Setelah pesta pernikahan yang penuh drama itu berlalu, Taehyung semakin posesif pada Jimin. Jungkook yang akan berkunjung seperti minum obat ke Mansion Taehyung.
Seok Jin yang tidak bertugas lagi di Mansion membuat Jimin selalu menguntit Taehyung dan Kai. Dan teror Jimin pada Jungkook.
Pokoknya setiap ketiga orang ini terlihat maka Jimin takkan berhenti membuka mulutnya untuk bertanya seperti saat ini.
"Kookie Oppa,,,, Jinnie Oppa dimana?" Rengek Jimin menggoyangkan tangan Jungkook.
Semua orang menggigit kegemasan dengan tingkah nyonya muda mereka ini.
"Oppa tidak tau. Tanya Kai mungkin dia Tahu." Elak Jungkook. Memegang kedua pipi Jimin dan membuatnya menengok ke arah Kai.
"Jong-in Oppa, Jinnie Oppa dimana?" Tanya Jimin dengan mempoutkan bibirnya lucu.
Kai yang dipanggil dengan namanya hanya bisa menghela nafas. Cukup stres diterori makhluk menggemaskan begini. Dia sih senang senang saja. Tapi mengingat Tuan Besarnya yang akan membunuhnya bila menikmati pemandangan indah ini membuatnya mengurungkan niatnya untuk bersyukur.
"Maafkan saya Nyonya, saya tidak tau. Hanya Tuan Besar yang bisa menjawab anda." Bungkuk Kai.
Jimin mencebikkan bibirnya kebawah, dia sudah muak diabaikan dan dilemparkan ke sana kemari. Matanya sudah berkaca-kaca. Hidungnya memerah. Menandakan sebentar lagi akan ada badai.
Huweeeeeeee
"Kookie Oppa, Jong-in Oppa jahat. Jiminie tidak mau makan kalau bukan Jinnie Oppa yang bawakan. Jiminie mau Jinnie Oppa!" Teriak Jimin berlari kearah kamarnya membanting pintunya keras tak lupa menguncinya dari dalam.
Sudah cukup dirinya berbaik lebih dari seminggu, dia ingin Seok Jin. Entah karena apa. Dia mau Seok Jin.
Blam
Suara benturan pintu membuat Jungkook dan segala penghuni yang ada di dalam rumah terkejut.
Untuk pertama kalinya Jimin merajuk sampai begini. Biasanya hanya sampai menangis keras dan harus Taehyung yang menenangkannya.
"Wah, Bayinya Kim Taehyung membuat Jiminku menjadi liar." Jungkook berucap sambil menggigit potongan apel yang dia kupas. Inginnya diberikan pada Jimin tapi wanita hamil menggemaskan itu sudah merajuk.
"Tuan, bagaimana ini? Nyonya muda belum makan siang. Dan ini sudah sore." Tanya pelayan Oh panik.
Jungkook menelan kunyahan apelnya. Mengambil tasnya bersiap pergi.
"Tuan pergi? Bagaimana dengan Nyonya Muda?" Tanya pelayan Oh lagi. Heran dengan tuan mudanya yang bersiap pergi.
"Telfon saja Taehyung. Bilang bayinya membuat Jimin tidak mau makan." Jawab Jungkook enteng dan melenggang pergi. Dia masih ada janji dengan Bogum untuk penelitiannya membuat orang lupa ingatan.
"Ah, semoga cepat selesai. Biar bisa ku suntikkan padanya." Ucap Jungkook yang masih sempat didengar Kai.
"Ah, ini menyakiti kepalaku." Keluh Kai dan langsung memeriksa telfonnya mencari kontak pemiliknya.
Tut
Tut
Tut
"Maaf Tuan, saya ingin melaporkan sesuatu tentang Nyonya Muda."
.....
"Nyonya tidak ingin makan, dan mengunci dirinya di dalam kamar Tuan."
.....
"Baik Tuan."
.
.
.
Taehyung memasukkan Handphonenya. Menatap tajam manusia pucat yang berbaring dengan rantai dan borgol di sekujur tubuhnya.
"Kau melewati batasmu. Dan ini akibatnya. Aku tak pernah mentolerir kalau kau berani menyakiti keluargaku." Ucap dingin Taehyung yang masih cukup bisa didengar oleh manusia pucat itu.
"Cih, bunuh aku Kim Taehyung." Desis Manusia pucat itu.
Taehyung melambaikan tangannya ke kiri dan ke kanan.
