Malamnya, acara api unggun sudah dimulai. Salsa sengaja tak ikut bergabung dengan yang lain, karena dia masih dongkol dengan kejadian tadi sore. Dia jadi salah di mata pacarnya sendiri. Tapi Juna juga menjengkelkan. Kenapa dia tak mendengarkan Salsa terlebih dahulu?
"Sal, ayo lo disuruh keluar sama yang lain. Semua harus ikut", ajak Raina saat memasuki tenda.
"Bilang aja gue sakit!".
"Tapi lo--".
"Itu perintah, bukan pernyataan yang bisa dibantah", ucap Salsa.
"Oke", Raina langsung mengangguk paham. Mood Salsa tidak ada sekarang, dan Raina tak mau mengganggunya. "Lo kalo laper, ada jajan di tas gue. Lo habisin gak apa-apa kok".
"Makasihhh, cantik", hm sudah Raina tebak. Salsa akan menerimanya.
--
Setelah mendengar alasan dari Raina tadi, Juna segera menuju tenda Salsa. Salsa sakit, dan Juna tidak tau. "Sal...", Juna memanggilnya terlebih dahulu dari luar tenda.
Yang Salsa lihat hanya bayangan seseorang. Lebih tepatnya bayangan laki-laki. Tapi Salsa tau, siapa pemilik suara itu. Ah Salsa jadi badmood lagi kan?!
"Sal, bukain. Kamu sakit apa?".
"Sakit hati", ingin rasanya Salsa bicara seperti itu pada Juna. Tapi dia hanya berbicara pada hatinya sendiri.
"Salsa...".
"Apa?".
"Bukain, aku mau masuk".
"Gak boleh, ini tenda wanita!", alibi Salsa.
"Sal!!! Bukain atau aku sobek?!".
Juna memang selalu membuatnya kalah. Bagaimanapun cara Salsa untuk menang dari Juna, tapi Salsa selalu kalah. "Bentar".
Setelah Salsa membuka resleting tenda itu dari dalam, muncullah rupa Juna di hadapannya. Salsa tak berniat mengulas senyum sedikitpun.
"Kamu sakit apa?".
"Ngapain kesini?", Salsa malah menjawabnya dengan pertanyaan.
"Aku nanya kok malah nan--".
"Kalo gak penting, mending kamu pergi. Aku mau tidur", potong Salsa ketus.
"Kamu marah sama aku? Soal tadi?", Salsa terdiam saat Juna bertanya seperti itu.
"Kamu diem, jadi bener kamu marah? Aku itu cuma gak mau ada kekerasan antara kamu sama dia. Gimanapun juga, dia masih kakak kamu, dan--".
"Lo gak tau apa-apa! Dia bukan siapa-siapa gue! Sampai sini paham?!", emosi Salsa bangkit kembali.
"Aku emang gak tau apa-apa soal keluarga kamu. Tapi apa yang kamu lakuin itu salah. Kamu nyuruh-nyuruh orang lain, terus kalau dia gak mau, kamu bebas pukuli dia kayak tadi? Kamu salah, Sal".
Salsa teringat kembali, Juna salah paham. Dia terpengaruh oleh sandiwara receh yang Lisa buat. "Gue gak nyuruh-nyuruh dia. Gue gak pukulin dia dengan alasan itu. Lo salah paham, tapi lo bertindak seolah lo tau semuanya", ucap Salsa.
"Terserah, Sal. Kalo kamu tetep gak bisa aku omongin, terserah", Juna meninggalkan tandanya.
"Bangsat", umpat Salsa kesal.
--
"Jadi, IPA 3 gak ada yang tampil pensi? Kan sudah ibu bilang, siapkan pensi per kelas. Jika tidak, kelas kalian ya harus menerima hukuman", ucap salah satu guru pendamping.
"Saya, Bu", tiba-tiba Salsa yang sedari tadi meditasi di tendanya, muncul dari balik barisan murid yang lain.
"Oh, ada gitu loh. Kok bilang gak ada. Ya sudah ayo cepetan. Kamu mau ngapain?".
KAMU SEDANG MEMBACA
ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]
Teen FictionTELAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER Most wantednya SMA Galaksi, mampu menjerat sepuluh wanita sekaligus dalam sehari. Dia adalah Arjuna Megantara, tipe orang yang suka bermain-main dengan wanita-wanitanya. Pengakuan Juna, status pacarannya yang palin...
![ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]](https://img.wattpad.com/cover/165903543-64-k89725.jpg)