26

3.5K 299 12
                                    

Sudah akhir bulan November namun musim hujan pun tak kunjung reda.  Bahkan hari ini gadis itu lupa membawa payung untuk melindungi diri dari keroyokan hujan setidaknya dia bisa sampai hingga halte bus dengan baju yang tetap kering.  Sayangnya dia telah basah kuyup dan terlihat seperti kucing jalanan yang kedinginan.  Bahkan tas ranselnya kini sudah basah karna digunakan untuk menutupi kepala. 

Setelah sampai di halte Jungyoon mengambil ponselnya dan mengetik dengan tangan yang gemetaran.

' To : Bapaknya Nami 🐈 '

" Pak Hujan "

Tak perlu menunggu lama nada dering pesan masukpun berbunyi.

" saya tau "

What?!! Baiklah Pak Yoongi tidak salah, Jungyoon yang salah mengirim pesan. Lalu Jungyoon mengetik lagi.

" saya tidak bisa pulang "

" Pakai Payung "

Baiklah sabar.

" saya lupa bawa payung....  Pak dosen tolong jemput saya ya .  Saya sudah basah kuyup di halte "

" saya baru saja doorsmer mobil nanti jok mobil basah "

Baiklah sekarang Sabarnya sudah habis.

" baiklah,  tak apa.  Saya pulang bersama Choi Hanel saja.  Dia memberika saya tumpangan gratis.  BaBhay! Pak dosen "

Ingat kah kalian dengan Choi henuel ? . seorang pria yang memberikan bunga kepada Jungyoon pada malam pesta topeng bulan lalu. Ternyata Pak Yoongi mempermasalahkannya tepat di dalam mobil ketika dalam perjalanan pulang,  waktu itu Jungyoon nyeri halangan.

" Mengapa menerima bunga dari pria lain?  "
Jungyoon menoleh pada sumbersuara yang masih setia memandang gelapnya malam. Dia hanya diam,  tak sanggup membalas.

" Kau dekat dengan pria itu?  "

" yang ku tahu namanya Choi Haneul,  itu saja "

" kau menyukai pria itu?  "

" aku tak mengenalinya "

" lantas kenapa kau menerima bunga pemberian darinya ?!! " . Gadis itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Kaget. Pak Yoongi menaikkan nada suaranya kemudian menghela nafasnya berat. 

" Saya cemburu !"

Pengakuan cembur yang sangat menggemaskan batin Jungyoon bersorak ria.

Mulai saat itu lah Jungyoon selalu mengancam jika Pak Yoongi tak ingin menjemputnya atau apa pun itu.  Jujur Jungyoon memang tak mengetahui siapa itu Choi Haneul, tetapi kedatangan pria itu memberikan dampak yang luar biasa bagi Jungyoon. 

Kini gadis itu menatap ponselnya yang tak ada balasan.  Ancamannya tidak berhasil kali ini. Cih Choi Haneul?  Bahkan pria itu tak pernah tampak lagi setelah malam pesta topeng.

" baiklah .  aku akan pulang basah-basahan saja.  Dasar pria batu Es Kutub Utara "

Gadis itu nekat,  sangat malahan.  Para penghuni halte yang melihat gadis itu lari dari tempat teduhan pun menggeleng-gelengkan kepala.  Mengapa tak menunggu hujan reda kiranya?  .

Gadis itu gila

###

" ahh...  Susu hangat memang sangat mantap " ucap gadis itu lega, setelah menyesap susu hangat buatannya.

" aku juga mau ! "

" buat saja sendiri sana "

" Nunnaa~ "

Oh My Darling -MYG (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang