PEMAKSAAN MAKAN

443K 21.3K 508
                                        

"Hubungan cinta itu tentang dua insan. Peranmu untuk masuk ke dalam skenario itu salah. Itikad mu untuk menghancurkan, bukan memperindah cerita cinta"

...putriae...

🦄🦄🦄

"Lo itu kenapa sih, Dan?", tanya Candra sembari menyandarkan tubuhnya di samping Dandi. Keduanya langsung menyusul. Duduk di depan Candra dan Dandi.

Sungguh melelahkan, membersihkan lapangan Galaksi yang seluas itu. Bersandar di bawah pohon mungkin akan mengurangi lelahnya. Setidaknya, masih ada angin yang berbaik hati membelainya. Segar.

"Debu nya banyak banget, Njing. Sesek nih dada gue", sahut Bayu ngos-ngosan. Sedangkan Juna hanya memperlihatkan dadanya yang terus kembang kempis.

"Woi. Gue nanya dari tadi. Di jawab kek", Candra tak kalah capeknya dengan ketiga sahabatnya. Ditambah lagi, dia kesal pada Dandi yang tak kunjung menjawab pertanyaannya.

"Gue capek, semuanya kerasa panas. Jadi jangan bakar gue dengan pertanyaan lo yang gak penting itu!", tentu saja Dandi mengancamnya.

"Santai, Man. Gue cuma nanya. Lagian, lo gak biasanya kayak gini, wajar lah gue nanya", tapis Candra, mencoba untuk tidak tersulut emosi.

"Dinda. Semua tentang di Dinda", sambar Bayu yang sedari tadi mencoba menetralkan nafasnya.

"Lo gak kalah cakep dari gue, Bosku. Cari cewek lain. Masalahnya apa sekarang? Lo sulit nyari pengganti?", tanya Juna. "Ntar malem ikut gue. Gue cariin yang jauh lebih cantik, lebih seksi, lebih wow dari si Dinda", lanjut Juna setelahnya.

"Banyak bacot lo".

"Lo punya utang sama gue, Njing. Bayar!", kata Candra. Dandi mengerutkan keningnya, tak paham akan pemikiran sahabatnya yang satu ini. Tapi Dandi tau, pasti ini cara Candra untuk membuka mulut Dandi. Untuk menceritakan semuanya.

"Utang apa, Bangsat! Bakso kemarin gue udah bayar, lo amnesia?!", Dandi melesatkan tangannya pada kepala Candra.

"Eh, Bangsat. Biasa aja, ini itu kranium", tukas Candra.

"Kranium? Apaan woi?", Bayu cengo.

"Tengkorak, Goblok. Biologi lo dapet empat apa lima?", ejek Juna.

"Oh. Tengkorak toh. Enak aja, biologi gue delapan ya!", kalimat terakhir menunjukkan ketidaksetujuannya pada Juna.

"Waktu gue punya masalah sama nyokap gue, gue cerita sama lo. Sekarang giliran lo dong, cerita sama gue. Kalo perlu sama kita bertiga", ucap Candra kembali ke topik awal.

"Emang paling bisa, lo pojokin gue", Dandi kalah. Memang, saat Candra punya masalah, dia pasti lari ke sahabatnya, terutama Dandi saat itu.

"Ya udah, cerita sekarang!", desak Candra.

Dandi pun mulai menceritakan segalanya. Mulai dari awal keretakan hubungannya dengan cewek yang bernama Dinda itu. Sampai kata "putus" yang keluar dari mulut Dandi sendiri.

Dandi tak jauh berbeda dengan ketiga sahabatnya. Pengoleksi mantan. Mungkin kalau mengadakan reuni, mantannya akan berjejer, bahkan berbaris membentuk urutan panjang.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang