Dan disinilah mereka didalam mobil bersama mama dan sony, sony menyetir, mama duduk didepan dikursi penumpang. RV Dan Di duduk di belakang. Sebenarnya mereka malas ketemu Sony, tapi mama ngajak mereka barengan pergi nya. Sony juga dari tadi diam saja, senyum tipis menghias bibir nya sekali-sekali. Menatap Rv dan Di yang saling bersandar mesra, menautkan jemari, sambil sesekali berbisik lembut ditelinga masing-masing, dan saling memberi kecupan.
mama mengintip dari spion sambil tersenyum melihat kemesraan anak bunggsunya dan istrinya. kemudian melirik ke anak sulung yang ada disebelahnya, dan senyumnya hilang. dia melihat Sony yang wajahnya menegang menahan marah. mama tahu anak nya itu masih patah hati. ah betapa lucunya perasaan anak muda ini. sony walaupun lebih tua tapi tak pernah mau ngalah kepada RV. bukan mama gak tahu, semua pacar RV diserobot sama Sony. entah kenapa, dan begitu bosan Sony akan membuang gadis gadis itu. mama takut Sony dapat karma dari perbuatannya kelak.
"ki.." panggil sony
"kenapa mas?" jawab Ki mengalihkan perhatian dari di dan menatap punggung sony yang sedang menyetir.
"mas gak mau tinggal di apartemen kamu. mas juga mau nemenin mama dirumah" jawab Sony. jawaban yang membuat Di dan RV saling tatap.
"iya sepi nanti kalau gak denger kamu berantem sama mas mu, ki" lanjut mama.
Di menghela nafas, RV menggenggam tangannya lembut dan mengecup punggung tangannya.
"we can walk through this babe, don't worry. Aku disini untukmu" bisik RV ditelinga Di, yang kemudian mendapat balasan sebuah kecupan di pipi RV.
"i trust you, mas. Kamu bakal jagain aku gimanapun caranya" bisik Di.Keduanya tersenyum penuh makna, mama melirik dan melihatnya dengan rasa bahagia. Sony melirik dan melihatnya kepanasan.
Sony melajukan mobilnya terus sampai memasuki halaman parkir bridal terkemuka sesuai instruksi mamanya. Setelah mobil berhenti mereka turun dan melangkah masuk ke gedung.
"selamat siang bu ika, kami sudah menunggu" sambut petugas bridal tersebut, kemudian menggiring mereka ke ruangan khusus.
"selamat datang bu ika, wah ini calon pengantin nya ya, serasi sekali, cantik dan ganteng. " sapa Luna, pemilik bridal tersebut, sambil menyalami mama, RV dan Di. Luna itu Perempuan muda cantik khas model catwalk nan ramah. Kemudian Luna melirik ke arah Sony.
"kalau mas Ganteng yang ini pasangannya sudah ada belum?" tanya Luna sambil menghampiri Sony. Sony menatap Luna kemudian mengulurkan tangannya.
"Sony" katanya menyebutkan namanya. "single" lanjutnya sambil tersenyum khas menggoda.
Luna tertawa renyah, menyibak rambut panjangnya yang coklat, kemudian menyambut uluran tangan Sony. "Luna" balasnya memperkenalkan diri. "semoga kita berjodoh" lanjutnya sambil tersenyum sedikit malu.
"Aluna, itu anak sulung saya" kata mama sambil menepuk bahu luna. "kalau kamu suka, saya lamar kamu segera" kata mama lagi tanpa basa-basi. RV dan Di terkekeh melihat tingkah mama. Dan syukurnya Sony dengan mata berbinar mengangguk, menyetujui ide ekstrim mamanya.
"aku setuju ma, aku merasa klik" kata Sony, membuat Luna merona dan tersipu.
"kita dalami dan jalani dulu sampai klik nya kencang ya" jawab Luna sambil menunduk.
"mari kita pilih pakaian buat calon pengantin ini" lanjut Luna mengalihkan perhatian.
