Dikamar Di keduanya berdiri mematung setelah mengunci kamar. Bunda dan mama benar-benar mempersiapkan malam ini. Liat saja, ranjang Di sudah terbentang seprai putih dengan taburan kelopak bunga mawar. Seolah memang menyuruh kedua manusia yang mabuk cinta itu saling menyerahkan diri malam ini.
Di menunduk malu dan gelisah, jemarinya meremas ujung bajunya.
RV geleng kepala melihat kondisi kamar Di, bahkan diujung ranjang ada koper kecil yang RV yakin isinya pakaiannya dibawakan mamanya."Jadi gimana?" tanya RV membelai wajah Di.
"gimana apanya?" Di makin menunduk memandangi kaki mereka berdua, salah tingkah.
RV mengangkat dagu istrinya "liat mas sini" mengecup kening Di. "sudah halal kok malah salah tingkah?" Di menggigit bibirnya. Membuat RV makin gemas.
"mama bilang mandi, solat, baru lanjut", kata Di pelan. RV tertawa kecil, geli melihat tingkah istrinya.
"sini mas mandiin" RV mengangkat blus Di melewati kepala membukanya, membuka sleting rok nya hingga rok itu meluncur sampai ke ujung jari kakinya. Menyisakan hanya pakaian dalam melekat ditubuh di. RV memandang lama tubuh istrinya, menikmati dan mengagumi tiap senti yang dilihatnya.
"Kenapa diam saja. Balas mas" Di bergeming, mematung. RV menarik tangan istrinya meletakkannya diatas dada kirinya. Tepat diatas jantungnya yang juga berdegub cepat. Di menatap RV sambil Merasakan irama jantung RV yang tak berbeda dengan jantungnya."mas juga gugup?" tanya Di, RV tersenyum sambil mengangguk.
"tapi keinginan mas untuk utuh memilikimu, lebih besar dari gugup yang mas rasakan"
"Di malu mas, rasanya Di belum siap"
"ikuti saja kata-kata mas, biar kamu siap" mata RV menatap tajam Di, mengunci pandangannya tanpa keraguan. "buka baju mas" perintahnya lagi.
Jemari Di perlahan menarik dasi RV sampai terlepas, kemudian membuka kancing kemejanya. RV membantu membuka kemeja dan kaos dalam yang dipakainya. Melihat dada RV yang bidang, kekar berotot, perutnya yang rata, Di menahan nafas. Jantungnya semakin gak karuan. Bukan tidak pernah melihat seperti ini, di gym atau di kolam renang yang sering didatanginya banyak yang begini. Tapi yang ini bikin badannya serasa panas dingin.
RV memindahkan tangan istrinya ke buckle tali pinggang nya. Di dengan menahan nafas melanjutkan permintaan suaminya. Melepaskan tali pinggang dan membuka kancing serta sletting celana itu sampai melorot. Masih tersenyum, RV menggandengnya ke kamar mandi, dibawah shower, benar-benar memandikan wanita yang belum setengah jam menjadi istrinya itu. Matanya memuja menatap tubuh elok dihadapannya itu, jemarinya dengan lembut dan hati-hati menyapu tubuh itu dengan spons dan sabun cair Di yang beraroma susu. RV membuka kaitan bra istrinya, melemparkan bra itu kelantai. Di menutupi dadanya dengan tangannya dan berbalik. RV menyadari rasa malu istrinya membiarkannya, segera menyabuni tubuhnya sendiri. Membuka boxernya, kemudian kembali pada Di, menarik turun segitiga pengaman warna hitam yang cantik dengan rendanya. Dengan susah payah RV menahan dirinya untuk tidak segera menikmati hak nya sebagai suami untuk menikmati tubuh indah Di, melakukan apapun yang sudah pernah terlintas dalam mimpi indahnya.
RV mengambil handuk, dan membalut tubuh Di yang daritadi terus membelakanginya.
"sana pakai baju" bisik RV kemudian mengecup leher dan bahu Di, sampai dia menggelepar dan bergetar. Yang disuruh menurut segera keluar dari kamar mandi, dan segera mengenakan pakaian. Di memilih kaos kebesaran warna putih dan celana pendek kain motif polkadot hitam putih. Tak lama RV keluar dari kamar mandi. Di memandang suaminya dengan menelan ludah. Tubuh dan rambutnya Yang basah sangat errr sexy dimata Di. Tapi dia masih sangat malu. Sehingga hanya duduk disudut ranjangnya mengeringkan rambutnya. RV membuka koper dan mengambil baju buat tidur. Celana panjang hitam dan kaos oblong putih.
