21 TAHUN GALAKSI bagian 1

319K 15.6K 802
                                        

Tak terasa, setelah rapat Osis yang dilaksanakan satu bulan lalu, besok adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh penghuni Galaksi. Iya, apalagi kalau bukan hari ulang tahun sekolah. SMA GALAKSI sungguh sadar bahwa dirinya telah menampung sekian ribu siswa selama 21 tahun.

Hasil rapat Osis bulan lalu, menghasilkan kesepakatan bahwa, tahun ini, Galaksi akan mengundang guest star 'NOAH' untuk mengisi acara puncak.

"Salsa, kamu sudah latihan untuk besok?", tanya Pak Nizar selaku guru seni musik. Iya, Salsa akan menyumbang sebuah lagu untuk memeriahkan acara besok.

"Oh, sudah, pak. Terima kasih gitarnya. Tadi, saya kembalikan di meja bapak", ucap Salsa dengan santun.

"Iya sama-sama. Semangat ya buat besok. Kamu harus tampil memukau", tuntut Pak Nizar. Setelah itu, Pak Nizar pergi meninggalkan Salsa sendiri di ruang musik.

Salsa ingin beranjak meninggalkan ruang musik, tetapi langkahnya terhenti ketika melihat keempat pemuda yang selama ini dicap menyebalkan oleh Salsa. Mereka memasuki ruang musik juga.

"Jangan kecewakan siapapun di sini. Kalian harus tampil memukau", baru kali ini Salsa tersenyum dengan tulus pada mereka. Sebelum-sebelumnya, Salsa selalu dibuat jengkel oleh mereka. Apalagi Arjuna.

"Siap, bu bos", Bayu hormat pada Salsa.

"Lo gak ada niatan duet, gitu, sama gue?", tanya Juna pada Salsa.

"Ohohooo enggak makasih. Lo duet sama Dandi aja", tolak Salsa lembut.

"Ya kali aja lo mau duet sama gue. Lagunya Ungu kayaknya bagus tuh. Yang biasa diputer di sinetron Azab. Yang kek gini nih, matiiii tak bisa untuk kau hindari...---", sebelum Juna merampungkan liriknya, Salsa memotongnya dengan cepat.

"Maksudnya apaan coba? Lo ngajak gue duet lagu tema begituan di acara ulang tahun? Yang bener aja, mas. Lagunya Jamrud kek, atau siapa kek", selah Salsa.

Semuanya tertawa, dan tiba-tiba berhenti saat Salsa mulai melontarkan pertanyaan lagi. "Eh, ini beneran, vokalisnya si Juna?".

"Lo pikir? Siapa lagi, yang punya suara se merdu gue, ha?", ucap Juna sedikit meninggi-ninggikan dirinya sendiri.

"Gue", ucap Candra.

"Waduh waduh waduh. Lo lupa ya, terakhir kali lo nyanyi, lo dilemparin baskom sama tetangga gue? Hahaha", ucap Bayu mengelak tegas pernyataan Candra.

"Itu mah, posisinya saat tetangga lo sakit gigi. Makanya sensitif mulu bawaannya", ucap Candra.

"Terserah deh, kalian latihan aja. Semangat ya buat besok. Gue ke kantin dulu, bye", Salsa pamit pergi.

___

"Jadi si Juna tuh beneran bisa nyanyi? Ilahhhhh baru tau aing", ucap Raina saat mereka berdua makan.

"Yups, suaranya juga bisa gue akuin, bagus. Banget malah".

Meski selama ini Juna selalu membuatnya kesal, tapi Salsa tak boleh gengsi untuk mengakui bahwa suara Juna memang bagus.

"Oh gitu. Gimana kalo lo duet aja sama Juna? Menarik tuh kayaknya", usul Raina.

"Gilakkkk. Gue tadi diajakin duet, tapi lagunya Ungu di sinetron Azab", Salsa menghentakkan kakinya di lantai saat ingat itu.

"Hahahaha hahahha hahaha, lucu lucu lucu", Raina malah menertawakannya.

"Ngapain lo ketawa? Ada yang lucu?", Salsa menatapnya tajam dengan tatapan intimidasi.
"Ya kan, gue maunya, duet itu lagu-lagu yang pas gitu", lanjut Salsa.

"You are the reason, dari Calum Scott???", tanya Raina seperti mengusulkan.

"Nah, boleh tuh", Salsa memetik dua jarinya, seolah setuju.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang