Fact About Ryan Alnizam

1K 31 2
                                        

Haee gaes disini aku(gua) saya atau sebutan lainnya akan memberi tahu semua tentang sosok Ryan Alnizam ini.

Eh bukan cuma gua aja yang bakal kasih tahu semuanya nanti semua para pemain bakal bocorin rahasia Ryan juga.

Oke cek it out....

-----

"Itu kamera udah bener belom? " Tanya Deon pada Kiki yang sedang membetulkan posisi kamera.

"Udah kali ya? " Tanya Kiki sendiri.

"Begini oncom yang bener, " ucap Leon menghampiri Kiki dan membantu cowok itu.

"Benerin kamera aja nggak becus lu. " Ucap Deon pedas.

Kiki langsung membuang muka dan memberengut kesal.

"Udah si mulai aja keburu orang yang kita nistain dateng ini. " Ucap Vian gemas.

"Oke gaes, disini gua yang akan menjadi mc acaranya dan dijamin seru. " Ucap Kiki.

"Benerin kamera aja kagak bisa gegayaan jadi mc. " gumam Deon.

"Oke langsung aja to the point soalnya takut Ryan dateng kesini gaes, " ucap Kiki sambil membuka lembaran kertas.

"Jadi menurut Deon yang selalu terlihat bareng terus sama Ryan, dia itu orangnya gimana? " Tanya Kiki serius.

"Ya nggak gimana pokoknya dia seru, asik, kadang cuek--"

"Bukannya emang tiap saat cuek? Kecuali sama Nela? " Tanya Leon memotong ucapan Deon.

"Ya karena lu bukan prioritas utama Ryan. " Ledek Vian.

"Wkwkwk, ngakak jangan? " Tanya Kiki sambil tertawa terbahak-bahak dan memegangi perutnya.

"Eh sialan lu pada. " Omel Leon.

"Lanjut nggak ni menurut gua? " Tanya Deon menyudahi pertengkaran yang garing itu.

"Iya iya lanjut minimal harus 100 kata. " Jawab Kiki membaca lembaran kertas itu.

"Lah gitu? " Tanya Deon bingung.

"Iya ini disuruh sama author kita. " Jawab Kiki lagi.

"Ya intinya Ryan itu orangnya simple, lu ngusik hidupnya kelar udah. " Ucap Deon jelas.

Semuanya mungkin terpaku dengan ucapan Deon.

"Oke lanjut aja kita ke Vian yang baru masuk beberapa episode dan dikit lagi mau tamat gegara dia masuk. " Ucap Kiki.

"Eh emang mau tamat? " Tanya Leon.

"Yap dan gua udah dikasih tahu bocoran part akhirnya. " Jawab Kiki.

"Jadi lu itu asistennya author apa gimana si? " Tanya Vian heran.

"Bisa dibilang gitu. " Jawab Kiki bangga.

"Orang kayak lu gini jadi asisten? Amazing... " teriak Leon sambil bertepuk tangan girang.

Deon yang ada disebelahnya pun langsung menoyor kepala Leon.

"Bacot. " Desis Deon tajam.

Leon mengacungkan dua jarinya membentuk V ke arah Deon.

"Terus apa jawabannya Vian? " Tanya Kiki gemas.

"Bentar dulu itu endingnya gimana kita? " Tanya Vian balik.

"Tidak semudah itu Ferguso, semuanya sudah dikemas apik oleh author jadi gua nggak akan ngebongkar. " Jawab Kiki sambil cekikikan.
"Serem anju lu cekikikan begitu kek hantu taman lawan jatohnya. "

"Kan kaget orang denger lu cekikikan begitu. "

"Disangka orang gila lu Ki kalo dinegeri orang. "

"Sudah sudah, jawab cepat Vian. " Ucap Kiki malas mendengar celotehan mereka.

"Ryan itu awalnya sok cool banget kayak kulkas empat pintu--"

"Tinggi dong bang. " Sahut Leon ngakak.

Deon langsung memberikan tatapan mata yang amat sangat tajam ke arah Leon dan membuat cowok itu menunduk takut.

"Ramah setelah beberapa kali ketemu, cuek pasti tapi gua tahu sebenarnya dia itu care, jarang keliatan sedih--"

"Karena Ryan cuma nunjukin kesedihannya dengan orang-orang tertentu. " Celetuk Deon.

Leon ingin melakukan hal yang seperti Deon lakukan tapi melihat Kiki yang sudah memberi isyarat diam lewat matanya maka cowok itu hanya terdiam.

"Mungkin emang Ryan make topeng ceria itu cuma buat Nela bahagia. " Tambah Vian.

"Uuu... Jadi syedih dedek jadinya. " Ucap Kiki mewek.

"Alay. " gumam Leon.

"Lanjut dah lu, " ucap Kiki lagi sambil menunjuk Leon.

"Ryan itu troublemaker hati malaikat mungkin, kalo di sinetron ma dia tokoh protagonis, penyayang, gua setuju apa kata Vian, dia itu cuek tapi sebenarnya care banget, " ucap Leon diakhiri dengan senyuman tulus sambil membayangkan wajah Ryan.

"Jadi kesimpulan yang dapat gua ambil kalian anggep Ryan itu baik banget plus cuek, kita tinggal tunggu aja ni apa kata Rafa, Bang Qiray, Prilla dan Nela nanti. " Ucap Kiki.

"Terus kalo menurut lu itu apaan panjul, " sahut Leon menjitak kepala Kiki halus.

Kiki meringis kesakitan dan mengelus kepalanya.

"Ya sama kayak kalian, kayaknya gua udah pernah bilang deh sama Vian waktu itu dah. " Ucap Kiki.

"Kapan? " Tanya Vian.

"Waktu itu pas kita lagi berdua di dapur kalo nggak salah. " Jawab Kiki.

"Dih ngapain lu berduaan di dapur? " Tanya Leon sambil menyipitkan matanya.

"Nggak ngapa-ngapain. " Jawab Vian santai.

"Iya lagian juga ogah gua macem-macem ama orang kek dia. " Sahut Kiki.

"Gua juga ogah. " Sahut Vian.
Deon memutar bola matanya jengah.

"Oke cukup sekian dari kita dan maaf kalo ada salah kata, bye... " ucap Deon mengakhiri perjumpaan mereka dan mematikan kameranya.

*****

Nah kan udah pada tahu sikap Ryan kesayangan kita cem mana, sekarang ya kalo menurut saya Ryan itu emang beneran baik.

Saya menciptakan (anjay) sosok Ryan ya bagaikan malaikat tanpa sayap (mungkin) nggak tahu deh kalo pendapat kalian kayak gimana.

Dan jujur ini cerita murni ngalir gitu aja dari pikiran saya sendiri dan sebentar lagi akan berakhir karena Ryannya mau pulkam, wkwkwk....

****

"Oh jadi menurut mereka gua itu malaikat baik? " Tanya Ryan tersenyum miring.










****

Hahaha...... Nantikan kelanjutan ceritanya ya gaes.
Assalamualaikum....

BROKEN HOMETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang