6

4K 339 0
                                        


🍁
Taehyung tergila-gila pada sosok manis dihadapannya yang sudah disekapnya selama hampir sebulan.
Perasaannya menyenangkan yang dia rasakan saat bersama gadis ini adalah begitu nyata. Tak pernah dia mengalami euphoria seperti ini pada perempuan yang pernah ditidurinya selama ini.

Sosok rapuh yang begitu keras kepala menolak segala pesona seorang Kim Taehyung. Mencoba segala cara untuk kabur dan menghindarinya. Namun Kim Taehyung tidak bisa ditolak dan dihindari.

Setelah beberapa lamanya Jimin memberontak sikapnya mulai berubah. Penolakannya mulai berkurang sehingga pria itu merasa bahwa gadis ah bukan wanita tersebut sedikit membuka hatinya.
Mencium kening itu lembut dan pergi.
Jimin terdiam menerima perlakuan Taehyung yang berbeda dari biasanya. Hatinya berdebar lagi dan semburat pink muncul di kedua bilah pipi putihnya.

🐣
🐣
🐣

"Tuan, ada kabar dari Tuan Min. Dia masih menunggu." ucap Kai.  Taehyung yang masih sibuk dengan berkas -berkas dihadapannya berhenti sejenak dan menatap tangan kanannya.

"Kenapa lagi dengan pria kurang ajar itu? Belum puas juga dengan 4 gadis yang sudah kukirim?" desah Taehyung tak terima.

"Benar Tuan, dia tetap tidak puas dengan kirimannya." Kata Kai.

Pria berkulit Tan tersebut memicingkan matanya dan memijit pangkal hidungnya pelan. Benar-benar kesabarannya diuji oleh pria pucat rivalnya.

"Saya mendengar dia penasaran dengan kekasih anda Tuan." beritahu Kai.

Wajah itu menggelap dengan tatapan tajamnya yang tiba-tiba.

Yoongi menginginkan miliknya. Itu pasti. Namun belum ada celah baginya untuk mendekat. Tapi perlahan saat itu pasti akan datang. Batin Taehyung.

"Perketat penjagaan Nona mudamu Kai." Perintah mutlak Taehyung.

"Yes, my lord." Kai membungkuk.

🏵
"Nona, anda sudah terlalu lama berada di luar. Saya mohon untuk masuk ke dalam." pinta Maid yang bertugas mengurus Jimin.

Jimin menoleh dan menata penyekat buku yang dibacanya. Menatap langit yang berwarna merah kejinggaan pertanda hari sudah akan menjelang malam.

"Biarkan aku menikmati hari ini sebentar lagi. Ahjumma boleh pergi kalau lelah. Aku tak apa. Aku akan masuk sebentar lagi." ucap Jimin lembut menampilkan senyum manisnya.

"Tapi.." Bantah Maid tersebut.

Jimin mengangguk dan menggenggam tangannya lembut. "Aku tidak akan menyusahkanmu Ahjumma."

Maid yang dipanggil ahjumma itu menyerah dan tersenyum "Baik Nona. Saya nengerti." Bungkuk Maid dan segera menghilang dari pandangan Jimin.

Gadis ah Wanita cantik itu kembali menatap dan membuka buku yang dibacanya dan kembali terlarut dalam cerita karangan salah satu penulis kisah cinta paling best seller di dunia.

Jimin berbaring di sofa yang terletak ditengah gazebo.

Menjulurkan kaki putih susunya, bersandar pada ujung dudukan sofa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Menjulurkan kaki putih susunya, bersandar pada ujung dudukan sofa. Tanpa sadar malam semakin larut. Jimin masih fokus dengan cerita. Melewatkan jam makan. Bahkan maid yang datang mengingatkan hanya menggeleng kepala melihat betapa seriusnya nona muda mereka sampai-sampai ajakan bahkan permohonan Maidnya tidak sampai bahkan mengganggu Jimin.

Menyentuh Jimin juga tidak memungkinkan, menyentuh berarti membangunkan singa ah bukan singa tapi Iblis. Tuan besar mereka mengeluarkan titah Menyentuh Jimin sama dengan pengorbanan bagian tubuh mereka.

Maid bahkan para Bodyguard Penjaga Jimin sudah kalang kabut. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam tapi nona muda mereka belum bergeming sama sekali. Sebentar lagi jam pulang Kim Taehyung dan ini pertanda akan terjadi bencana.

Dan semakin buruk saat Jimin jatuh tertidur. Membiarkan tubuhnya terkena angin malam. Penjaga Jimin sudah pasrah akan menerima kemurkaan tuan besarnya.

🐾

Mobil Taehyung nampak datang dari pintu gerbang. Suasana tegang mendominasi mansion Kim. Sebentar lagi akan terjadi bencana besar pada penduduk di dalam mansion.

Tap

Tap

Tap

"Selamat datang Tuan." sambut mereka sembari menunduk.

Taehyung melepas Jas dan memberikan beserta tas kerjanya kepada Kepala pelayan Oh. Melirik meja makan yang masih utuh dengan makanan lengkap belum tersentuh. Menatap lekat pintu putih di lantai 2 yang tertutup rapat.

"Kemana Nona muda kalian?" tanya Taehyung.

Deg

Semua terdiam dan menunduk.

Taehyung mengernyit dan menatap kepala pelayannya meminta jawaban.

"Nona Muda ada di Gazebo tuan." jawabnya menunduk.

Taehyung mengangkat satu alisnya, menggeram marah dan segera melangkahkan kakinya menuju Gazebo di belakang mansion.

"Kenapa gadis itu berada di luar saat hari sudah malam. Mau apa dia." gelegar taehyung membahana di lorong menuju Gazebo.

"Nona muda sedang membaca dan tertidur Tuan. Kami tidak berani membangunkannya." ucap kepala pelayann Oh.

Taehyung menggertakkan giginya marah.

🌹
Jimin masih terlelap dengan sangat nyenyak. Angin dingin yang menyapa kulitnya tidak dia rasakan sama sekali. Dilihatnya lama pemandangan menyenangkan dihadapannya itu, bahkan sudut bibir kaku miliknya tertarik menampilkan senyum menawan Kim Taehyung.

Maid dan Bodyguard yang melihat Tuan besarnya tersenyum tulus sontak kaget. Sangat terkejut kepribadian Tuan mereka berubah hanya karena Nona muda.

Taehyung menyentuh pipi Jimin yang langsung terasa dingin dikulitnya.

Lembut seperti bayi. Tubuh ini masih sama seperti pertama kali di sentuhnya. Tidak berubah tapi semakin membuat Taehyung kecanduan.

Tatapan Taehyung beralih ke bibir peach Jimin.

Terlalu menggoda.

Taehyung mendekat, dan menghisap pelan bibir Jimin. Tak mengindahkan para pekerjanya yang masih memperhatikan.

Jimin melenguh. Terganggu dengan kegiatan yang dilakukan pria mesumnya.

"Berbalik dan jangan berani menatap Nona muda kalian jika masih ingin melihat matahari pagi besok." titah Taehyung.

Mereka langsung berbalik membelakangi Taehyung dan menutup mata.

Jimin mengenakan dress yang terbilang cukup pendek. Taehyung tak membawa selimut maupun jas untuk menutup kaki mulus Jimin. Dia tidak rela membagi pemandangan ini bersama siapapun.

Sreet
Gadis itu dibawa Taehyung menuju kamarnya ah bukan, tapi Kamar mereka.

Vengeance (Vmin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang