20. Maaf

1.6K 164 28
                                        

"Selamat pagi, Sebuah harapan dan jalan selalu datang untuk mereka yang selalu senantiasa berdoa serta berjuang tanpa mengenal sebuah kata menyerah"

"Bangunlah pagi ini, seakan-akan anda terlahir kembali dari masa lalu yang kelam, karena hari ini adalah milik anda. Selamat pagi"

Sehun mengerjapkan matanya berkali-kali setelah mendengar teriakan-teriakan yang terkesan sok bijak dari seseorang yang berada diluar kamarnya. Apakah itu Lucas? Hanya Lucas orang suka berteriak-teriak tidak jelas dirumah ini.

tok...tok...tok...

Tetapi dugaan Sehun ternyata salah, orang yang berteriak tadi bukanlah Lucas melainkan V yang kini tengah membuka pintu kamarnya sembari melontarkan celotehan yang sama.

"Bangunlah pagi ini, seakan-akan anda terlahir kembali dari masa lalu yang kelam, karena hari ini adalah milik anda. Selamat pagi"

Memang sih, suara mereka tidak jauh berbeda, sama-sama bersuara berat.

"Hei kakak sudah bangun?" tanya V setelah melihat Sehun tengah duduk dipinggir ranjang tidurnya.

"Tentu, dan semua itu akibat dari teriakan tidak jelas mu..."

"Tidak jelas? bukanlah teriakanku tadi sangat jelas dan sangat memotivasi?" V mengerutkan keningnya.

"Kenapa kau terlihat bahagia?" tanya balik Sehun tanpa menjawab pertanyaan V terlebih dahulu.

"Tidak juga, aku hanya sedang mencoba bahagia..."

"Oh..."

"Apa kakak sudah sembuh?" tanya V.

"Kepalaku masih sedikit sakit..." jawab Sehun.

"Kalau begitu istirahatlah lagi supaya kau bisa sembuh total, oke?" V tersenyum lebar, sedangkan Sehun hanya menganggukan kepala sebagai tanggapan.

Setelah itu V pun langsung melenggang pergi keluar dari kamarnya, tak lama kemudian ada orang lagi yang mengetuk pintu kamarnya.

tok...tok...tok...

"Sehun, apa kau sudah bangun?" sapa seseorang dari balik pintu, dari suaranya Sehun sudah tahu kalau itu adalah ayah.

"Sudah ayah..." Jawabnya.

Ayah pun segera membuka pintu kamar Sehun perlahan, lalu segera masuk sembari tersenyum manis.

"Sebenarnya ayah sudah tahu kalau kau sudah bangun dari V,  dan tadi ayah hanya basa-basi saja..."

Sehun menghela nafasnya.
"Sudah kuduga..."

"Apa kau sudah merasa lebih baik?" tanya ayah lembut.

"Kepalaku masih sedikit sakit, tetapi aku pasti kuat kalau untuk mencari Jun dan Lisa sekarang!" jawab Sehun.

Ayah menggelengkan kepalanya segera.
"Tidak Sehun, istirahatlah lagi, ayah yakin kau belum sembuh total..."

"Aku sudah sembuh ayah!" ujar Sehun tegas.

Ayah mengerutkan keningnya.
"Kau bilang tadi kepalamu masih sedikit sakit?"

"Iy--a sedi-kit..."

"Sudahlah Sehun, sekarang kau tak perlu ikut mencari Jun dan Lisa, biarkan ayah dan ketiga adikmu saja! Jujur, ayah belum pernah melihatmu selemah ini, dan itu sangat membuatku khawatir..." Ujar ayah tak kalah tegas.

Sehun menarik nafasnya panjang.
"Baiklah ayah..."

"Berjanjilah kau tidak akan menyusul ayahmu pergi mencari mereka!"

Vampire Family [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang