Kedatangan orang tuanya membuat Taehyung mengingat luka lama yang selama ini ditahannya mati-matian.
Eommanya, imo Jeon, Dan imo Min. Mereka adalah sahabat. Kemanapun mereka pergi Taehyung, Yoongi, dan Jungkook pasti dibawa.
Yoongi yang berumur 4 tahun, Taehyung berumur 3 dan Jungkook yang berumur 2 tahun menjadi dekat dan memiliki hubungan persaudaraan yang kuat.
Mereka sangat bahagia. Eomma mereka akan saling bertemu setiap harinya.
Imo Jeon dan Imo Min sudah lama kehilangan suami mereka. Setahu Taehyung mereka adalah tentara yang diutus negara untuk menjalankan misi dan gugur saat berperang. Itulah yang membuat Yoongi dan Jungkook kurang kasih sayang seorang ayah.
Namun hal itu sedikit terobati karena ayah Taehyung yang notabennya seorang pengusaha bisa membagi perhatiannya kepada anak-anak dari sahabat istrinya.
Hubungan ini berjalan baik-baik saja selama 1 tahun. Tepat ketika Taehyung berumur 4 tahun. Dihari ulang tahunnya. Ayahnya meminta ibunya datang ke sebuah acara bersama dirinya ditengah hujan yang mengguyur lebat. Karena ini acara penting ibunya tidak bisa menolak. Taehyung kecil tentu saja dibawa. Tidak mungkin meninggalkan Taehyung bersama pelayan. Ibunya tak akan tega.
"Sayang. Cepatlah. Kita akan terlambat." Ucap Eomma Taehyung.
Dirinya yang sedang bermain kejar2'an dengan Kai berhenti dan melambaikan tangan perpisahan pada Kai. Bahkan Eommanya sempat mencium pemuda yang sudah lama di titipi Taehyung ini. Dan bercanda sebentar.
"Ayo sayang. Appa sudah menunggu." Ceria Eomma Taehyung.
Mereka segera masuk ke dalam mobil yang akan mengantar mereka menuju tempat acara tersebut.
Hujan masih turun dengan deras, bahkan sopir pribadi keluarga Kim tidak bisa melihat dengan jelas karena jarak pandang yang pendek. Membuatnya tidak bisa ngebut.
"Paman. Maafkan aku. Tapi bisakah kita cepat. Suamiku sudah menunggu." Pinta Eomma Taehyung tidak enak.
Taehyung melihat Eommanya yang bergerak tidak karuan. Dirinya berniat duduk di pangkuan hangat milik Eommanya dan memberikan pelukan hangat berharap wanita ini tidak panik. Kebiasaan ibunya saat panik adalah bergerak tidak jelas.
"Andweee, Taehyung sayang kau harus duduk di sini dan menggunakan seatbelt." Berusaha menurunkan tubuh anaknya dan mendudukkannya kembali sembari memasangkan sabuk pengaman.
Tidak terima diperlakukan seperti itu, Taehyung mencebikkan bibirnya dan bersiap akan menangis.
Huweeeeeeee...
Ibu Taehyung dan sopir pribadi mereka tersentak kaget akibat tangisan nyaringnya.
Karena kaget, sopir pribadi keluarga Kim kehilangan fokus menyetir dan membuat mobilnya tergelincir menabrak pembatas jalan rapuh. Akibat tabrakan yang keras itu pembatas jalan putus dan membiarkan mobil itu terjun ke jurang dan berguling beberapa kali.
Tubuh mereka ah tidak hanya tubuh ibu Taehyung terpental karena dirinya tidak menggunakan seatbelt.
Taehyung melihat dengan jelas bagaimana saat mobil berguling tubuh ringkih Eommanya terhempas keluar.
Bau anyir menyeruak di indera penciuman Taehyung. Kepalanya sangat sakit. Dia tergantung. Mobil itu terbalik dengan posisi bagian atas mobil berada di bawahnya. Taehyung yang masih mengenakan seatbelt segera inginmelepaskannya namun terangkut. Dia ingin mencari ibunya.
"Hiks... Hiks.. Eomma..." Tangis Taehyung pecah. Dan dengan mata kepalanya sendiri dia melihat sopir pribadinya meninggal. 4 jam dengan keadaan terbalik membuat Taehyung sangat pusing. Perlahan kesadarannya menghilang. Hingga akhirnya dia benar-benar pingsan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vengeance (Vmin)
FanfictionKim Taehyung yang sangat menggilai Park Jimin. Wanita yang bekerja di club malam. Begitu tertarik dengan jalang manis ini. Namun setelah kejadian itu. Dia mengetahui sebuah kebenaran yang membuat hatinya terjatuh dan tak bisa lepas lagi dari sosok t...