"No, tidak seperti itu caranya bermain Min Yoongi. Tunggulah. Sebentar lagi aku akan datang lagi." Ucap Taehyung dan berlalu dari ruangan gelap itu.
Meninggalkan Min Yoongi dengan kilatan marah yang teramat sangat.
Min Yoongi terjebak dalam penjara Kim Taehyung. Dia tidak menyangka Akan diperlakukan seperti ini. Bukankah selama ini Taehyung selalu akan diam saja dan menuruti permainannya.
"Bukankah sudah kukatakan sebelumnya Min Yoongi, jangan melewati batasmu Min Yoongi."
Kata-kata Jungkook terngiang di kepalanya. Dia masih buta dengan kegelapan Taehyung. Dia mengira Taehyung akan selalu berada di bawahnya. Nyatanya Taehyung yang memberikan kuasa kepada dirinya untuk berada di atas Taehyung.
Klek
Pintu terbuka.
Menampakkan orang -orang yang berpakaian putih.
"Stop, jangan suntik lagi. Stooooopppppp..." Teriakan nyaring Min Yoongi menggema di ruangan itu.
.
.
.
Kim Taehyung menginjakkan kakinya di Mansionnya tak lama setelah Kau menelfonnya.
"Dimana Istriku?"
Kalimat itu terdengar menyenangkan bagi Taehyung. Sarat akan kepemilikan telak seorang Kim Taehyung.
"Nyonya muda di dalam kamar Tuan." Jawab pelayan Oh.
Taehyung mendekati pintu kamarnya memasukkan kunci miliknya. Bersyukur Jimin tidak meninggalkan kunci miliknya sehingga Taehyung bisa masuk.
Dilihatnya gumpalan lucu di atas ranjang king sisenya.
"Baby?"
Taehyung menyingkap lembut selimut putih yang menutupi tubuh mungil istrinya.
Matanya membola sejenak. Melihat wajah sembab Jimin. Mata merah dan bekas air mata yang nampak.
Merengkuh Jimin membawanya kepelukannya.
"Kenapa menangis sayang? Kau ingin sesuatu?" Tanya Taehyung lembut.
"Oppa, aku mau Jinnie Oppa." Cicit Jimin pelan dengan bibir mengerucut.
Taehyung terkekeh. Istrinya nampak seperti anak anjing yang minta di pungut. Jemari mungilnya yang memilin kemeja hitam Taehyung membuat sesuatu yang tak seharusnya bangun menjadi bangun.
"Kau mau Seok Jin, Baby?"
Kepala Jimin mengangguk lucu.
"Aku akan memberikannya padamu, kalau kau mau memberikan Oppa ini." Taehyung menyentuh kening, mata, hidung, pipi, dagu, leher, dada, perut, punggung, kaki, dan semua tubuh Jimin.
Melihat apa yang diinginkan suaminya, membuat Jimin merona malu.
Jimin mengangguk, dan mendekatkan tubuhnya ke tubuh suaminya. Mengecup lembut bibir Taehyung. Dan membuka satu satu kancing kemeja Taehyung pelan.
Melihat tangan Jimin yang gemetar, Taehyung memegang tangan Jimin dan membaliknya hingga Jimin berada di bawah Taehyung.
Wajah cantik bak Dewi dari surga membuat Kim Taehyung sungguh memuja istrinya ini. Mengecup mata sipit yang menatap sayu kearahnya. Menyesap bibir peach Jimin yang sudah menjadi candunya. Menjilat sensual leher jenjang Jimin. Meninggalkan jejak kepemilikan di sepanjang tubuh Jimin.
"I Love You Jimin."
Jimin tersenyum. Hangat dan membahagiakan. Dirinya yang selalu merindukan kebahagiaan, kehadiran seseorang yang akan menyelamatkannya dari kesedihan. Ini adalah keinginannya yang sangat lama dan akhirnya sekarang Tuhan memberikannya sebuah keluarga.
"Terima Kasih Oppa. Aku juga mencintaimu." Lirih Jimin menutup matanya.
Taehyung tersenyum lembut menatap Jimin yang mengucap dan membalas pernyataan cintanya.
Kegiatan panas merekapun berlanjut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vengeance (Vmin)
ספרות חובביםKim Taehyung yang sangat menggilai Park Jimin. Wanita yang bekerja di club malam. Begitu tertarik dengan jalang manis ini. Namun setelah kejadian itu. Dia mengetahui sebuah kebenaran yang membuat hatinya terjatuh dan tak bisa lepas lagi dari sosok t...
