Sinar mentari yang mengintip malu-malu dari Serbak gorden. berhasil membuat persensi gadis itu mengerjap kan matanya .
Menggeliatkan badan kekiri dan kanan lalu tersenyum simpul ketika manik matanya melirik kepada Box yang tak jauh dari ranjangnya. Sosok buntalan kecil yang masih terlelap dalam tidurnya.
" Ah— ternyata ini bukan mimpi " gumamnya lirih.
Mengingat kejadian semalam pernikahan mendadaknya dan tidak banyak yang tahu kecuali kelurga inti dan beberapa kerabat. bahkan teman-temannya saja tidak ada.
Pipi gadis itu memerah padam tat kala mengingat status nya yang tidak jomblo lagi. Bahkan sudah menjadi ibu sekaligus istri, ini seperti mendapat bonus sekaligus.
Kemudian dia bingung melihat ranjangnya kosong . Dimana Pak Yoongi semalam berbaring membelakanginya.
Matanya pun melirik jam yang melekat pada dinding.
Menunjukkan pukul yang cocok untuk seorang istri bangun dan mempersiapkan segala keperluan suami beserta anakanya. Pipi gadis itu pun merona. Sepertinya pipinya belakangan ini sering merona tak tahu malu .Suara gemercikan air di kamar mandi membuat gadis itu yakin jika pria itu sedang berada di kamar mandi.
Langkahnya pun menuju pada box bayi . tidak ada niatan membangunkan bayi itu , Gadis itu pun melangkah keluar kamar untuk menyiapkan sarapan pagi yang sering di lakukannya pada saat nge-kos dulu.
Karna sudah terbiasa bangun pada jam awal. Membuat tubuhnya sudah terlatih dan terbiasa untuk melakukan hal rutin . Bangun pagi dan menyiapkan sarapan.
" Eoh, kau sudah bangun nak? " sapa pria paruh baya yang sudah lengkap dengan pakaian lengkapnya.
Jungyoon pun menyapa gugup
" Ya, A-abojhi "Bagaimana tidak gugup? . Sang Rektor Universitasnya yang di kagumi dan di hotmati oleh para Mahasiswa kini sedang di hadapannya . Sekaligus sudah menjadi mertuanya.
Pria paruh baya itu pun tersenyum simpul sambil menyesap kopinya yang masih mengeluarkan asap itu.
" bagaimana dengan penampilan ku? ... ah— menantu ku sudah bangun rupanya " suara yang berasal dari arah kamar itu pun kini menghampiri mereka.
" Pagi ... Ibu Han— " sapa Jungyoon yang dibalas decakan tak suka oleh wanita paruh baya yang masih cantik diusianya itu.
" A—ah Eomma " ralat Jungyoon dan mendapat senyuman manis dari Ibu Han.
" Gadis pintar... Oh— tidak-tidak apakah kamu masih gadis atau
sudah— "janda? Batin Jungyoon bertanya. Mengapa itu kedengaran seperti lirik lagu? .
Kini alis milik Ibu Han kian bertautan . menggoda.
" Aahh... Sayang. janganlah menggoda dia pagi-pagi begini. Lihatlah rona pipinya sudah seperti kepiting rebus itu " saut pria paruh baya itu yang tersenyum melihat rona pipi milik menantunya.
" Ahahah baiklah-baiklah... Eum— Jungyoon . Apakah cucu ku sudah bangun ? " tanya Ibu Han.
" Belum Eomma , Nami masih tidur. Ngomong-ngomong Eomma dan Abojhi mau kemana? " tutur Jungyoon yang berusaha terlihat natural sembari bingung dengan pakaian mertuanya yang sudah rapi.
" Ahh... yoongi belum memberitahukan mu ya ? . Eomma akan mengantar Abojhi ke bandara. Kamu mau ikut? " tanya Ibu Han ramah.
" Tidak ! , Jungyoon ada mata kuliah pagi ini. Dia tidak boleh meninggalkan pelajaran " Suara berat dan khas yang berasal dari belakang Jungyoon membuat gadis itu terkesiap dan menoleh dengan sigap.
Pak Yoongi sudah rapi dengan pakaian santainya beserta Min Nami , gadis mungil itu masih menyenderkan kepalanya pada ceruk leher milik Pak Yoongi, sepertinya dia masih mengantuk dan terjaga dari tidurnya.
Kini manik mata Pak Yoongi menunduk menatap pada biji mata Jungyoon " Kau meninggalkan Nami sendirian "
" dan dia menangis " sambungnya lagi masih dengan tatapan yang sama, membuat Jungyoon gugup dan merasa bersalah secara bersamaan. Apalagi setah mendengar suara sesenggukan kecil dari bayi itu.
" Jungyoon masih baru, dia tidak paham jika Nami harus dipeluk jika sudah bangun dan jangan di tinggal sendirian " Tutur Ibu Han yang melihat guratan takut dari menantunya. " Lagian Jungyoon kesini mau buat sarapan, benarkan nak? " sambung Ibu Han lagi beserta jawaban anggukan patuh dari Jungyoon .
Pak Yoongi pun menarik nafasnya dalam " Baiklah, kamu mandikan Nami dan saya yang akan membuat sarapan "
Kini buntalan mungil itu sudah berpindah posisi pada Jungyoon. Gadis itu pun melangkahkan kakinya menuju kamar dan melakukan apa yang di amanahkan oleh pria yang sekarang menjadi suaminya itu.
" Hilangilah sikap dingin mu itu , Min Yoongi —" ujar pria paruh baya itu seraya berdiri sebelum berujar dan melangkah pergi masuk ke kamar .
" —Sikap dingin mu itu juga yang membuat istri mu pergi " sambungnya sebelum pintu kamar tertutup.
T o B e C o N t I n U e ~
——————————————————

KAMU SEDANG MEMBACA
Oh My Darling -MYG (End)
Fanfiction📌Hai selamat datang di cerita pertama Frozentan 😊. 📌 berhubungan cerita ini sudah tamat, boleh dong berikan Vote dan juga komentarnya... Trimakasih 😘😘 ### "Wah.. Lucu nya " ucap kim jungyoon sambil menowel nowel pipi gembul yang sedang di gen...