Mereka meninggalkan restaurant tersebut. Dengan masih bergandengan tangan mereka masuk kedalam rumah, baru saja membuka pintu.
"nah, itu Leo sudah pulang" nenek langsung menarik tangan Leo dan membawanya ke ruang tengah.
"Leo, ayo ikut nenek dulu. Ada yang mau ketemu kamu loh"
"siapa nek?"
"Sonya, Sonya ini Leo yang sudah kamu tunggu dari tadi." Lira yang masih berdiri didepan pintu langsung melihat kearah Sonya.
"kak Leo, udah lama kita nggak ketemu. Sonya kangen." Sonya langsung memeluknya erat,
"kamu sih, kakak nikah aja kamu nggak ada disini." Sonya terkejut.
"kakak udah nikah? Sama siapa? Kok nggak ngabarin berita bahagia ini ke Sonya. Nenek juga diam aja." Leo mengangguk dan tersenyum.
"udah dong, itu istri kakak. Sayang sini, kenalin ini Sonya." Lira tersenyum canggung dan menuju kearah Leo,
"hai, aku Sonya."
"Lira." Sonya memandang Lintang dengan tatapan ramahnya,
"wah, kak Leo. Istrinya cantik banget, Sonya aja sampai nggak yakin kalau mbak Lira ini istri kakak."
"ya siapa dulu yang milih Sonya. Kakak gitu." Sonya tersenyum.
"ya udah Sonya, kamu ngobrol aja dulu sama nenek. Kakak sama Lira mau kekamar dulu, capek. Sama-sama baru pulang kerja."
"oke kakak. Selamat isthirahat mbak Lira."
"iya Sonya makasih. Mbak kekamar dulu ya." Leo menggandengan tangan Lira dan kekamar.
"nek, kok Sonya nggak dikasih tau kalau kak Leo udah nikah? Sonya kan nggak enak main peluk suami orang gitu."
"ya, karena nenek masih menginginkan kamu jadi istri Leo. Bukan dia."
"kok gitu nek, kan dari awal kak Leo juga udah bilang. Kalau kita hanya sebta adik dan kakak." Nenek memeringkan bibirnya.
"ya yang penting nenek mau, Cuma kamu yang jadi istri Leo. Bukan perempuan itu." Sonya hanya diam dan menghelakan nafasnya berat. Nenek masih belum berubah.
***
Lira duduk ditepi tempat tidur sambil melamun, ditopang dagunya dan terdiam. Leo yang baru keluar dari kamar mandi hanya tersenyum kecil melihat Lira terdiam. Leo meraih bantal dan melempar pelan kearah Lira, membuat Lira tersentak kaget.
"Leo..." teriak Lira. Leo menggelengkan kepalanya.
"kamu kenapa?" Lira menggeleng. "kepikiran Sonya?" Lira ragu-ragu untuk menggeleng atau mengangguk, dia memilih diam. "Lira...." Lira menarik nafas panjang dan segera mengambil handuk lalu masuk kekamar mandi. Leo pun diam saja, setelah berganti pakaian Leo membaringkan tubuhnya yang lumayan letih hari ini.
Lira hanya menatap tanpa ekspresi kearah suaminya yang sedang memejamkan matanya ditempat tidur. Leo yang menyadari Lira sudah selesai mandi pun duduk memandangnya.
"jangan terlalu dipikirin sayang, Sonya itu udah seperti adik aku sendiri." Lira memandang Leo.
"tapi, kenapa perasaanku jadi nggak enak begini setelah bertemu dengannya."
"kamu terbawa suasana aja. Jangan terlalu dipikirin ah, mending kamu buruan pake baju. Pijitin aku, capek banget rasanya." Lira hanya mengangguk dan menurut.
Setelah seleseai mengganti pakaiannya, Lira memijat lengan Leo dengan terdiam, beberapa kali Leo mengajaknya bicara hanya dijawab singkat dan asal aja. Leo lagi-lagi tersenyum dibuatnya.
"kamu kalau lagi cemburu begitu lucu banget yah, jadi pendiam. Ginikan lebih asik jadinya nggak dengerin cerewet kamu tiap hari." Lira memukul lengan Leo.
