TUMPUAN

259K 13.9K 801
                                        

Cuma mau mengingatkan, baru kali ini saya akan bilang, typo bertebaran. Mohon koreksinya ya😅
.
.
.
.
.
Pagi-pagi sekali, Juna sudah datang untuk menjemput Salsa di rumahnya. Saking paginya, Salsa bahkan belum bangun. Salsa menggeliat dalam tidurnya saat tidurnya terganggu oleh gedoran dari luar rumah. Tentu saja Salsa mendengarnya dengan jelas, karena kamarnya ada di lantai dua, tepat di atas ruang tamu.

"WADOHHHHHHH iya iya bentar...!!!", Salsa berteriak sambil melempar guling dan menyibakkan selimut tebal yang merangkulnya.

"Ha??? Kamu ngapain?", Salsa terbelalak melihat Juna sudah ganteng, eh tapi maksudnya. Sepagi ini seorang Arjuna Megantara sudah rapi dengan seragam sekolahnya. Yaaahhh, walaupun seragamnya masih memperlihatkan bahwa dia bukan tipe orang yang tunduk pada aturan sekolah.

"Mau jemput kamu", ucap Juna.

"Arjuna... ini masih jam lima pagi, yang bener aja", ucap Salsa lemas.

"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu".

"Tempat apaan?".

"Kamu mandi aja dulu, aku masakin telur mata ayam", Juna menggiring Salsa untuk cepat mandi.

"Mata sapi, Junaaaaa", Salsa membenarkannya.

"Jangan dibiasakan kayak gitu. Hargai ayam, orang ayamnya yang bertelur kok, jadi sapi yang dianggap. Kasihan kan ayamnya", Juna terus mendorong Salsa agar cepat mandi.

"Terserah kamu", Salsa naik ke lantai atas. Sedangkan Juna benar ingin memasak untuknya.

+++

"Enak kan?", tanya Juna saat Salsa fokus memakan hasil karyanya.

"Ya gitu. Emang rasa telur kek gimana lagi?", jawab Salsa.
"Hm, kamu mau ajak aku ke mana? Ini masih setengah enam loh", tanya Salsa lagi. Dan lagi-lagi dia tak mendapatkan jawaban dari laki-laki yang hanya melihatnya makan ini.

"JUNA!", Salsa membentaknya.

"Apa sayang?", ucapnya santai.

"Kemana?".

"Udah kamu makan aja dulu, nanti juga tau kok", Juna mengelus lembut rambut Salsa yang sengaja terurai itu.

"Udah kenyang", Salsa menjauhkan piring itu dari hadapannya.

"Di makan dulu, habisin".

"Enggak mau", Salsa menggeleng semangat.

"Gak sabar ya? Hehehehe".

"Iya udah ayo, aku maunya berangkat sekarang", tanpa aba-aba dan peringatan, Salsa menarik tangan Juna keluar rumahnya. Juna menurutinya saja.

"Pelan-pelan sayang, sakit", ucap Juna sambil memelaskan mukanya.

"Ishhh, ambigu banget sih", ujar Salsa, hingga membuat Juna mengerutkan keningnya.

"Lah, pikiran kamu jauh banget. Aku kan cuma bilang pelan-pelan. Eh malah bahas itu. Wahhhh ciri-ciri nih", tuding Juna.

"A-apa.. sih", Salsa jadi gugup seketika. Iya juga ya. Kenapa malah bahas gituan.

"Ciri-ciri suka tempo cepat", ledek Juna.

"Junaaaaa.... Males ngomong sama kamu", Salsa meninggalkan Juna.

"He, mau ngapain?", tanya Juna saat Salsa ingin masuk ke dalam mobilnya.

"Katanya mau ke suatu tempat. Kamu kan mau jemput aku", jawab Salsa ragu.

"Emang aku bilang, kita semobil? Emang aku izinin kamu masuk mobil aku?", goda Juna.

ARJUNA [TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang