21 - Bad Things

1.3K 125 3
                                        

Tidak biasanya Taehyung mendiamkanku. Sejak kemarin malam, tak satupun ia mengirim pesan padaku. Dan ia pun tak membalas pesan yang kukirimkan padanya. Begitupula dengan Kyungmi. Jungkook pun telah menghilang dari seminggu yang lalu. Banyak orang yang meninggalkanku saat ini.

Pagi ini, aku berniat mengunjungi Kyungmi. Kehadirannya yang tak nampak di kampus selama beberapa hari membuatku khawatir. Kuharap dia baik-baik saja.

Aku memencet bel rumah Kyungmi. Beberapa sandal asing nampak berjajar di rak sepatu yang sengaja ia taruh di luar rumah. Entah siapa yang datang ke rumahnya. Mengingat bahwa orang tua Kyungmi diluar kota.

"Oh? Yoorae noona?"

Seorang pemuda berambut legam muncul dari balik pintu yang terbuka. Aku membalas senyumnya saat ia mempersilahkanku masuk. Na Do Hyun. Adik Kyungmi yang tinggal di asrama ini tumbuh dengan cepat. Bahkan tingginya melampaui tinggiku sangat jauh kalau dibandingkan dengan tinggi badannya terakhir kali bertemu.

"Kau datang kemari? Sedang liburan?" tanyaku.

"Ah, tidak. Kyungmi noona akan menikah. Maka dari itu aku izin libur"

"Kyungmi? Menikah?"

"Apa dia tidak bilang padamu?"

Bilang apa? Menghubungiku saja tidak. Dan kenapa gadis itu menyembunyikan berita bahagianya dariku?

Bukan hanya Dohyun yang ada disini. Ayah, Ibu, Paman dan Bibi Kyungmi semuanya berkumpul di ruang tamu. Aku membungkukkan badanku sembari mengucap salam sopan pada mereka.

"Park Yoorae? Kaukah itu?" Ibu Kyungmi bersuara. Ia memelukku erat. Bisa dibilang Nyonya Na adalah wanita yang ceria. Setua apapun usianya, ia tetap menyambutku dengan pelukan hangat dan akan mengakrabkan diri layaknya anak muda ketika berbincang denganku.

"Duduklah, Yoo. Biar aku memanggilkan Kyungmi" ucap Bibi Shin.

"Ahjumma, apa benar Kyungmi akan menikah?" tanyaku memastikan.

Tanpa senyum yang luntur, ibu itu mengangguk bahagia "Lihatlah, kami tengah mempersiapkan undangannya. Kau harus menjadi tamu pertama yang datang di pernikahannya nanti"

Aku mengambil salah satu undangan itu. Undangan istimewa dengan warna merah yang dipadukan dengan emas. Bentuknya yang seperti amplop membuatku terkesan. Namun mataku hampir keluar setelah aku membuka dan membaca undangan itu.

              NA KYUNG-MI

                       with

             KIM TAEHYUNG

Apa.. Maksud dari undangan ini? Kenapa nama mempelai prianya "Kim Taehyung"?

"Bagaimana menurutmu? Bukankah undangan ini nampak indah? Oh, kau harus melihat calon mempelai prianya, nak!"

Mataku memanas saat Nyonya Na menyerahkan foto calon menantunya padaku. Foto pria bertopi hitam yang tersenyum ke arah kamera itu tak lain adalah Kim Taehyung. Kekasihku.

"A-Ahjumma.. Ini.. Ini-"

"Yoorae?" ucapanku terpotong karena panggilan Kyungmi "ikut aku"

Kyungmi membawaku ke taman dekat perumahannya. Disitu aku mulai menumpahkan rasa yang sedari tadi kutahan. Sekaligus meminta penjelasan atas apa yang ibunya katakan.

"Apa maksud dari undangan itu, Kyungmi-a? Itu bukan.. Bukan..itu.."

"Aku akan menikah dengan Kim Taehyung. Satu minggu lagi"

"Kau bercanda. Kau pasti bercanda, kan?"

Kyungmi menggeleng pasrah "Tidak. Ini sungguhan, Yoorae"

PREPOSSESSING [KTH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang