4

4.7K 347 0
                                        

🐥
🐥
🐥

Jimin terbangun ketika matahari sudah berada di atas kepala.
Badannya pegal dan terasa sangat sakit di bawah sana.

"Apakah dia akan selalu meniduriku setiap saat." Gumamnya sebal.
Matanya masih berat karena subuh Taehyung baru melepasnya.
Jimin menenggelamkan tubuh mungilnya kembali ke dalam gelungab selimut.

Saat Jimin masih mencari kenyamanan, tangan kekar itu tiba -tiba saja memeluk pinggang Jimin posesif.

"aaarrggg.... Mmmpppp" Taehyung menutup bibir tebal jimin dengan tangannya.

"It's me."

Jimin memberontak, mendorong tubuh besar itu.

Taehyung membalik tubuh Jimin hingga menghadap dada bidangnya. Meraih dagu Jimin dan menyesapnya.

"Morning Kiss untukmu." kerling Taehyung.

Jimin mengerjap lucu menurut Taehyung (Padahal Jimin lagi kaget dan bingung).

Dia bingung dengan perlakuan Pria besar di hadapannya ini. Tiba-tiba manis dan tiba tiba akan jadi sangat kejam di suatu waktu.

Taehyung memandang bibir peach itu lekat dan menghisapnya lebih lagi. Menuntut lebih. Dan berakhir memainkan lidah Jimin dengan liar.

Jangan lupa tangan laknat Taehyung mulai berkelana ditubuh Jimin.

Jimin memukul dada Taehyung meminta dilepaskan karena sudah kehabisan nafas.

Dengan berat hati Taehyung melepasnya.

"Jangan ... Tae... Tolong... " Suara serak Jimin karena menahan tangisnya takut akan diperkosa lagi.
Tubuhnya masih sakit dan lemas.

"Bukankah Morning sex terdengar menyenangkan Jimin?" Tanya Taehyung sembari menyentuh pipi gembil Jimin.

Perkataan Taehyung telak membuat Jimin memerah seperti kepiting rebus. Untuk gadis seperti dirinya hal-hal yg terjadi pada Jimin adalah sesuatu yang sangat baru.

Taehyung membawa tangan Jimin ke wajahnya, mengarahkan jari-jari kecil Jimin menelusuri setiap inci wajah tegasnya menuju leher, dada, dan berakhir di perutnya.

"Takkah kau menginginkan ini menjadi milikmu?"

Jimin tidak menjawab, dia masih terpaku dengan tangannya yang menyentuh bagian privasi Taehyung yang sudah mengeras tidak elitnya di bawah selimut mereka.

Taehyung yang melihat Jimin hanya diam dan menatap arah tangannya tersenyum jail.

Pria tersebut memasukkan tangan Jimin ke dalam celananya. Disentuhkannya tangan Jimin pada miliknya.

Desahan Taehyung keluar, Jimin benar-benar membuatnya mabuk.

Jimin menyadari keadaanya dalam bahaya lagi. Tubuhnya bergetar ketakutan. Kristal beningpun terjun bebas dari mata indah Jimin membasahi lengan kekar Taehyung.

Sadar Jimin ketakutan, Taehyung berhenti mengerjai gadisnya. Dia mengusap lembut rambut Jimin. mengeratkan pelukannya.

Jimin menangis sesenggukan di pelukan Taehyung.

"Kau tau Jimin, Sebagaimanapun kau tak menyukaiku. Kau tidak akan pernah bisa keluar dari genggamanku sampai aku sendiri yang memutuskan kau bisa pergi." Tegas Taehyung.

Mencium kening Jimin dan beranjak dari ranjang.

"Lepaskan aku Taehyung. Lepaskan. Tolong. Hiksss... " Lirih Jimin.

Taehyung menulikan pendengarannya, menjauh dari pandangan Jimin.

"Bantu dia berbenah." Perintah Taehyung.

Vengeance (Vmin)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang