . . . . . . . . . . . . .

TINNN!!!

CITTT!!

Jihoon hanya terpaku terdiam ditempatnya berdiri seraya memejamkan matanya

Jihoon fikir jika dirinya akan tertabrak oleh mobil tersebut, namun nyatanya tidak

Pemilik mobil tersebut membuka kaca mobilnya dan mengeluarkan kepalanya

"Hei, kalau jalan itu pakai mata! Untung tidak tertabrak!" ucap pria pemilik mobil tersebut

"Hiks..mianhaeyo.." balas jihoon

Pria tersebut langsung saja menjalankan mobilnya kembali dengan meninggalkan jihoon tanpa ingin mendengar permintaan maaf dari jihoon

Jihoon pun kini masih berdiri ditempatnya dan kini ia menangis tersedu-sedu

Ia memikirkan bagaimana nasib orang tuanya, bagaimana nasibnya kedepannya

Ia berfikir jika nasib kedepannya akan gelap tanpa ada cahaya

Jihoon pun seakan lelah dengan semuanya, akhirnya pun ia jatuh terduduk ditempatnya ia berdiri tadi dan menangis tersedu-sedu

Memang sedari tadi saat berlari, fikirannya telah melayang kemana-mana dan ia tak melihat jika dari arah kanan terdapat mobil yang sedang melaju dengan cepat

"Hiks..Aku ga kuat! Hiks kenapa ini harus t-terjadi!" ucap jihoon ditengah-tengah isak tangisnya

"Hiks.. Mommy.. Daddy.. Hiks e-eottokhe.. Hiks"

"Hiks.. Eottokhe!"

Jihoon pun berusaha bangkit dan berjalan kembali

"Hiks.. Gue ga boleh lemah kaya gini! Hiks.. Gue pasti bisa! Demi mommy dan daddy! Hiks.. Fighting!" ucap jihoon meyakinkan dirinya

Jihoon pun akhirnya mencoba berlari, sambil sesekali mengusap air matanya yang senantiasa mengalir dari pelupuk matanya

Jihoon pun akhirnya sampai pada sebuah lapangan baseball

Didalam lapangan tersebut sangatlah sepi, hanya ada lampu penerangan saja

Dan jihoon pun berjalan menuju tengah lapangan, dan ditengah lapangan tersebut terdapat tongkat baseball dan sebuah bola baseball

Di sisi tongkat dan bola tersebut terdapat secarik kertas yang tertempel

'Tempat yang sering kau kunjungi bersama ayah mu saat sore hari di musim semi'

'Dan tempat ini sekaligus tempat yang sering kau kunjungi bersama ibu mu saat sore hari di musim dingin'

Isi kedua kertas tersebut

Jihoon masih tak mengerti apa yg dimaksud kertas tersebut

Seingatnya ia selalu pergi ke sebuah danau hanya untuk sekedar memancing atau bermain di pinggir danau tersebut bersama daddy chan pada saat musim semi

Dan danau tersebut juga sering ia kunjungi bersama mommy baek saat musim dingin tiba, yang menandakan bahwa air dari danau tersebut akan membeku dan diatasnya akan membentuk seperti lantai es dan disitu biasanya jihoon dan mommy baek bermain seluncur es ataupun membuat boneka salju di pinggir danau tersebut

Apakah.. Danau tersebut adalah tempat yang dimaksud?

Tapi jarak dari lapangan baseball dan danau tersebut sangatlah jauh karena letak danau tersebut berada dipinggiran kota

Jihoon sekarang berusaha berlari sekuat tenaga untuk pergi ke tepi danau tersebut

Ditengah perjalan jihoon pun memperlambat laju larinya dan berhenti berlari

Saat ia lihat dibagian kaki belakangnya terdapat sebuah luka merah dan terdapat darah yang menyebabkan kaos kaki yang jihoon kenakan yang tadinya berwarna putih bersih dan sekarang terdapat sedikit bercak merah

Jihoon pun meringis kesakitan akibat luka tersebut, tapi mau bagaimana lagi?

Jika ia tidak menggunakan alas kaki, maka kakinya akan kedinginan

Jika ia menggunakan alas kaki kembali, maka rasa sakitnya semakin bertambah

Jihoon pun tanpa berfikir panjang-panjang lagi ia pun akhirnya mencoba berlari dengan menggunkan alas kakinya kembali

Dengan sesekali jihoon meringis kesakitan dan berhenti sejenak

Deng! Deng!

Bunyi jam yang berada di pusat kota, menandakan bahwa waktu semakin larut

.
.
.

23.15 KST

Waktu terus melaju tak ada hentinya

Jihoon seakan tak ada lelahnya ia juga berlari demi menyelamatkan orang tuanya

Dan kini jihoon masih senantiasa berlari demi menempuh jarak yang lumayan jauh, agar ia dapat segera menyelamatkan orang tuanya sebelum pukul 12 malam

23.45 KST

Waktu terus berjalan

Dan kini tinggal sedikit lagi jihoon sampi di danau tersebut

Sedikit jarak yang ditempuh, namun waktu yang tersisa juga tinggal sedikit

Jihoon seakan tak ingin menyia-nyiakan waktunya, ia pun menambah kecepatan laju untuk berlarinya

23.50 KST

.

.

.

.

.
TBC~

VOTE JUSEYO~

COMENT JUSEYO~

•÷•Baekhee•÷•

Mr. Jutek {PanWink}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang