Vote before reading ❤
Vote sebelum baca, okay?
Enjoy~
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu gue bangun dengan keadaan badan yang rasanya mau hancur.
Seluruh badan gue sakit, apalagi bagian itu. Bibir dan mata gue bahkan bengkak.
Gue bangun karena denger adzan dan kekosongan di sebelah ranjang gue. Gak ada Bang Wonwoo. Tapi pintu kamar kebuka dan pintu dapur nyala.
Gue coba bangun dan jalan ke kamar mandi walaupun itu sakit dan butuh perjuangan. Gue gak perlu Bang Wonwoo. Dan gue gak sudi minta bantuannya.
"Sebentar.. Tadi malem Bang Wonwoo ngeluarin dimana?" pikir gue pas mandi.
Gue gak mau hamil.
Gue mau kuliah dulu. Bahkan gue dan Bang Wonwoo udah rencana mau ngelakuin hal itu setelah gue lulus dan menyandang gelar sarjana.
Gak, gak mungkin sekali doang langsung jadi.
Gue lanjut mandi walaupun butuh waktu yang lama. Gue keluar sekitar 20 menit mandi. Sholat subuh dan berdoa.
Gue yakin Bang Wonwoo pergi ke masjid. Makannya gue berdoa dengan nangis yang gak tertahan.
Allah lah satu-satunya tempat meminta.
Allah lah satu-satunya tempat curhat terbaik.
Apapun masalahnya, kalau kita cerita sama Allah, pasti akan ada jalannya.
Selesai sholat, gue mutusin untuk nyiapin sarapan. Walaupun gue lagi tahap 'benci' Bang Wonwoo. Gue harus tetep melayani dia seperti semestinya.
"Assalaamu'alaikum.." panjang umur pula.
"Wa'alaikumussalam." gue gak natap dia. Gue tetap fokus sama masakan di hadapan gue. Gak peduli dia mau ngapain.
Hari ini gue gak akan bicara apapun sama dia.
"Na." panggilnya. Gue gak noleh dan tetep sibuk.
Bahkan sekarang air mata gue mau turun lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
BANG WONWOO || Jeon Wonwoo ✔
Fiksi Penggemar"Dia tuh manusia atau kulkas dikasih nyawa, sih?" -Alana Laksita By : Ai 🐣 || Shuahann [September, 2019]
