22 - Heartbroke

1.3K 126 2
                                        

"Yoon, aku tidak ingin dia pergi" ucapku saat Yoongi melepaskan pelukannya dan menuntunku ke jalan raya.

"Lebih baik kita pulang sekarang"

Kuatur napasku yang sesak sambil menatap jalanan dari balik kaca jendela mobil Yoongi. Pemandangan senja di Seoul membuatku teringat akan pertemuan pertamaku dengan Kim Taehyung. Tersesat di sebuah tempat, dan membeli buku.

Aku tidak pernah tahu dia datang darimana. Sikap datar dan dingin terus kujadikan topeng agar ia menjauh dariku. Hingga akhirnya, ia sendiri yang menjauh dariku saat aku telah memberikan seluruh hatiku padanya.

Tak ada perbincangan apapun antara aku dan Yoongi di perjalanan hingga ia memarkirkan mobilnya di area parkir. Aku yakin Yoongi mengerti bahwa aku perlu kesunyian sejenak.

"Eonni!"

Seorang gadis menghampiriku dan Yoongi ketika kami masuk ke lobi apartemen. Mataku bergerak naik turun memperhatikannya. Ia nampak cantik dengan sweater turtle neck warna tosca serta trousers hitam panjangnya. Bibir merah muda, kulit putih bersemu kemerahan, serta rambut hitam bergelombang. Tangannya menjinjing koper besar warna metalik.

Gadis yang tingginya sebatas bahuku itu tersenyum miring padaku "Bagaimana kabarmu? Kukira kau mati ditelan bumi"

Aku mendengus "Harusnya aku yang mengatakan itu. Kukira kau mati tenggelam di bak sampah enam tahun yang lalu, Park Chaeyeon"

Tak puas hanya dengan senyum licik, ia mengangkat alisnya "Lalu apa, ini? Kau menangis, hah?"

Yoongi mencegah tangan usil Chaeyeon yang bergerak mengarah ke wajahku "Untuk apa kau kesini?"

Ia menepis kuat tangan Yoongi "Jangan coba-coba sentuh aku! Oh— aku baru mengingatmu. Min Yoongi, ya?"

"Iya. Aku yang dulu pernah menguncimu di kamar mandi"

Kugigit bibir bawahku agar tidak tertawa. Mengingat betapa bencinya Yoongi pada Chaeyeon hingga dia mengunci gadis itu di kamar mandi setelah menceburkannya ke bak sampah enam tahun yang lalu. Aku heran mengapa dia tetap datang kesini walau gadis itu tahu bahaya selalu mengancamnya saat bersama kami.

"Lebih baik bawa aku ke apartemenmu, sekarang. Huh, aku lelah sekali" Chaeyeon menghempaskan kopernya padaku.

"Hei! Bawa kopermu sendiri gadis bodoh!" teriak Yoongi geram. Gadis itu masuk ke lift tanpa menghiraukan Yoongi.

Aku berdecak "Sudahlah. Ayo kita menyusulnya"

Kusajikan teh dan cemilan yang kupunya untuk Chaeyeon. Gadis itu tengah berendam di bathtub sekarang. Yoongi? Pria itu sibuk menekan ponsel.

Hah. Aku berharap dapat menenangkan diri di bathtub setelah apa yang terjadi seharian ini. Maksudku— tidak bisakah gadis itu datang beberapa bulan lagi? Gadis itu datang di waktu yang tidak tepat.

Biar kuperjelas lagi. Park Chaeyeon. Gadis berusia tujuh belas tahun itu memang menyebalkan. Tapi, bagaimanapun juga dia adalah adikku. Aku merasa bertanggung jawab untuk menjaganya selama ia berada disini.

Akhirnya gadis itu keluar dari kamar mandiku "Woah, makanan. Tapi tidak. Aku ingin ramyeon!"

"Baiklah, akan kubuatkan setelah aku selesai mandi"

"Se.ka.rang" perintahnya penuh penekanan.

"Biar aku saja yang buatkan. Kau mandilah, Yoo" ucap Yoongi.

"Awas saja kalau tidak enak!" ancam Chaeyeon.

Fyuh. Akhirnya aku bisa mandi dengan tenang. Atau mungkin tidak.

PREPOSSESSING [KTH]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang