Sehun berjalan menyusuri lorong sekolah dengan tergesa-gesa. Hal tersebut jelas saja membuat beberapa siswa dan siswi yang melihatnya menatapnya keheranan. Mengapa lelaki tampan itu berjalan dengan tergesa?
Hingga tibalah Sehun di taman sekolah yang kebetulan saat ini sangat sepi dan tidak ada siswa ataupun siswi yang berada disana.
Manik matanya melihat kesana kemari seperti mencari seseorang, namun nyatanya matanya tidak menemukan apapun.
Sehun pun mendudukan tubuhnya sejenak dikursi taman. Lelaki tampan itu menghela nafasnya panjang sembari menatap sekitar. Jam istirahat hanya 15 menit, tetapi mengapa gadis yang harus ia temui tidak kunjung datang juga?
"Sehun?"
Sehun segera menolehkan kepalanya kebelakang ketika mendengar suara lembut yang memanggilnya itu.
"Sana"
"Emm kau menungguku terlalu lama ya? Eh tunggu! Aku tadi memanggilmu apa? Sehun? tanpa embel-embel kakak? Ooh maafkan akuu" Sana berlari menghampiri Sehun lalu menatapnya bersalah.
"Ah tidak masalah"
"Aduh aku jadi malu dengan calon kakak ipar" Sana berguman sendiri sembari mendudukan tubuhnya disamping Sehun.
"Apa kau bilang?" Sehun mengerutkan keningnya.
"Aah ttidak!"
"Ya sudah. Emm apa yang ingin kau bicarakan sehingga menyuruhku untuk bertemu denganmu kemari?" Tanya Sehun keheranan.
Sana menggigit bawah bibirnya ragu. Entah mengapa saat ia sudah berada didepan Sehun, ia menjadi bingung harus memulai darimana cerita tentang hal yang ia alami kemarin.
"Eemmm"
"Hm?" Sehun mengangkat salah satu alisnya.
"Emm...Aku telah mendapatkan bayangan buruk lagi tentang Jun!" Ujar Sana dengan lantang sembari memeras kedua tangannya sendiri.
"Bayangan buruk?"
"Iya bayangan buruk! Kau tahu gelang ini kan?" Sana menunjukan sebuah gelang yang melingkar ditangannya. "Gelang ini adalah gelang pemberian Jun yang membuatku mendapatkan bayangan buruk tentang Lisa dan Jun waktu itu!"
"Tentang Lisa yang mengejar Jun lalu Lisa terjatuh kedalam jurang. Dan ternyata bayanganku itu nyata kan?" Lanjut Sana.
Sehun terdiam sejenak, mencoba mencerna semua kata-kata gadis dihadapannya itu.
"Jadi, sekarang kau mendapatkan bayangan lagi?" Tanya Sehun kemudian.
"Ya! Kemarin aku melihat bayangan peristiwa tentang Jun. Emm dan ada Jisoo juga"
"Bagaimana ceritanya?" Tanya Sehun dengan tatapan serius.
Sana menghela nafasnya panjang sembari mengingat-ingat lagi bayangan peristiwa yang ia lihat kemarin.
"Aa-ku melihat Jun...dicambuk"
"Dicambuk?"
"Yya! Bukan hanya itu, aku juga melihatnya disiksa seperti diinjak kepalanya, bahkan saat ia berhasil melawan-- dia hampir dibunuh" Ujar Sana lirih sembari meremas roknya.
"Siapa yang melakukan hal itu padanya?" Tanya Sehun mencoba setenang mungkin.
"Aku tak dapat melihat wajahnya dengan jelas, yang kuingat hanyalah namanya. Emm Min...Ming...Ah Mingyu!"
"Mingyu?" Sehun mengerutkan keningnya. "Apakah kau ingat dimana latar tempat terjadi peristiwa itu?"
"Emm seperti disebuah ruangan bawah tanah! Em tetapi kalau aku tidak salah ingat, aku melihat Mingyu berbicara dengan seorang gadis tentang...kerajaan-kerajaan begitu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Family [Completed]
Vampirethe biggest crime will lose against family power.
![Vampire Family [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/144514035-64-k161592.jpg)