"saya mau liat mantu saya pakai suntiang" kata mama. "pasti beneran kayak princess dia"
Di menggeleng menatap RV, tidak setuju.
"kenapa sayangnya mas?"
"berat, pusing. Trus Di jadi makin tinggi dari mas." alasan Di, membuat RV tertawa kecil. Mama yang mendengarnya geleng-geleng.
"sekali seumur hidup kok makainya sayang" kata mama. "lagian nurut permintaan orang tua kan berpahala"
Di menatap RV, RV mengangguk menyatakan setuju sama mama."kamu bakal cantik banget sayang. Kayak ratu" kata RV.
"Ok, satu syaratnya. Bajunya harus hitam" kata Di. Mama mengurut kening. Sony tertawa. Pilihan warna yang ekstrim.
"ada dong, keren banget malah" jawab Luna malah memuji pilihan Di. "baju ini bahkan belum ada yang pakai, baru selesai dikerjakan" Luna mengeluarkan sepasang baju adat minang dari lemari penyimpanan. Baju hitam bahan beludru dengan detail bordir perak dan taburan swaroski putih. Cantik dan anggun.
Mama malah berdecak kagum menatap baju itu. "MasyaAllah, bagus banget"
Di menatap RV yang mengangguk sambil tersenyum lebar. "pilihan sayangnya mas cakep"
"ayok dicobain" Luna menyodorkan baju itu ke Di dan RV kemudian menunjuk ke arah deretan kamar ganti.
RV menggandeng Di masuk ke kamar ganti yang sama. Luna melotot melihatnya, menatap ke mama ika. Mama ika tersenyum saja.
"mereka sudah halal, luna. Baru lima hari sih. Jadi biarin aja mereka nikmati. Masih kemaruk kayaknya" kata mama tertawa. Luna jadi bisa tertawa lepas dan mengelus dadanya.
"jadi kapan Sony bisa halal sama Luna ma? " celetuk Sony, yang daritadi duduk manis di sofa di sudut ruangan.
Luna melirik kemudian tertunduk malu-malu."kamu single kan luna? Orang tuamu dimana tinggalnya?" tanya mama
"saya janda bu, suami saya tentara yang meninggal saat dikirim sebagai pasukan pembela keamanan di Gaza, tidak punya anak. Orang tua juga sudah gak ada" kata Luna menjelaskan
"berapa umur kamu luna? " tanya mama
"28 tahun bu" jawab Luna
"cocok deh. Gimana Sony?" mama mengangguk-angguk.
"gak masalah ma. Lanjut aja ma."jawab Sony
"jadi dimana kamu tinggal Luna?" tanya mama
"disini bu"jawab luna
"panggil mama aja lun, biar akrab" kata mama lagi.
"jadi kamu tinggal disini ya Luna?" tanya Sony lagi, "sendirian? gak sepi?"
"sudah biasa" jawab Luna sambil menggeleng.
Kemudian RV dan Di keluar dari kamar ganti. Luna dengan sigap menuntun Di duduk di kursi depan meja hias. Kemudian mengeluarkan suntiang.
"ini sudah di modif mbak. Jadi gak bikin pusing kepala. Berat sih masih. Tapi worthed buat cantiknya" kata Luna sambil meletakkan suntiang itu dikepala Di. "see? You look so gorgeous"
Mama ika bertepuk tangan senang. RV menghampiri istrinya dan bersimpuh disampingnya.
"cantik sekali, benar-benar seperti ratu" puji RV sambil mengecup lembut istrinya. RV sendiri tak kalah ganteng bersanding dengan istrinya
"Ok, masalah baju pengantin sudah rampung... Tidak ada masalah lagi" mama ika tepuk tangan

KAMU SEDANG MEMBACA
MISS Versus MAS
RomanceAdia gadis 27 tahun yang terpaksa harus pensiun dini jadi pramugari karena permintaan orang tua nya yang takut anak gadis nya jadi perawan tua, padahal kakak nya sendiri Allisa (29 tahun) yang seorang nutritionist juga belum menunjukkan tanda mau...