24. Berubah

1.7K 178 48
                                        

"Akuu laparrrrr!!!" Lelaki jangkung itu berseru. Membuat kawannya yang lebih pendek darinya menghela nafas berat.

"Aku juga lapar, bodoh! ayo kita mencari darah segar!"

"Apa? hewan lagi? Rusa lagi? Bosan!"

"Lalu apa yang kau mau?" Lelaki yang bertubuh lebih pendek itu menatap kawannya malas.

Lelaki jangkung tersenyum seringai.
"Manusia"

"Kita diwilayah vampire bodoh! Mana mungkin ada manusia disinii?? Aku tidak mau jika kita harus berjauh-jauh pergi kewilayah manusia. Aku sudah sangat lapar!"

"Siapa bilang disini tidak ada manusia?" Lelaki jangkung tersenyum seringai lagi.
"Lihat rumah itu..." Lanjutnya sembari menunjukan sebuah rumah kecil yang disampingnya terdapat kandang kuda.

"Apa maksudmu? kau bilang tadi ingin darah manusia? lalu kenapa kau berubah ingin darah kuda?"

"Aku tidak bilang aku ingin darah kuda bodoh! Kau lihat rumah itu! Itu rumah milik manusia..."

"Benarkah?"

"Ya!"

"Kenapa dia disini?"

"Entahlah, mungkin dia keturunan vampire!"

Mereka pun tersenyum satu sama lain.

"Ayo kita sikat!"

"Siap!"

🐺🐺🐺

Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Karena masalah dari keluarga Roan sudah sedikit berkurang, maka Ayah menyuruh kelima anaknya untuk kembali bersekolah. Tetapi tidak dengan V. Lelaki itu meminta izin untuk tidak bersekolah terlebih dahulu. Ia tidak ingin jadi semakin merindukan Jisoo. Semua hal didalam sekolah sangat mengingatkannya pada gadis itu, karena sekolah adalah tempat dimana pertamakali mereka bertemu sampai mereka menjadi sahabat baik.

Lelaki tampan itu memutuskan untuk berjalan-jalan ke hutan. Berharap barangkali menemukan petunjuk tentang Jisoo, atau mungkin bisa menemukan hal menarik yang sekiranya bisa menghibur hatinya.
Ingatannya berputar, sampai akhirnya ia teringat akan Jun. Adiknya itu juga hilang. Entah bisa dibilang hilang atau pergi, karena kemarin malam Sehun menceritakan bahwa Jun pergi dari rumah sampai membuat Lisa mengejarnya dan terjatuh kedalam jurang. Jun, Jisoo. Dua huruf berawalan J ini sangat membuatnya pusing.

"Dimana kalian? Aku rindu..." Gumannya sembari menatap pepohonan yang tinggi menjulang.




"Lepaskann akuuuu!!"

"Tiidak akan!"

"TOLONGG!! SIAPAPUN TOLONG AKU!"



V mendengar teriakan itu. Teriakan yang mungkin berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Siapa itu?
Rasa penasaran membawanya menuju ke sumber suara itu. Bukan V namanya jika mengabaikan teriakan seseorang meminta tolong. Siapapun orang itu, pasti dia sangat butuh pertolongan.

Hingga sampailah ia disebuah rumah yang berukuran sedang. Entah rumah siapa ini. Terlihat tidak ada yang aneh. Dan suara orang berteriak tadi sudah tidak terdengar lagi.
V mengusap keningnya. Mungkin ia hanya halu, dan mungkin sebenarnya teriakan tadi tidak ada.




"Arghhhhhh!!!"



Tidak. Teriakan itu nyata. Dengan segera V kembali mencari sumber suara yang sepertinya berasal dari dalam rumah.

Pintu rumah kebetulan terbuka. Ia masuk dengan sangat tidak sopan. Tetapi persetan dengan kesopanan, penghuni rumah ini pasti sedang dalam bahaya.

Vampire Family [Completed] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang