TAK BERARTI

360K 18.3K 452
                                        

"Sebesar apapun apa yang kita miliki, belum tentu menjamin kebahagiaan bagi kita. Terkadang sesuatu yang kecil itu berarti"

_Author_
🌸________________🌸

Malam itu, setelah party, entah Salsa pulang jam berapa. Namun sepagi ini, saat bangun tidur, kepalanya terasa pening. Jika disuruh mengingat, bagaimana dia bisa ada di ranjangnya sekarang, Salsa menyerah. Dia tak ingat apa yang terjadi kemarin malam. Tau tau, saat dia bangun, tubuhnya sudah berada di atas ranjang king size-nya.

 Tau tau, saat dia bangun, tubuhnya sudah berada di atas ranjang king size-nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Note : Akutuh pengen punya ranjang kek gini 😍

"Udah bangun?", Salsa sungguh terkejut. Bagaimana bisa Juna ada di rumahnya? Tidak. Di kamarnya sekarang. Bagaimana bisa?

"Biasa aja kali, lihatnya. Kayak gak pernah lihat orang ganteng aja deh", Juna mendekati Salsa dan duduk di samping ranjang.

"Lo apain gue?! Lo macem-macem ya? JAWAB!!!", tuding Salsa tanpa bertanya terlebih dahulu. Dia langsung menyerang Juna dengan gulingnya. Sampai-sampai Juna harus menjadikan kedua tangannya sebagai tameng wajah.

"Eh, santai dong santai. Gue gak ngapa-ngapain lo. Serius", meskipun sudah berbicara yang sebenarnya, Salsa terus bertubi-tubi untuk menyerangnya.

"Woi, lo itu masih suci eh", Salsa menghentikan aksinya. "SERIUS?", tanya Salsa memastikan.

"Serius lah. Lo pikir gue ngapain lo? Gue perkosa lo gitu? Hahahaha", Juna tertawa.

"Aishhh, lagi serius juga", untuk terakhir kalinya Salsa menyambar lengan Juna.

"Eh lo maunya serius ya? Oke deh, gue juga mau serius".
"Tentang hubungan kita", Juna mengangkat alisnya, untuk menggoda Salsa.

"Ih... Sebel gue sama lo!".
"Terus, kenapa gue ada di sini sekarang? Bahkan gue gak inget apa yang terjadi setelah gue di dance floor sama lo. Dan... Gimana bisa lo di rumah gue? Gue butuh jawaban!", Salsa mengeluarkan semua pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikirannya.

"Oke. Tapi...".

"Apa lagi?", tanya Salsa jengah.

"Bisa sarapan dulu gak sih? Laper nih", Juna mengusap perutnya yang sudah bergemuruh.

"Ck, bahan masakan gue habis. Gue gak niat masak hari ini", ucap Salsa.

"Terus? Lo gak makan seharian gitu?".

"Kan ada delivery?", jawab Salsa enteng.

"Nah, sekarang delivery aja", Juna tersenyum. "Huh, dasar!", Salsa beranjak turun dari ranjangnya. Tapi lagi-lagi kepalanya terasa pening. Tubuhnya tak bisa ia seimbangkan. Hingga dia tak bisa menopang tubuhnya lagi, dan...

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang