13. Sadness

1.8K 175 15
                                        


Jun berjalan melalui koridor sekolah untuk mencari teman sekelasnya, Sana. Memang terlihat aneh sebenarnya, biasanya Sana lah yang mencari-cari dan mengejar-ngejar Jun tetapi saat ini malah sebaliknya.

Jun menyipitkan matanya ketika ia melihat seperti sosok Sana yang tengah berbincang dengan seorang lelaki didepan perpustakaan, dengan cepat ia pun langsung menghampirinya.

"Sana..." Sana menoleh seketika ketika terdengar ada orang memanggilnya yang tak lain adalah Jun.

"Ah Jun! Ada apa?"

"Bolehkah kita berbicara sebentar?" tanya Jun sembari memegang tangan Sana dan langsung membuat pipi Sana memerah.

"Eeh...bicara apa?"

"Ikut aku dahulu..."

"Baiklah..."

"Em daniel, aku pergi sebentar ya..." ucap Sana dengan lelaki yang berbicara dengannya tadi.

"oke..." jawab lelaki itu.

Jun pun menggandeng tangan Sana berjalan menuju ke belakang sekolah. Sesampainya dibelakang sekolah, Jun  langsung mengambil sebuah kotak dari dalam saku celananya.

"Ini untukmu..." Jun memberikan kotak itu kepada Sana.

"Apa ini Jun?" Sana mengerutkan keningnya.

"Bukalah nanti setelah kau sampai dirumah..."

"Apakah tidak boleh aku buka sekarang?"

"Tidak..."

Sana menghela nafasnya.
"Ya sudah!"

"San..."

"Iya?"

"Maafkan aku..."

"Kenapa?"

"Tidak apa-apa..."

"Kau aneh Jun!" Sana memukul pergelangan tangan Jun.

"Setelah ini aku minta kau jangan pernah mencariku lagi!" Ucapan Jun sontak langsung membuat Sana sangat terkejut.

"Kau ini berbicara apa Jun? Apa maksud kau??"

"Aku hanya memintamu untuk tidak mencari ku lagi setelah ini!"

"Iya karena apa Jun? Memangnya kau mau pergi kemana?" Tanya Sana dengan tatapan khawatir.

"Kau tak perlu tahu!"

"Jelas aku harus tahu karena aku adalah sahabatmu Jun!" Teriak Sana sembari menatap tajam Jun

Jun menarik nafasnya pelan. Ia menatap Sana lekat dan setelah itu ia pun langsung memeluknya.
Sana terdiam, pipinya memerah. Ia sangat senang tentu saja, tetapi ia juga merasa aneh. Apa yang terjadi dengan Jun?

"Jun katakan kepadaku apa yang terjadi?" tanya Sana dengan nada pelan.

Jun mulai menitikkan air matanya.
"Aku membayangkan bahwa kamu ini adalah keluargaku...aku rindu mereka tetapi aku tak bisa memeluk mereka, jadi aku memeluk dirimu saja!"

Sana mendengus karena sedikit ada rasa kecewa.
"Kalau kau rindu mereka? Kenapa kau tak peluk mereka saja sendiri?" tanya Sana dengan nada kesal.

"Aku ingin mereka membenciku!" Sana terkejut mendengar jawaban Jun itu.  membenci? Kenapa Jun ingin keluarganya membencinya?

"Kenapa? Kenapa kau ingin mereka membencimu jun??"

Jun segera melepaskan pelukannya dari Sana dan mulai menyeka air matanya.
"Tidak...lupakan!"

Vampire Family [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang