HUJAN, PETIR, DAN HANTU

338K 17.5K 778
                                        

Bel tanda istirahat kian menggema ke seluruh penjuru sekolah. Ini yang sedari tadi ditunggu oleh semua siswa, tak terkecuali Salsa. Perutnya sudah tak tahan lagi untuk makan.

Setelah guru pengajar itu keluar, Salsa segera ke kantin. Membayangkan makanan hanya membuat Salsa semakin pusing. Inilah Salsa, paling tidak tahan jikalau tidak makan.

Sesampainya di kantin, tepatnya di meja nomor delapan, Salsa segera memesan makanan dan minumannya. Dia hanya butuh bersabar tiga menitan lagi. Dan Mbak waiters itu akan datang membawa surga kecilnya.

Salsa lega melihat surga kecil itu kian mendekat padanya. Tapi dia juga kesal, neraka kecil itu juga mendekat padanya. "Hai, makhluk cantik".

"Jangan ganggu gue. Gue makan!", ucap Salsa pada manusia yang baru duduk di kursi yang ada di depannya.

"Oke Sayang", Juna hanya menurut saja.

Selama Salsa makan, Juna terus memandanginya. Awalnya Salsa tidak menyadarinya, karena Salsa terus saja menunduk. Tapi ketika Salsa mengangkat kepalanya, kedua matanya bertemu dengan manik mata hitam milik Juna.

"Uhukk uhukk...", kaget, membuat Salsa sampai tersedak makanannya sendiri.

Juna menyodorkan minuman yang ada di depannya. "Minum dulu", Salsa menuruti apa kata Juna.

"Kenapa sih sampai tersedak gitu? Saking gantengnya ya, gue?", Salsa memutar bola matanya jengah.

Setelah dirasa tenggorokannya sudah normal kembali, Salsa mulai bersuara dan membantah pernyataan Juna tadi. "Lo? Saking gantengnya? Iya sih. Saking gantengnya, lo sampe lupa, kalo itu cuma ekspetasi lo aja".

"Lo itu masih kalah ganteng sama sepupu-sepupu gue", lanjut Salsa lagi.

"Dandi maksud lo? Hahahaha", Juna tergelak seketika.

"Ya gak Dandi juga. Maksud gue itu, sepupu gue yang ada di luar negeri. Malah Dandi", bantah Salsa.

"Emang punya? Siapa?", Juna ikut penasaran.

"Manu Rios, Alvaro Mel, Alex Lange, Victor Perez, dan masih banyak lagi. Lo gak akan tau", Salsa sedikit berkhayal memang.

"Just your illusion, babee".

"Ck, lo ngeselin!", Juna langsung tertawa ketika melihat perubahan raut wajah Salsa.

🦄🦄🦄

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak sepuluh menit lalu. Tapi Salsa masih disibukkan oleh tugas-tugas dan dokumen-dokumen Osis.

Satu bulan lagi adalah hari ulang tahun Galaksi. Osis akan semakin sibuk, apalagi Salsa selaku ketua Osis. Banyak sekali yang harus ia selesaikan. Terkadang kesiswaan memintanya secara tiba-tiba. Dan minta untuk diselesaikan secara tiba-tiba pula.

_

Tumpukan dokumen yang sedari tadi Salsa kerjakan bersama anggota Osis lain, sudah selesai dan siap dikumpulkan. Jam dinding di ruang Osis menginformasikan bahwa sekarang sudah jam setengah tujuh malam.

KERJA LEMBUR BAGAI QHUDA🐴

"Oke, terima kasih untuk hari ini. Kita bisa pulang. Maaf ya, jadi lembur lagi", Salsa meminta maaf pada rekan-rekannya.

"Gak apa-apa kok, Sal. Itu juga tanggung jawab kita bersama. Bukan cuma lo doang", ucap salah satu dari anggota yang lain.

Setelah itu, mereka benar-benar meninggalkan ruang Osis yang sudah dikunci. Salsa tak tau harus pulang naik apa? Tadi pagi dia bersama Juna. Tapi, karena Osis, dia harus menyuruh Juna pulang terlebih dahulu.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang