Kali ini Jun kembali menghadap Raja. Ini bukan kedua atau ketiga kalinya, tetapi ini adalah kesekian kalinya ia menghadap raja. Dan saat telah menghadap pertanyaan yang diajukan raja selalu sama "Apakah kau sudah menyadari apa kekuatanmu?" begitu terus sampai membuat Jun merasa bosan. Terutama saat ini.
"Hei Jun, apakah kau sudah menyadari apa kekuatan terbesarmu?"
Jun yang tangannya diikat kebelakang dan selalu diawasi oleh tiga pengawal dibelakangnya, hanya bisa menghela nafas malas.
Tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing hingga membuatnya jatuh tersungkur dilantai.
Sebuah bayangan tiba-tiba muncul dikepalanya. Ia melihat terjadinya peperangan antara pihak kerajaan dengan—keluarganya? Bayangan itu terus berjalan bak sebuah film yang diputar. Hingga adegan terakhir yang ia lihat adalah raja mati karena tertancap pedang diatas kepalanya.
"Hei kau kenapa? Apa kau sedang berpura-pura sakit? Ahahahaha!!!" kata Raja ketika melihat Jun tersungkur.
Setelah bisa mengendalikan dirinya kembali, Jun pun kembali menatap raja dan kini disertai senyuman seringai.
"Kini aku mengerti, apa kekuatan terbesarku."
Raja berdiri dari singgasananya dan mentap Jun dengan berbinar.
"Apa? Hah? Cepat kau katakan! Kau bisa melihat masa depan kan?"
Jun menganggukan kepalanya.
"Ya. Benar katamu!"
"Bagus. Kalau begitu, coba kau ramalkan apa yang akan terjadi denganku setelah ini..." pinta Raja.
Jun tersenyum.
"Kau akan mati."
"APA KATAMU?"
"Aku mengatakan, kau akan mati."
Raja tak terima, lelaki bertubuh kekar itu pun mulai berjalan mendekati Jun dan menghantam rahangnya.
BUghhh...
"Lagi-lagi kau tak bisa menggunakan kekuatanmu ya? Dasar vampire bodoh!"
Jun meringis sakit akibat rahangnya terkena pukulan Raja, namun itu tak lama karena ia segera bangkit dan tersenyum seringai.
"Mau bagaimana lagi, memang seperti itu kekuatanku berjalan. Setelah ini kau mati, itu yang aku lihat..." ujarnya dengan percaya diri.
Raja sudah berada dipuncak amarahnya. Kedua tangannya tergegam erat, dan gigi-giginya menggeretak marah. Ia bersiap melayangkan tinjunya kembali, akan tetapi—
"Raja...raja...!"
Salah satu pengawal tiba-tiba masuk dan memanggil Raja dengan panik.
"Ada apa? Kenapa kau memanggilku dengan tergesa seperti itu?" tanya Raja dengan malas.
"Siwon Roan, iiya Siwon Roan...Ia datang kemari bersama Sandara..." jawab pengawal yang berhasil membuat raja vampire membulatkan matanya tak percaya.
"Hah? mana mungkin! Sandara sudah lama mati!"
"Tapi benar Raja, mereka benar-benar ada diluar dan meminta untuk bertemu dengan raja!"
"Ada apa ayah?" Mingyu tiba-tiba datang, membuat raja kebingungan untuk menjawab.
"Ada penyusup didepan. Kita harus menghentikan mereka!" Raja vampire mulai berjalan keluar dari singgasana. "Pengawal, siapkan pasukan!" perintahnya kemudian.
.
.
.
.
.
.
.
Lucas menguap, menatap dengan malas para pasukan kerajaan yang melarang mereka masuk. Dan dengan segera Lisa pun menutup mulut adiknya itu agar lebih sopan sedikit, ini situasi tegang tetapi lelaki itu malah terlihat santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Family [Completed]
Vampirethe biggest crime will lose against family power.
![Vampire Family [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/144514035-64-k161592.jpg)