"Iya tapi kalo pacar lo ember gimana, Salsa? Lo tau sendiri gimana mulutnya si Juna?", Raina kesal bukan main. Masalah tadi istirahat, sampai pulang pun masih panas sampai ke ubun-ubun.
"Ya tapi lo biasa aja, jangan mencak-mencak gitu", sebenarnya Salsa juga risih melihat Raina mencak-mencak di kelas. Tendang kursi sana, tendang meja sini.
"Hai, Beb", tiba-tiba Juna datang sambil mencolek pinggang Raina dari belakang sampai Raina kaget.
"Ahhh suhhh", tatap Raina nyalang sembari berkacak pinggang.
"Juna plis deh, jangan ganggu terus!", peringat Salsa.
"Siap, tidak bisa", ucap Juna sambil hormat pada Salsa di depannya.
"Ih, kok gitu? Siap ya siap, tidak ya tidak. Jangan siap tapi tidak bisa. Paham?".
"Siap, paham".
"Jadi, jangan usilin Raina lagi".
"Siap, tidak mau".
"Au ah", Salsa berjalan terlebih dulu keluar kelas. Percuma bicara pada Juna, buang-buang tenaga. Buang-buang energi. Buang-buang waktu.
"Eh btw, si Bayu nanya tuh, katanya apa bener lo suka sama dia? Kalo emang bener kenapa gak jadian aja? Bayu jomblo tuh", Juna masih menyempatkan diri untuk memberi tau Raina yang kini hanya berdua dengannya di kelas.
"Bacot lambe turah!", seperti Salsa, Raina juga meninggalkan Juna sendiri.
"Wooohhh banteng", Juna berjalan keluar kelas menyusul dua bersahabat itu.
--
Sekitar pukul setengah tujuh malam, Salsa berniat tidur. Hari ini cukup menguras tenaganya. Sepulang sekolah tadi rasanya dia ingin pingsan. Bagaimana tidak? Badannya lemas, suhu tubuhnya juga naik. Padahal pagi dan siang masih baik-baik saja.
Kini suhu tubuhnya semakin naik. Bahkan matanya pun panas rasanya. Dia perlu beberapa obat-obatan, tapi kotak P3K kosong. Apa harus minta bantuan Juna? Eh tapi jangan. Sungguh merepotkan nanti.
--
"Aduh kepala gue", Salsa memegang kepalanya kuat, rasanya sakit sekali. Tadi dia memutuskan untuk berjalan keluar kompleks perumahan, di ujung jalan ada apotek. Berangkat tadi dia masih bisa tahan, tapi saat hendak pulang, sakit itu kian kemana-mana. Bahkan kini seluruh tubuhnya ingin luruh.
"Siapapun tolong gue", ucap Salsa lirih. Dia bahkan sudah tidak kuat bicara.
"Junaaaaaaaa", Salsa berteriak keras dalam hati, berharap Juna akan datang tiba-tiba. Huh sepertinya itu mustahil. Ini bukan sinetron atau acara tv lainnya.
Tapi Salsa juga sedikit tak percaya, tiba-tiba sebuah mobil mendekat ke arahnya. Setelah mobil itu berhenti, sang empu keluar. Thanks God, batin Salsa.
"Sal, kamu kenapa? Kamu kok bisa di sini? Kamu sama siapa?", Juna mencoba untuk membangkitkan Salsa dari sebuah pembatas taman. Tadi Salsa tidak kuat menahan sakit, hingga dia mencari tempat duduk di sekitarnya.
"Aku... Awshh kepala...".
"Kepala kamu sakit? Kamu... SALLLL...", Juna terkejut ketika beban berat badan Salsa sepenuhnya dipikulnya. Salsa pingsan secara tiba-tiba.
--
Juna membawanya ke basecamp tempat biasa dia dan ketiga sahabatnya kumpul. Di sana sudah ada mereka. "Bukain pintu kamar", perintah Juna saat dia masuk basecamp.
Candra bergerak cepat untuk membuka pintu itu. Setelah Juna membaringkan tubuh Salsa di ranjang, dia keluar sebentar menuju dapur. "Bay", panggil Juna dari dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]
Teen FictionTELAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER Most wantednya SMA Galaksi, mampu menjerat sepuluh wanita sekaligus dalam sehari. Dia adalah Arjuna Megantara, tipe orang yang suka bermain-main dengan wanita-wanitanya. Pengakuan Juna, status pacarannya yang palin...
![ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]](https://img.wattpad.com/cover/165903543-64-k89725.jpg)