"siapa yang cemburu, kamu sok tau."
"masa? wajah kamu berubah bête waktu Sonya meluk akukan?" Lira terdiam.
"dia adik aku sayang, tidak lebih." Lira menolak menerima. "dia biasa kok peluk-peluk gitu, aku kenal dia dari kecil."
"kamu menikmati dong."
"ya kamu pikir aja sendiri." Leo berniat menjahili Lira. Oke, kita ikutin permainan Lira sebentar. Lira membelalakan matanya,
"enak banget, pasti." Seru Lira jengkel. Leo menahan tawanya yang hampir meledak melihat wajah istrinya memerah tegang.
"aku Cuma lagi memikirkan sesuatu tentang kamu dan semua mantan-mantan kamu."
"kenapa aku dan mantan-mantan aku?"
"apa aja yang udah kamu lakukan sama mereka? peluk? Cium? Atau jangan-jangan lebih lagi." Lira menatap Leo dengan tatapan, 'kalau beneran iya, kamu tidur diluar' Leo garuk-garuk kepala melihat tingkah menggemaskan istrinya. Leo meringsut mendekati Lira dan memeluknya.
"nggak sayang, tidak sampai berlebihan mungkin sekedar cium aja iya tapi nggak semuanya. Oke aku jujur sama kamu, dari 1,2,3,4,5,6,7,8,9..... atau lebih cewek yang pernah dekat denganku... ehm...." Lira melepaskan pelukan Leo dan semakin memanyunkan bibirnya setelah tahu betapa banyak wanita yang pernah dekat dengan suaminya itu. Leo memeluknya lagi,
"ya dari 9 atau lebih cewek-cewek itu. Yang pernah aku cium Cuma kamu dan Sonya."
"tuhkan, Sonya."
"dengerin dulu sayang. Kalau Sonya aku ada alasan yang membuat aku mencium dia, waktu itu kita sama-sama menolak perjodohan nenek. Tapi karena nenek ngotot buat bisa membuat aku dekat dengan Sonya, maka tiap hari kita terus disuruh jalan berdua. aku tidak bisa menolak permintaan nenek. Tapi, setalah sekian lama terus ketemu dan jalan muncul juga rasa sayang aku sama Sonya, tapi bukan rasa sayang sebagai pacar melainkan sayang dalam bentuk yang lain. ternyata Sonya juga merasakannya, jadi untuk memperjelas rasa yang kita miliki ini apa waktu itu kita putuskan untuk membuktikannya. Jadi kita ciuman dan benar, ternyata rasa yang kita miliki tidak lebih dari sekedar adik dan kakak aja."
"tapikan setelah kamu cium, jangan-jangan Sonya berubah rasa sama kamu. Gimana kalau dia beneran jadi cinta." Lira belum terima. Dia masih cemberut, Leo memandangnya.
"jangan mikir yang aneh-aneh sayang. Buktinya aku sekarang jadi suami kamu kan. Itu that's real right. And stop your question for Sonya, please." Lira terdiam. Dia masih menundukkan wajahnya, enggan memandang Leo. Di jawil dagu Lira pelan,
"dan yang kedua sama kamu, asal kamu tau. Aku nyium kamu waktu itu juga untuk pembuktian, aku bener-bener jatuh cinta sama kamu atau hanya main-main semata sama seperti cewek-cewek lainya. Ternyata salah, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu sejak awal ketemu dilampu merah. Dan seperti saat ini, akan aku buktikan kalau semua omonganku itu benar." Leo mendorong tubuh Lira kebelakang dan langsung mencium bibirnya.
"Leo......" teriak Lira tertahan.
TBC. MAAFIN KALO TYPO.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Police (End)
RomanceJadi istri seorang polisi? Sama sekali tidak pernah Lira bayangkan. Tapi apa boleh buat jika takdir harus menyatukan dia dalam mahligai rumah tangga dengan seorang polisi yang kadang arogan dan kadang bisa sangat manis. Lika liku rumah tangga. Ber...