Kemudian melirik sajadah yang sudah terbentang disiapkan oleh ibu mereka sejak sebelum mereka masuk ke kamar."ayok Di"
"Apaan mas?"
"solat"
Di terdiam, tadi dia berfikir RV mengajak yang lain. Wajahnya jadi memerah lagi. Segera dia mengambil kain solat dan mengenakan nya. RV tersenyum dia tahu istrinya masih gugup sekali, niat jahilnya muncul lagi.
"tenang aja sayang, kita gak bakal keluar kamar sebelum pencoblosan dilaksanakan"
"mas, sumpah ya, Di ilfil sama mas. Nyesel punya suami begini" dengan gemas Di memukuli lengan kekar RV. Yang dipukul hanya tertawa tanpa berusaha menghindar.
"ayok solat sayang" RV mengecup kening istrinya kemudian berdiri diatas sajadah, menunggu istrinya yang masih bersiap dibelakang. Setelah selesai solat dan berdoa, RV mengulurkan tangannya, menyuruh istrinya mencium tangannya. Dengan patuh istrinya menurut.
Setelah itu RV langsung naik ke ranjang Di, melihat Di yang sedang menatapnya kemudian menepuk sisi ranjang disebelahnya, menyuruh istrinya itu ambil posisi disana. Di menarik nafas panjang sebelum menuruti permintaan RV. Membuat RV terkekeh geli.
RV menarik Di, memberikan lengan kirinya sebagai bantal untuk Di, merapatkan tubuhnya hingga kepala Di tepat ada diatas dada kirinya. RV ingat siang tadi Di bilang suka posisi ini. Di merasa nyaman dan tenang, apalagi setelah RV mengelus kepalanya sampai ke punggungnya. Di melingkarkan tangannya dipinggang RV, menghirup aroma tubuh lelaki yang dicintainya itu.
Ah benarkah ini cinta? Pikir Di dalam hatinya. Di belum pernah begini, tiba-tiba salah tingkah, bergemuruh di dada, dan sangat nyaman di pelukan seseorang. Setiap RV menyentuhnya membuat dia jadi orang bodoh yang lupa akan segalanya. Di menatap wajah RV, RV membalas tatapan itu dengan penuh perasaan. Menundukkan kepalanya mengecup lembut bibir Di, Di membalasnya, dan kecupan lembut jadi semakin bernafsu, desahan dan erangan lembut keluar dari mulut Di, membuat RV semakin berani menuntut hak nya, perlahan Di menyerahkan diri nya, mendambakan RV untuk memilikinya.
Saat keduanya bersatu, Di merintih menahan Sakit,
"Di percaya sama Mas kan?" Di mengangguk, menggigit bibirnya, menahan rintihannya, RV menciumnya dan makin mendorong masuk, air matanya berlinang, namun segera berganti desahan dan erangan nikmat saat keduanya saling memberi dan menerima dan melebur bersama.
Selesai percintaan mereka, RV memeluk erat Di di dadanya.
"masih sakit sayang?" Di mengangguk,
"but it worthed" jawab Di, memeluk RV semakin erat.
RV tersenyum lebar, kembali mengecup lembut bibir istrinya.
"lagi?" Tanya RV, mengedip nakal.
Di mengangguk pelan, menggigit bibirnya malu.
"jangan malu-malu, kamu boleh sayang melakukan apa yang kamu mau sama mas"
"Okey, I'll try"
"you are so beatifull, mas love you so much"
"Di juga cinta mas"
"mas janji akan melindungi kamu selamanya"
"mas janji setia sama Di kan?"
"Cuma kamu sayang, gak kan ada yang lain. you are insatiable"

KAMU SEDANG MEMBACA
MISS Versus MAS
RomanceAdia gadis 27 tahun yang terpaksa harus pensiun dini jadi pramugari karena permintaan orang tua nya yang takut anak gadis nya jadi perawan tua, padahal kakak nya sendiri Allisa (29 tahun) yang seorang nutritionist juga belum menunjukkan tanda mau...