UKS

319K 16.7K 839
                                        

Alarm membangunkan tidur nyenyak Salsa. Lagi-lagi Salsa bingung, tiba-tiba dia sudah ada di atas ranjangnya. Tapi, kali ini dia tau, bahwa yang membawa ke sini pasti Arjuna Megantara. Karena yang dia ingat, dia ketiduran setelah makan bersama Juna di restoran kemarin.

Segera Salsa bergerak ke kamar mandi, bersiap ke sekolah. Setelah mandi, Salsa benar-benar terkejut.

"Ahhhhhhhhhhh, keluar!!!", Salsa melihat Dandi sedang berbaring santai di ranjangnya. Benar saja, tadi samar-samar Salsa mendengar percakapan beberapa orang. Ternyata itu dari televisi yang sengaja Dandi nyalakan.

"Biasa aja kali".

"Biasa gimana? Lo itu lancang. Ke sini gak bilang-bilang dulu. Main nyelonong aja. Mau ngapain sih, ah", Salsa berbalik ke kamar mandi, kepalanya di keluarkan dari pintu.

"Mau jemput lo lah. Mobil lo kan di gue. Lo mau berangkat sama siapa emang, ha?".

Salsa berpikir, benar apa yang Dandi katakan. "Tapi lo bisa tunggu di bawah kan? Gak harus masuk kamar gue kayak gini. Untung gue pake handuk".

"Hahahaha, pikiran lo jauh juga ya?", Salsa berdecak sebal. Dandi malah bercanda saat dia sedang serius.
"Udah ganti sana! Gue gak bakal ngintip. Lagian, siapa juga yang tertarik lihat yang tepos-tepos gitu, hahahha", lanjut Dandi.

"Mati aja lo sana!", umpat Salsa kesal.

"Real kan? Punya lo gak gede-gede amat. Tepos, hahaha. Masih gedean punya Dinda", Dandi malah membandingkan Salsa dengan mantannya.

"DASARRRRR".
"Awas kalo ngintip lo. Gue colok juga mata lo! Gue gak bercanda ya, Dan", Salsa berjalan menuju lemari pakaiannya.

"Ya ya ya, gue udah bilang gue gak minat sama punya lo, hahaha", Dandi malah tertawa. Apanya yang lucu coba? Pikir Salsa.

🦄🦄🦄

Salsa turun saat mobilnya sudah terparkir dengan benar di parkiran. Dandi pun turun setelah mematikan mesin mobil. Lalu berjalan menjajarkan posisinya dengan Salsa. "Kuncinya gue atau lo yang pegang?".

"Lo aja", ucap Salsa. Dandi mengangguk mengerti.

Tak lama, saat di depan ruang guru, ponsel Dandi berbunyi, adaa yang menelponnya. Ternyata itu Bayu, temannya. "Yo, kenapa, Bay?", tanya Dandi saat sambungannya terhubung.

Entah kenapa, Salsa ikut berhenti saat Dandi mengangkat teleponnya. "BANGSAT", umpat Dandi. Salsa hanya memperhatikannya. "Posisi dimana sekarang? Si Juna ada?".

"Oke gue ke sana sekarang. Tunggu", setelah itu, Dandi memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.

"Lo mau kemana?", tanya Salsa karena penasaran.

"Gak kemana-mana. Mendingan lo ke kelas duluan. Gue cabut dulu ya", sebelum Dandi beranjak pergi, Salsa menahan lengannya.

"Lo-mau-kemana-Dandi Atalanta?", tanya Salsa tegas. Dia curiga pada sepupunya ini.

"Bukan urusan lo, cantik. Lo ke kelas aja ya. Bye", Dandi mencium pipi Salsa tiba-tiba. Setelah itu, dia melepas genggaman Salsa pada lengannya. Lalu dia pergi ke tempat dimana teman-teman berada sekarang.

Sayangnya gue curiga sama lo, Dan-Salsa.

___

Salsa mengikuti Dandi secara diam-diam. Ternyata ke arah belakang sekolah. Dandi menyelinap dari gerbang belakang, tempat keluar masuk tukang kebun sekolah. Di sana, ada sebuah warung.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang