Pagi ini Lisa tengah berjalan dengan menunggangi kuda milik Jean, sedangkan Jean berjalan disamping kuda tersebut.
Mereka akan pergi menuju padang rumput untuk menggembara kuda, Iya itu adalah kebiasaan Jean setiap pagi.
Awalnya Jean tidak mengizinkan Lisa untuk ikut karena gadis itu belum sembuh total, tetapi Lisa keras kepala dan terus memaksa Jean agar memperbolehkannya ikut, jadi ya terpaksa Jean menurutinya.
"Jean, apa masih jauh?"
Jean sedikit mendongak menatap Lisa yang juga tengah menatapnya lekat.
"Sebentar lagi sampai, apa kau lelah?"
Lisa menggelengkan kepalanya segera.
"Tentu saja tidak, aku hanya kasihan melihatmu seperti lelah berjalan..."
"Hm kalau begitu, apa kau mau menggantikan posisiku sekarang?"
Lisa menatap Jean kesal.
"Hei kaki ku belum sembuh tahu!"
"Hehehe aku juga hanya bercanda tahu!" Jean tertawa memperlihatkan gigi kelincinya. Hal itu langsung mendapat dengusan kesal dari Lisa.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai disebuah padang rumput, padang rumput yang cukup luas dan juga indah.
Lisa pun segera turun dari kuda tersebut dengan dibantu Jean, perlahan Jean menuntun Lisa untuk duduk dibawah pohon, sedangkan kudanya ia biarkan sibuk memakan rumput.
"Kita duduk disini saja..." Ujar Jean sembari membantu Lisa untuk duduk dan kemudian ia pun juga ikut mendudukan tubuhnya disamping Lisa.
Hening sesaat. Mereka terdiam. Sesekali Lisa menoleh kearah Jean yang tengah sibuk memperhatikan kudanya.
"Apa kau melakukan ini setiap hari?" tanya Lisa berusaha memecahkan keheningan.
"Tentu saja..." jawab Jean.
"Memangnya tidak ada hal lain yang bisa kau lakukan? seperti bekerja mungkin, atau membersihkan rumah? kenapa aku melihatmu hanya sibuk merawat kudamu saja?"
Jean menghela nafasnya.
"Aku tidak bekerja, untuk makan aku selalu mencari sayuran atau buah-buahan dihutan, terkadang aku juga berburu hewan lalu dimasak. Kalau membersihkan rumah, aku selalu melakukannya setelah mengembara kuda. Lalu kenapa kau bisa bilang bahwa aku hanya sibuk merawat kudaku saja? padahal kan kau baru sehari tinggal bersamaku..."
Lisa terkekeh pelan.
"Hehehe habisnya kau terlihat sangat menyayangi kudamu..."
"Tentu saja aku sangat menyayangi kudaku, karena kuda itu adalah salah satu peninggalan dari ayahku..."
"Wah benarkah?"
"Iya, dahulu saat aku kecil ayahku sering mengajakku berjalan-jalan dengan menunggangi kuda itu. Dulu kita pernah pergi ke pinggir danau dan piknik disana, pernah juga ia mengajakku kepantai lalu berjalan dipinggir pantai dengan menunggangi kuda,
yang paling tidak terlupakan adalah dahulu aku pernah hilang bersama kuda itu, lalu ayah mencariku dan ia sangat khawatir, dan setelah aku ketemu ayahku langsung memelukku erat dan membawaku pulang. Ah mengingat hal-hal itu membuatku menjadi rindu dengan ayah, umm ibu dan adik juga..."
Ujar Jean sembari memandangi kudanya.
Lisa tidak menanggapi pernyataan Jean. Ia hanya menatap lelaki itu lekat sembari tersenyum manis. Ternyata lelaki disampingnya ini tampan juga, ah bahkan sangat tampan. Dalam hati Lisa sedikit bersyukur bisa jatuh kedalam jurang, karena dengan jatuh kejurang ia bisa diselamatkan oleh lelaki itu. Sungguh pemikiran yang aneh.
"Hei kenapa kau malah menatapku terus?" tanya Jean keheranan setelah mendapati Lisa yang terus memerhatikannya.
"Ah-- em tidak, tidak apa-apa..." jawab Lisa gelagapan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Family [Completed]
Vampirethe biggest crime will lose against family power.
![Vampire Family [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/144514035-64-k161592.jpg)