21. Pulang

1.7K 183 21
                                        

"Lucas, apa kau masih marah?" tanya Ayah sembari menatap anak bungsunya itu lekat.

Lucas mendengus, lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan ayah tanpa menjawab pertanyaannya terlebih dahulu.

"Lucas!" Ayah berlari mengejar Lucas lalu menarik pundak anaknya itu.

"Apa?" tanya Lucas sembari menatap ayahnya malas.

Ayah menatap tajam Lucas.
"Kau sungguh tidak sopan Lucas! kau menatap ayahmu seperti itu lalu bertanya 'apa' seolah berbicara pada musuh sendiri!"

"terserah ayah..." Lucas melepaskan cengkeraman ayah dipundaknya lalu berlalu begitu saja.

Krystal yang melihat hal tersebut pun langsung menghadang Lucas dan menampar keras pipi adiknya itu. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Krystal hampir saja akan memukul kepalanya, tetapi dengan segera ayah datang dan mencegahnya.

"Krystal, sudah hentikan!"

"Ayah, anak ini harus diberi pelajaran, dia sudah keterlaluan dan tidak memiliki sopan santun terhadap ayah!" teriak Krystal sembari menunjuk-nunjuk Lucas yang sekarang tengah memegangi pipinya yang kesakitan.

"Lucas, sekali lagi ayah minta maaf"

Lucas terdiam. Ia tidak menanggapi pernyataan Ayah. Yang ia lakukan saat ini hanyalah terus-menerus mengelus pipinya yang sakit akibat tamparan Krystal.

"Lucas?"

Lucas tiba-tiba terisak dan langsung memeluk tubuh ayahnya erat.

"Tidak! Ayah tidak salah, ayah tidak seharusnya meminta maaf! Maafkan Lucas ayah, Lucas telah tidak sopan dengan ayah! Lucas seperti ini hanya karena sedih keluarga kita satu-persatu pergi hiks...hiks..." Ujar Lucas terisak.

"Iya Lucas tidak apa, ayah tahu perasaanmu..." Kata Ayah sembari menepuk-nepuk pundak anak bungsunya itu.

Melihat hal tersebut Krystal hanya memutar bola matanya malas. Lucas memang aneh, tadi saja ia marah seolah tidak ingin berbicara dengan ayah, lalu sekarang tiba-tiba menangis lalu memeluk ayah. Terserah dia saja lah, setidaknya dia telah menyadari kesalahannya.

"Hei kenapa Lucas menangis?" tanya V yang tiba-tiba datang entah darimana.

"Sudah biarkan saja, lebih baik ayo kita kesana! siapa tahu kita bisa dapatkan petunjuk." jawab Krystal sembari mulai berjalan kearah barat. Ya mereka saat ini tengah berada dihutan untuk mencari keberadaan Jun dan Lisa.

"Aku sudah dari sana tadi, dan aku tidak mendapatkan petunjuk apapun!"

"Siapa tahu mata mu kurang jeli..." ujar Krystal tanpa menghiraukan perkataan V barusan. Sedikitpun ia tak berbalik untuk melihat kearah V.

V mengindikan bahunya tidak peduli.
"Terserah kakak saja lah..."

"Sudah Lucas, jangan menangis lagi! ayo sekarang kita lanjutkan pencarian..." Ujar Ayah sembari memegang kedua pundak Lucas. "Hei kau ini laki-laki! apa kau mau terlihat lemah seperti perempuan karena menangis seperti ini?"

Lucas segera menyeka air matanya lalu mengulas senyum tipis.
"Ayo kita lanjut mencari!" ujarnya penuh semangat.

🐺🐺🐺

20.00

"Jean, kapan kau akan tidur? ini sudah malam tahu! berhentilah melakukan pekerjaanmu itu!" Ujar Lisa sembari menatap Jean yang saat ini tengah sibuk mencuci piring.

Jean menoleh kearah Lisa yang kini tengah berdiri disampingnya, lalu ia meniupkan sedikit busa yang membekas ditangannya tepat kewajah Lisa.
"Sejak kapan kau mengaturku ha?" tanyanya sembari tersenyum meledek.

Vampire Family [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang