Jam yang tergantung di dinding kamarnya sudah menunjuk ke angka enam dan tiga secara berurutan. Artinya, jam enam lebih lima belas menit. Salsa sudah hampir selesai. Tinggal mengenakan sepatu saja, dia sudah siap berangkat. Hari ini, dia malas masak, jadi dia memutuskan untuk makan di kantin saja.
Setelah mengantongi kunci di sakunya, Salsa segera berbalik untuk ke garasi. Tapi ketika berbalik badan, sungguh terkejut Salsa melihat penampakan sepagi ini.
"Ah", Salsa menjingkat kaget tentunya.
"Good morning, honey", Juna melipat kedua tangannya di depan dada, dan mengulum senyum manis. Salsa tak bisa berbohong, bahwa dirinya mau membalas senyum manis itu. Tapi sebelum dirinya tersenyum, amarahnya terlalu membendungnya.
"Ngapain lo pagi-pagi gini ke rumah gue?", ucapnya dengan emosi yang meletup-letup.
"Ck, ini masih pagi loh. Dan lo udah nge-gas aja", ucap Juna.
"Au ah. Minggir", Salsa menggeser tubuh Juna dan membuka jalan untuknya. Tapi Juna menutup jalannya lagi. Membuat Salsa mendengus.
"Minggir apa susahnya sih!", Salsa berusaha mati-matian untuk tidak meledak kali ini.
"Manis sama gue apa susahnya sih! Gue juga mau kali dikalemin".
"Gak mau! Lo itu ngeselin", Salsa ikut melipat tangannya.
"Lagian ngapain ke sini sepagi ini!!!", ucapnya lirih. Tapi Juna masih bisa mendengarnya.
"Kan udah gue bilang tadi lewat telpon", bantah Juna.
"Enggak tuh", dusta Salsa. Meski dia sudah tau siapa pemilik nomor yang tidak diketahui tadi pagi.
"Tadi pagi gue emang ditelpon sama orang. Tapi gue gak kenal. Gak jelas juga, ya udah biarin aja".
"Lo belum nge-safe nomor gue ya?", tanya Juna dengan tatapan intimidasi.
Salsa menggeleng bangga, "gak penting", ucap Salsa santai setelahnya.
Ini kesempatan bagi Juna. Dia melihat Salsa memegang ponselnya di tangan kanannya. Dalam hitungan detik, ponsel itu berpindah tempat ke tangan kanan Juna. Hebat.
"Balikin!!! Mau lo apain hp gue?!", Salsa berusaha berjinjit untuk mengambil ponselnya yang sengaja diangkat tinggi-tinggi oleh pemilik postur tinggi di depannya ini.
"Wuihh, bentar dong", entah apa yang Juna perbuat, namun Salsa terus mencoba merebut ponselnya kembali.
"Nih nih nih, selesai nih. Lo ambil hahaha", Juna menurunkan tangannya, dan Salsa langsung merebut ponselnya.
"Gila! Lo apain?", hardik Salsa.
"Cuma nge-safe nomor aja kok, sayang", tukas Juna santai.
Sepertinya Juna tau apa yang akan Salsa lakukan. "Berani hapus, gue tidurin sekarang juga", ancam Juna terdengar menyeramkan, meski dengan wajah ngeselinnya itu.
"Lo lupa sama janji lo?!", ingat Salsa lagi.
"Kayaknya gue cuma bilang, gue gak akan cium lo lagi tanpa izin lo dulu. Emang ada ya, gue nyebutin janji untuk gak kuda-kudaan sama lo? Hah?", Salsa ingin sekali mencabik manusia di depannya ini.
Sempat Salsa berpikir, tapi dia masih penasaran dengan ancamannya kali ini. "Gue-gak-peduli. Toh, gue bisa lapor polisi", Salsa ingin melanjutkan langkahnya lagi untuk menghapus kontak Juna dari ponselnya.
"Oke, kayaknya lo lagi pengen gue tidurin. Yok ah, di kamar lo aja. Siniin kuncinya!", Juna menarik pergelangan tangan Salsa untuk mengajaknya masuk rumah lagi.
"JUNA!!!", teriak Salsa tentu saja sedikit ketakutan.
"Udah, lapornya nanti aja kalo udah puas, hahahaha", Juna mencoba menarik lagi tangan Salsa yang mencoba menahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]
Teen FictionTELAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER Most wantednya SMA Galaksi, mampu menjerat sepuluh wanita sekaligus dalam sehari. Dia adalah Arjuna Megantara, tipe orang yang suka bermain-main dengan wanita-wanitanya. Pengakuan Juna, status pacarannya yang palin...
![ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]](https://img.wattpad.com/cover/165903543-64-k89725.jpg)